Elon Musk Ajak Follower Selidiki Organisasi Pengontrol Akses Informasi

CNN Indonesia
Kamis, 05 Mei 2022 22:30 WIB
CEO Tesla Elon Musk mengajak pengikutnya (follower) di Twitter untuk menginvestigasi organisasi yang disebut berhasrat mengontrol akses informasi. CEO Tesla Elon Musk mengajak pengikutnya (follower) di Twitter untuk menginvestigasi organisasi yang disebut berhasrat mengontrol akses informasi. (REUTERS/Dado Ruvic).
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Tesla Elon Musk mengajak pengikutnya di Twitter untuk menginvestigasi organisasi yang disebut berhasrat mengontrol akses informasi.

"Siapa yang mendanai organisasi-organisasi ini yang ingin mengontrol akses Anda ke informasi? Mari kita selidiki," katanya dalam sebuah cuitan, Rabu (4/5).

Bersama cuitan tersebut Musk juga mengunggah link artikel. Artikel tersebut berisi upaya organisasi-organisasi mengajak merek ternama untuk memikirkan ulang kerja sama mereka dengan Twitter.


Ajakan tersebut muncul dari lebih 24 kelompok masyarakat sipil yang mengatakan merek ternama yang beriklan di Twitter perlu memikirkan ulang kerja sama mereka.

Kemudian, mereka harus membuat Twitter berkomitmen untuk mempertahankan kebijakannya yang paling penting, termasuk tentang integritas sipil dan perilaku kebencian dan mengancam untuk menarik dana jika Twitter tidak mematuhi komitmen tersebut.

"Sebagai pengiklan teratas di Twitter (TWTR), merek Anda berisiko dikaitkan dengan platform yang memperkuat kebencian, ekstremisme, misinformasi kesehatan, dan teori konspirasi," ujar surat itu, seperti dikutip CNN.

"Uang iklan Anda dapat mendanai proyek kesombongan Musk atau malah menahannya," tambahnya.

Surat itu menunjukkan bagaimana sejumlah organisasi bergantung pada sikap merek ternama. Pasalnya, sikap mereka dapat berdampak pada langkah sebuah perusahaan teknologi besar yang dalam hal ini adalah Twitter.

Pada 2020, hal semacam ini juga pernah terjadi. Saat itu, sejumlah merek ternama seperti Adidas dan Starbucks menarik iklan mereka dari Facebook karena dianggap gagal menghentikan ujaran kebencian menyebar di platformnya.

Lebih lanjut, surat yang dikirimkan pada Selasa (3/5) ditujukan untuk sejumlah pengiklan besar di Twitter, di antaranya Apple Best Buy, HBO, Coca-Cola, Disney, dan Kraft.

Sementara itu, organisasi yang berada di balik surat tersebut di antaranya adalah organisasi advokasi teknologi Accountable Tech dan kelompok feminis UltraViolet.

Kemudian, beberapa organisasi lain yang juga menandatangani surat adalah the Center for Countering Digital Hate, the National Hispanic Media Coalition, dan the digital rights group Free Press.

(lom/bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER