Elon Musk Buka Blokir Akun Trump usai Akuisisi Twitter Final

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Rabu, 11 Mei 2022 02:33 WIB
Elon Musk akan mencabut larangan Twitter terhadap mantan presiden AS Donald Trump usai proses akuisisi senilai US$44 miliar itu selesai. Elon Musk akan mencabut larangan Twitter terhadap mantan presiden AS Donald Trump usai proses akuisisi senilai US$44 miliar itu selesai. (AFP/OLIVIER DOULIERY).
Jakarta, CNN Indonesia --

Elon Musk akan mencabut larangan Twitter terhadap mantan presiden AS Donald Trump jika akuisisi platform sosial media global itu berhasil.

"Saya akan membatalkan larangan permanen," kata pendiri Tesla itu dalam konferensi Financial Times yang dikutip dari AFP, Rabu (11/5).

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa ia belum memiliki Twitter. Artinya, pencabutan larangan itu belum tentu terjadi.


Saat ini, proses akuisisi Twitter senilai $44 miliar masih harus mendapat dukungan dari pemegang saham dan regulator.

Namun, ia telah menyuarakan bakal mengurangi moderasi konten dan memberi "time-out" terhadap larangan.

"Saya pikir, tidak benar untuk melarang Donald Trump," ujarn Musk.

Musk mengklaim pemikirannya sama dengan salah satu pendiri Twitter Jack Dorsey. Menurutnya larangan hanya perlu diberlakukan untuk akun spam, penipuan, atau dijalankan oleh "bot" perangkat lunak.

Namun, sambungnya, tidak berarti seseorang dapat mengatakan apa pun yang ingin mereka katakan.

"Jika mereka mengatakan sesuatu yang ilegal atau hanya merusak dunia, maka mungkin harus ada batas waktu, penangguhan sementara, atau tweet tertentu harus dibuat tidak terlihat atau memiliki daya tarik yang sangat terbatas."

Musk bersikeras, bagaimanapun, bahwa dia merasa larangan permanen adalah "keputusan yang buruk secara moral" yang merusak kepercayaan terhadap Twitter sebagai alun-alun kota online di mana semua orang dapat didengar.

Ia mencatat Trump sudah secara terbuka menyatakan tidak akan kembali ke Twitter jika diizinkan. Sebagai gantinya, Trump memilih untuk tetap menggunakan aplikasi sosial medianya sendiri "Truth Social" yang kurang populer.

Twitter dan platform online lainnya melarang Trump untuk memiliki akun setelah para pendukungnya tersulut oleh cuitannya terkait tudingan kecurangan dalam Pilpres AS 2020 yang menyebabkan ia kalah dari Joe Biden.

Cuitannya dinilai memiliki andil dalam penyerangan yang dilakukan ribuan pendukungnya terhadap Gedung Capitol Hill pada 6 Januari 2021 lalu.

(afp/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER