Hyperion Jadi Pohon Tertinggi di Dunia, Makhluk Apa yang Menghuninya?

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mei 2022 18:50 WIB
Pohon berjenis redwood pesisir (Sequoia sempervirens) menjadi pohon tertinggi di dunia dengan sejumlah penghuni yang memiliki mekanisme terbang unik. Ilustrasi. Hyperion, pohon tertinggi di dunia, ditemukan di California Bagian Utara, Amerika Serikat. (Foto: Istockphoto/HadelProductions)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sequoia sempervirens alias pohon redwood pesisir dinobatkan sebagai pohon tertinggi di dunia dengan tinggi 116,07 meter dari puncak hingga dasarnya.

Melansir Live Science, ukuran itu membuat pohon tersebut lebih tinggi daripada gedung dengan 35 lantai. Pengukuran sendiri dilakukan oleh tim Guiness World Records pada 2019.

Pohon itu kemudian disebut Hyperion yang lokasinya dirahasiakan. Namun, ada dugaan Hyperion berada di bagian lereng bukit di Redwood National Park di California Bagian Utara.


Pasalnya, di area itulah pohon redwood yang sudah berumur kebanyakan tumbuh. Kesuksesan Hyperion selamat dari penebangan cukup membuat publik terpukau.

Usia Hyperion pun tak kalah mencengangkan. Perkiraan para pakar sejauh ini adalah antara 600 hingga 800 tahun. Tidak diketahui jelas alasan pohon itu bisa hidup sangat lama. Namun, faktor iklim bisa menjadi salah satu yang berpengaruh.

Hyperion pertama kali ditemukan oleh Chris Atkins dan Michael Taylor pada 2006. Keduanya merupakan tim yang sedang mencari pohon tertinggi di hutan California.

Ketika pertama kali ditemukan pohon itu memiliki ukuran yang lebih pendek daripada pengukuran pada 2019, yaitu dengan tinggi 115,5 meter.

Di waktu yang sama, tim peneliti juga menemukan pohon tertinggi kedua dengan sebutan Helios, tinggi dari permukaan tanah sekitar 114,7 meter. Ketiga, Icarus dengan tinggi 113 meter.

"Meskipun mereka berada di lereng yang curam, mereka tumbuh di habitat kayu merah (redwood) terbaik di planet ini," kata Atkins kepada SFGate pada 2006.

Pohon jenis redwood itu, kata peneliti, tumbuh di wilayah dengan pasokan air berlimpah dan kerap diselimuti kabut. Paparan sinar Matahari juga menjadi salah satu faktor tingginya pohon tersebut.

Meskipun dinobatkan sebagai pohon paling tinggi di dunia, pohon itu tidak serta-merta jadi yang terbesar. Pohon terbesar di Bumi jatuh pada General Sherman dan General Grant, pohon yang tumbuh di pegunungan berbatu di King Canyon dan Taman Nasional Sequoia California.

Lalu, adakah makhluk lain yang turut menghuni pohon tertinggi tersebut?

Ahli biologi Christian Brown dari University of South Florida mengatakan amfibi seperti salamander berukuran 4 inci (sekitar 10 cm) menjadi salah satu hewan penghuni pohon tertinggi itu.

Salamander secara umum dicirikan sebagai amfibi mirip kadal, dengan tubuh ramping, berekor panjang, dan hidung pendek.

Mengutip National Geographic, para ahli sempat dibuat bingung dengan cara salamander terbang ini bisa hidup di Hyperion. Belakangan, salamander itu ternyata bergerak seperti seorang penerjun payung (sky diver).

Salamander terbang akan meregangkan tubuhnya untuk berpindah dari ranting ke ranting lain. "Salamander ini tak kenal takut. Seekor salamander seberat lima gram yang mendaki pohon tertinggi di dunia dan tak takut untuk melompat" kata Brown.

[Gambas:Video CNN]

(can/lth)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER