Elon Musk: WFO atau Resign

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jun 2022 06:40 WIB
Elon Musk meminta karyawannya untuk tidak lagi bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). CEO Tesla, Elon Musk. (Foto: Evan Agostini/Invision/AP/Evan Agostini))
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Tesla, Elon Musk memerintahkan karyawannya untuk resign atau berhenti kerja di perusahaannya jika tidak mau bekerja dari kantor.

Musk meminta karyawannya untuk tidak lagi bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Perintah Elon Musk itu tertulis jelas dalam email internal yang dikirimnya kepada staf eksekutif Tesla, Selasa (31/5) yang kemudian bocor ke publik.

Menurut Musk, pegawai wajib bekerja dari kantor bukan dari tempat yang tidak ada hubungannya dengan tugas wajinya sebagai karyawan Tesla. Itu dilakukan supaya interaksi antar karyawan bisa terjalin secara teratur.

Miliarder yang juga pemilik dari SpaceX itu bahkan menyebut bakal mengawasi langsung kebijakan itu. Jika ada karyawan Tesla yang tidak menjalankan aturan bekerja dari kantor, Musk menyebut itu sama saja dengan pengunduran diri.

"Siapa pun yang ingin melakukan pekerjaan jarak jauh harus berada di kantor minimal 40 jam per minggu atau meninggalkan Tesla," tegas Musk dalam bocoran email yang dikutip dari CNN.

Kebijakan WFH sempat menjadi pilihan ketika pandemi Covid-19 sedang merebak selama dua tahun terakhir. Bahkan ketika banyak perusahaan akhirnya memilih sistem kerja hibrida, Musk tampaknya tidak peduli dengan perubahan itu.

Namun, sistem kerja dari kantor yang ditekankan Musk buat karyawannya di Tesla tidak berlaku di Twitter, perusahaan teknologi yang sedang dalam proses pembeliannya. Platform media sosial berlogo burung biru itu justru memberikan kebebasan kepada karyawannya untuk bisa bekerja dari luar kantor.

"Di mana pun Anda merasa paling produktif dan kreatif adalah di mana Anda akan bekerja, dan itu termasuk bekerja dari rumah penuh waktu selamanya," kata CEO Parag Agrawal kepada karyawan, Maret 2022.

Sementara itu, serikat pekerja IG Metall di Berlin-Brandenburg-Sachsen, lokasi pabrik Tesla, menolak perintah Elon Musk. Mereka mendukung setiap karyawan yang menentang ultimatum Musk tersebut.

"Siapa pun yang tidak setuju dengan tuntutan sepihak seperti itu dan ingin menentangnya memiliki kekuatan serikat pekerja di belakang mereka di Jerman, sesuai hukum," kata Birgit Dietze, pemimpin distrik untuk IG Metall di Berlin-Brandenburg-Sachsen mengutip Reuters, Jumat (3/6).

(ttf/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER