Jakarta, CNN Indonesia -- Investasi kini telah menjadi tren di masyarakat. Namun, hal ini sejatinya perlu dilakukan secara hati-hati dengan memilih aplikasi investasi yang aman dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebab, jika tidak aman dan terdaftar secara resmi, niat mendulang untung justru bisa jadi buntung. Untuk itu, penting mengenal dengan jelas berbagai aplikasi investasi yang ada di PlayStore maupun Apps Store sebelum menggunakannya.
Berikut daftar aplikasi investasi aman, tepercaya, dan terdaftar di OJK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bibit
 Bibit adalah salah satu aplikasi investasi yang aman dan terdaftar di OJK. (Diolah dari ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) |
Bibit merupakan aplikasi investasi reksadana hingga surat berharga negara (SBN) milik PT Bibit Tumbuh Bersama. Aplikasi ini telah mengantongi izin dari OJK.
Melansir Play Store pada Senin (6/6), aplikasi Bibit telah diunduh oleh lebih dari 5 juta pengguna. Sementara itu, mengutip informasi Bibit, ada beberapa layanan yang akan diberikan aplikasi ini, yaitu investasi dirancang sesuai profil risiko dan cocok untuk pemula yang ingin tinggal terima beres.
Kemudian, gratis biaya transfer untuk transaksi dengan GoPay dan LinkAja, tidak perlu upload bukti transfer atas transaksi yang dilakukan, ada rekomendasi reksadana pilihan, gratis biaya komisi, bebas pajak, investasi mulai dari Rp10 ribu, dan tentunya aplikasi mudah digunakan.
2. Ajaib
Aplikasi investasi dari PT Ajaib Teknologi Indonesia ini menawarkan peluang investasi mulai dari Rp1. Tak hanya menjadi aplikasi investasi aman dan terdaftar di OJK, Ajaib juga sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Sebab, investasi di Ajaib tidak hanya pada instrumen saham dan reksadana, tapi juga kripto. Pengguna bisa melakukan investasi tiga produk hanya dalam satu aplikasi.
Khusus untuk saham, Ajaib mengklaim biaya broker lebih murah hingga 50 persen dari transaksi di aplikasi lain. Sementara untuk biaya komisi berkisar 0,08 persen sampai 0,1 persen sesuai volume transaksi.
Biaya ini tidak termasuk pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penghasilan (PPh), hingga retribusi. Ajaib juga memberikan peringkat dan pilihan reksadana kepada pengguna untuk memudahkan penempatan investasi.
3. Pluang
Pluang menawarkan investasi di berbagai instrumen, mulai dari saham, reksadana, emas, hingga kripto. Investasi di aplikasi milik PT PG Berjangka ini bisa dimulai dari Rp5.000 per transaksi.
Pembayaran investasi di Pluang bisa menggunakan transfer bank maupun dompet digital, seperti Gopay, LinkAja, hingga Jenius. Registrasi diklaim cuma butuh 2 menit saja.
Investasi di Pluang juga tanpa tambahan biaya. Khusus untuk investasi saham, pembelian bisa menyasar saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bursa saham Amerika Serikat.
Hal ini membuat pengguna bisa berinvestasi di saham-saham perusahaan multinasional, seperti Amazon, Microsoft, McDonald's, Starbucks, hingga Visa.
Aplikasi investasi aman dan terdaftar di OJK lainnya, lanjut sebelah...
7 Aplikasi Investasi Aman dan Terdaftar di OJK
Ilustrasi. Daftar aplikasi investasi aman dan terdaftar di OJK. (iStockphoto/arthon meekodong)
4. Bareksa
Aplikasi milik PT Bareksa Portal Investasi telah diunduh sebanyak lebih dari 1 juta pengguna di Play Store. Aplikasi ini bisa digunakan untuk investasi reksadana, surat utang, hingga emas.
Bareksa mengklaim aplikasi mereka dilengkapi dengan Robo Advisor berlisensi pertama di Indonesia. Selain itu, registrasi tanpa dokumen fisik dan cuma perlu hitungan menit.
Untuk investasi reksadana, ada lebih dari 150 produk yang ditawarkan. Tak hanya yang berkonsep konvensional, ada pula yang syariah.
Pembayaran transaksi investasi bisa menggunakan transfer bank dan dompet digital, seperti OVO dan LinkAja. Pembelian investasi tidak terikat serta bisa ditambahkan dan dikurangi dengan pencairan kapan saja di aplikasi investasi yang aman dan terdaftar di OJK ini.
5. IPOT
 Ilustrasi. IPOT adalah salah satu aplikasi investasi aman dan terdaftar di OJK. (iStock/sankai) |
IPOT menawarkan investasi saham, reksadana, hingga ETF. Aplikasi ini dibuat oleh PT Indo Premier Sekuritas.
Aplikasi ini menggunakan robo trading dan fund evaluator, sehingg bisa membantu pengguna memilih investasi yang diinginkan.
IPOT menyediakan laporan riwayat transaksi dengan lengkap tanpa batas waktu sejak akun pertama kali dibuka. Tak hanya bisa berinvestasi, IPOT juga menyediakan konten edukasi untuk memudahkan investor.
6. BIONS Mobile
Aplikasi dari PT BNI Sekuritas menawarkan kesempatan investasi di instrumen reksadana, saham, surat utang, hingga EBA ritel.
Investasi di BIONS bebas biaya bulanan dan administrasi. Selain itu, ada berbagai webinar alias diskusi online yang membahas soal investasi kepada pengguna.
Pembelian dan penjualan instrumen investasi dengan BIONS bisa dilakukan secara cepat dan mudah. Pembelian bisa dilakukan dengan transfer bank, khususnya BNI.
7. Tanamduit
Aplikasi milik PT Mercato Digital sia (MDA) ini telah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna di Play Store. Pengguna bisa berinvestasi di instrumen emas, reksadana, surat utang, hingga asuransi.
Ada beberapa fitur yang ditawarkan, misalnya peralihan (switching) reksadana secara gratis dan tidak sulit. Investasi melalui aplikasi ini bisa dimulai dari nominal Rp10 ribu.
Opsi pembayarannya beragam, mulai dari transfer bank hingga berbagai dompet digital, seperti LinkAja, DANA, ShoopePay, OVO, hingga JakOne Mobile.
Pengguna bisa membandingkan performa tiga reksadana secara bersamaan sebelum membeli. Khusus asuransi, pengguna akan langsung mendapat e-polis dan bisa mengajuka klaim lewat aplikasi.
Ini merupakan aplikasi investasi aman dan terdaftar di OJK yang bisa digunakan mulai dari pemula hingga trader.