101 TECH

Starlink Elon Musk Layani Jaringan Tetap Tertutup RI, Apakah itu?

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jun 2022 17:15 WIB
Satelit Starlink hanya melayani jaringan tetap tertutup RI, tak melayani akses internet orang per orang, apa maksudnya? Ilustrasi jaringan satelit Starlink. (Foto: Tangkapan layar instagram @starlink_satellites)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satelit Starlink SpaceX, salah satu perusahaan milik miliarder Elon Musk, cuma melayani jaringan tertutup tetap di RI khusus pelanggan bisnis, bukan jaringan internet umum orang per orang.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengonfirmasi bahwa layanan pita backhaul satelit Starlink resmi dapat izin operasi di Indonesia. Ia mengatakan layanan satelit itu tidak untuk pelanggan retail, tapi khusus bagi jaringan tetap tertutup.

"Kominfo memberikan Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai pengguna korporat backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup satelit Starlink," ujarnya, dalam pesan singkat, Senin (13/6).


Backhaul sendiri merupakan bagian dari jaringan satelit yang berfungsi sebagai perantara antara jaringan utama dan cabang-cabangnya. Misalnya, menghubungkan data yang dikirim dari Based Transceiver Satellite (BTS) ke Based Station Controller (BSC) dan BSC ke Mobile Switching Center (MSC).

Sistem ini diterapkan untuk menjangkau daerah-daerah di pelosok Indonesia yang tidak memiliki jaringan telekomunikasi terrestrial.

Dalam rilisnya, Selasa (14/6), Telkomsat, yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak dalam penyediaan layanan satelit, menjelaskan bahwa hak labuh tersebut merupakan lisensi bagi Telkomsat untuk memberikan layanan pada jaringan perantara.

Jaringan ini "menghubungkan infrastruktur backbone telekomunikasi milik TelkomGroup dengan tower Base Transceiver Station/tower WiFi/perangkat distribusi akses melalui fiber optik".

"Layanan ini hanya ada dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup, bukan untuk layanan retail pelanggan akses internet secara langsung," lanjut Telkomsat.

Menurut Peraturan Pemerintah No.52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, penyelenggaraan jaringan tetap tertutup adalah penyelenggaraan jaringan yang menyediakan jaringan untuk disewakan.

Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf menuturkan Starlink akan ikut melayani jaringan bisnis.

"TelkomGroup melihat dan menyambut kehadiran Starlink sebagai complement terhadap layanan bisnis telekomunikasi broadband di Indonesia dan juga dapat membantu percepatan penetrasi maupun pemerataan layanan telekomunikasi di Indonesia, khususnya segmen pasar B2B (Business to Business)," ujar dia, dalam rilis yang sama.

Dikutip dari situsnya, Telkomsat memiliki sejumlah pelanggan besar. Di antaranya, Aneka Tambang (Antam), Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Wijaya Karya (WIKA).

Telkomsat juga mengatakan penggunaan fixed broadband mayoritas untuk melayani area urban atau perkotaan dan sebagian kecil area sub-urban alias pinggiran kota.

"Sedangkan mobile broadband tersedia secara baik di area urban dan suburban serta sebagian kecil area rural (pedesaan). Sedangkan solusi rural perlu dibantu dengan Satelit Broaband namun dengan harga yang lebih affordable," urainya.

Telkomsat mengakui kondisi geografis Indonesia "sangat menantang" bagi pembangunan jaringan fiber optik. Sebelum itu terbangun merata, Starlink sementara mengisi kebutuhan jaringan backhaul "di wilayah-wilayah yang belum terjangkau fiber optik sampai tersedianya solusi yang lebih permanen".

Starlink merupakan layanan berbasis sistem konstelasi Satelit Non Geostationer milik SpaceX dengan orbit rendah (LEO /Low Earth Orbit) dengan ketinggian 500-1.400 km.

Berdasarkan Survei Penetrasi dan Perilaku Penggunaan Internet yang digelar oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dengan melibatkan 7.568 responden, 11 Januari hingga 24 Februari 2022, penetrasi layanan internet di Indonesia mencapai 77,02 persen.

Jika dikonversi dalam populasi, penduduk yang terjangkau internet mencapai 272.682.600 orang. Dengan kata lain, masih ada 62.655.831 yang tak terjangkau internet.

Salah satu hambatannya adalah pembangunan jaringan kabel optik bawah laut yang belum merata. Kondisi wilayah yang terpisah dalam banyak kepulauan diklaim menyulitkan pembangunan infrastrukturnya secara cepat.

Solusi sementara adalah internet yang disediakan Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kominfo.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER