Ilustrasi. China menyaingi AS dalam hal kekuatan kapal induk. (Li Gang/Xinhua via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --
China sudah memiliki tiga kapal induk untuk memperkuat militernya. Terbaru, Negeri Tirai Bambu memperkenalkan kapal induk Fujian di galangan kapal Jiangnan, Shanghai.
Fujian merupakan kapal induk dengan jenis Type 003. Kapal milik militer China (China's People Liberation Army Navy/PLAN) itu mampu membawa sekitar 84 pesawat di atasnya, yang akan meluncur dengan sistem elektromagnetik.
Sistem tersebut diberi nama catapult-assisted system. Itu merupakan sistem terbaru dibanding ski-jump style system yang dipakai pada dua kapal China sebelumnya, Liaoning dan Shandong.
Sistem peluncuran ketapel (launch catapult), yang memungkinkan lepas landas jet pada landasan sempit seperti kapal induk, elektromagnetik ini disebut sebagai sistem lepas landas dengan bantuan ketapel tapi dengan pemulihan yang ditangkap (CATOBAR).
Dikutip dari Washington Post, sistem peluncuran di kapal induk ini yang termasuk Type 003 ini bisa menyaingi kapal induk Barat. Efeknya, jet tempur yang bisa diangkut jadi lebih banyak.
"[Sistem] Ketapel ini memungkinkan pesawat yang dikerahkan untuk membawa muatan senjata yang lebih luas selain tangki bahan bakar eksternal," kata Ridzwan Rahmat, analis dari perusahaan intelijen pertahanan Janes, Singapura.
"Kapal induk ketiga PLAN ini juga akan dapat mengerahkan rangkaian pesawat yang lebih lengkap yang terkait dengan operasi serangan berkelompok dari kapal induk, termasuk transportasi pengiriman ke kapal induk dan deteksi dini dari udara dan kontrol pesawat, seperti KJ-600," imbuhnya.
Mengutip Naval Post, Fujian punya daya operasional 10.000 mil laut tanpa mengisi ulang bahan bakar. Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak daripada Liaoning dan Shandong, yang memiliki bobot gabungan 45.000 ton dan jangkauan 4000 mil laut.
Fujian juga mampu membawa 2700 personil dan 85 detasemen laut untuk melakukan misi pencarian dan penyelamatan.
Fujian berbeda dengan kapal induk AS yang digerakkan oleh energi nuklir. Kapal tersebut ditenagai listrik terintegrasi dan sistem propulsi atau pendorong yang terdiri dari dua generator turbin gas dan empat generator diesel listrik yang bisa menghasilkan 150 megawatt listrik.
Soal pertahanan, Fujian dilengkapi dengan jaringan pertahanan berlapis terhadap rudal jarak jauh, menengah, dan pendek.
Tak hanya itu, dia dipersenjatai dengan sistem pertahanan udara VLS HQ-9 sebagai pelindung jarak jauh dan menengah. Tak ketinggalan, ada sistem senjata Close-in tipe 730 yang dapat menembakkan hingga 4.200 putaran per menit terhadap rudal yang datang.
Simak spesifikasi Kapal Induk Liaoning di halaman berikutnya...
Sebelum Fujian, China sudah memiliki Liaoning dan Shandong. Mengutip Popular Mechanics, Liaoning merupakan kapal induk yang dibeli dari Uni Soviet ketika negara itu kolaps.
Liaoning pada mulanya bernama Riga, diperuntukkan bagi Angkatan Laut Uni Soviet sebagai kapal induk kelas Kuznetsov. Kapal itu diluncurkan pada 4 Desember 1988 dan diberi nama lagi, Varyag pada 1990.
Setelah Uni Soviet kolaps pada 1991, konstruksi kapal itu terbengkalai dan kapalnya dijual oleh Ukraina. Mengutip Navy Recognition, China lalu membelinya pada 1998 dan dibawa ke galangan Dalian.
Di China, Liaoning diperbarui dan mulai ditugaskan berlayar pada 2012. China menggunakan Liaoning sebagai bahan belajar bagi generasi pertama angkatan laut China
Liaoning memilki berat benaman hingga 67 ribu ton jika terisi penuh dan panjang 304,5 meter. Liaoning mampu membawa 26 pesawat Shenyang J-15 dan 12 helikopter, dengan total 38 hingga 40 pesawat.
Berbeda dengan Fujian, Liaoning adalah kapal induk Type 001. Peluncur kapalnya bertipe STOBAR (Short take-off but arrested recovery).
STOBAR adalah sistem peluncur ski-jumped stye yang membuat adanya lengkungan pada ujung dek. Dengna sistem ini, pesawat harus take-off di jarak pendek dan mendarat secara vertikal.
Liaoning mampu melaju dengan kecepatan 29 knot. Sistem propulsinya menggunakan 4 turbin uap konvensional dengan 8 generator diesel.
Untuk sistem persenjataan, mengutip Global Security, Liaoning memiliki 4x18 cell FL-3000N , 3x30mm Type 1130 CIWS, 2x40mm ASW launchers, dan 4x Decoy/Chaff.
Simak spesifikasi Kapal Induk Shandong di halaman berikutnya...
Liaoning punya penerus bernama Shandong, yang mulai ditugaskan pada 2019. Kedua kapal ini pada dasarnya mirip. Shandong juga memiliki peluncur bertipe STOBAR. Hanya saja, Shandong benar-benar dibangun di galangan kapal domestik.
Shandong juga memiliki panjang 304,5 meter. Ia juga mampu membawa 40 jet tempur di atas dek. Namun Shandong hanya bisa meluncurkan jet J-15 dengan dengan kapasitas muatan terbatas.
Itulah sebabnya kedua kapal induk ini dilengkapi dengan sistem radar peringatan dini yang dibawa helikopter ketimbang pesawat pusat kontrol AWACS.
Sama seperti Liaoning, Shandong juga memiliki sistem propulsi menggunakan 4 turbin uap konvensional dengan 8 generator diesel.
Untuk sistem senjata, Shandong punya 3x730 30mm Near Force Weapon System, 3x18 Joint Sea Red Flag-10 Short Range SAM, 2x12 RUB Anti-submarine rocket launcher.
China sudah memiliki tiga kapal induk untuk memperkuat militernya. Terbaru, Negeri Tirai Bambu memperkenalkan kapal induk Fujian di galangan kapal Jiangnan, Shanghai.
Fujian merupakan kapal induk dengan jenis Type 003. Kapal milik militer China (China's People Liberation Army Navy/PLAN) itu mampu membawa sekitar 84 pesawat di atasnya, yang akan meluncur dengan sistem elektromagnetik.
Sistem tersebut diberi nama catapult-assisted system. Itu merupakan sistem terbaru dibanding ski-jump style system yang dipakai pada dua kapal China sebelumnya, Liaoning dan Shandong.
Sistem peluncuran ketapel (launch catapult), yang memungkinkan lepas landas jet pada landasan sempit seperti kapal induk, elektromagnetik ini disebut sebagai sistem lepas landas dengan bantuan ketapel tapi dengan pemulihan yang ditangkap (CATOBAR).
Dikutip dari Washington Post, sistem peluncuran di kapal induk ini yang termasuk Type 003 ini bisa menyaingi kapal induk Barat. Efeknya, jet tempur yang bisa diangkut jadi lebih banyak.
"[Sistem] Ketapel ini memungkinkan pesawat yang dikerahkan untuk membawa muatan senjata yang lebih luas selain tangki bahan bakar eksternal," kata Ridzwan Rahmat, analis dari perusahaan intelijen pertahanan Janes, Singapura.
"Kapal induk ketiga PLAN ini juga akan dapat mengerahkan rangkaian pesawat yang lebih lengkap yang terkait dengan operasi serangan berkelompok dari kapal induk, termasuk transportasi pengiriman ke kapal induk dan deteksi dini dari udara dan kontrol pesawat, seperti KJ-600," imbuhnya.
Mengutip Naval Post, Fujian punya daya operasional 10.000 mil laut tanpa mengisi ulang bahan bakar. Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak daripada Liaoning dan Shandong, yang memiliki bobot gabungan 45.000 ton dan jangkauan 4000 mil laut.
Fujian juga mampu membawa 2700 personil dan 85 detasemen laut untuk melakukan misi pencarian dan penyelamatan.
Fujian berbeda dengan kapal induk AS yang digerakkan oleh energi nuklir. Kapal tersebut ditenagai listrik terintegrasi dan sistem propulsi atau pendorong yang terdiri dari dua generator turbin gas dan empat generator diesel listrik yang bisa menghasilkan 150 megawatt listrik.
Soal pertahanan, Fujian dilengkapi dengan jaringan pertahanan berlapis terhadap rudal jarak jauh, menengah, dan pendek.
Tak hanya itu, dia dipersenjatai dengan sistem pertahanan udara VLS HQ-9 sebagai pelindung jarak jauh dan menengah. Tak ketinggalan, ada sistem senjata Close-in tipe 730 yang dapat menembakkan hingga 4.200 putaran per menit terhadap rudal yang datang.
Simak spesifikasi Kapal Induk Liaoning di halaman berikutnya...
Spesifikasi Kapal Liaoning
Kapal Type 001, Liaoning dan Shandong milik China. (Foto: AFP)
Sebelum Fujian, China sudah memiliki Liaoning dan Shandong. Mengutip Popular Mechanics, Liaoning merupakan kapal induk yang dibeli dari Uni Soviet ketika negara itu kolaps.
Liaoning pada mulanya bernama Riga, diperuntukkan bagi Angkatan Laut Uni Soviet sebagai kapal induk kelas Kuznetsov. Kapal itu diluncurkan pada 4 Desember 1988 dan diberi nama lagi, Varyag pada 1990.
Setelah Uni Soviet kolaps pada 1991, konstruksi kapal itu terbengkalai dan kapalnya dijual oleh Ukraina. Mengutip Navy Recognition, China lalu membelinya pada 1998 dan dibawa ke galangan Dalian.
Di China, Liaoning diperbarui dan mulai ditugaskan berlayar pada 2012. China menggunakan Liaoning sebagai bahan belajar bagi generasi pertama angkatan laut China
Liaoning memilki berat benaman hingga 67 ribu ton jika terisi penuh dan panjang 304,5 meter. Liaoning mampu membawa 26 pesawat Shenyang J-15 dan 12 helikopter, dengan total 38 hingga 40 pesawat.
Berbeda dengan Fujian, Liaoning adalah kapal induk Type 001. Peluncur kapalnya bertipe STOBAR (Short take-off but arrested recovery).
STOBAR adalah sistem peluncur ski-jumped stye yang membuat adanya lengkungan pada ujung dek. Dengna sistem ini, pesawat harus take-off di jarak pendek dan mendarat secara vertikal.
Liaoning mampu melaju dengan kecepatan 29 knot. Sistem propulsinya menggunakan 4 turbin uap konvensional dengan 8 generator diesel.
Untuk sistem persenjataan, mengutip Global Security, Liaoning memiliki 4x18 cell FL-3000N , 3x30mm Type 1130 CIWS, 2x40mm ASW launchers, dan 4x Decoy/Chaff.
Simak spesifikasi Kapal Induk Shandong di halaman berikutnya...
Kapal Shandong Type 002A
Kapal Shandong milik China. (Foto: AP/Li Gang)
Liaoning punya penerus bernama Shandong, yang mulai ditugaskan pada 2019. Kedua kapal ini pada dasarnya mirip. Shandong juga memiliki peluncur bertipe STOBAR. Hanya saja, Shandong benar-benar dibangun di galangan kapal domestik.
Shandong juga memiliki panjang 304,5 meter. Ia juga mampu membawa 40 jet tempur di atas dek. Namun Shandong hanya bisa meluncurkan jet J-15 dengan dengan kapasitas muatan terbatas.
Itulah sebabnya kedua kapal induk ini dilengkapi dengan sistem radar peringatan dini yang dibawa helikopter ketimbang pesawat pusat kontrol AWACS.
Sama seperti Liaoning, Shandong juga memiliki sistem propulsi menggunakan 4 turbin uap konvensional dengan 8 generator diesel.
Untuk sistem senjata, Shandong punya 3x730 30mm Near Force Weapon System, 3x18 Joint Sea Red Flag-10 Short Range SAM, 2x12 RUB Anti-submarine rocket launcher.