Pakar Ungkap Biang Keladi Hujan Ikan Teri di San Francisco

CNN Indonesia
Rabu, 06 Jul 2022 18:25 WIB
Fenomena hujan ikan teri terjadi di San Francisco, Amerika Serikat, diduga terkait kelebihan populasi yang dipicu oleh perubahan iklim. Ilustrasi. Fenomena hujan ikan teri terjadi di San Francisco, Amerika Serikat. (Foto: Istockphoto/Asbe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penduduk Bay Area di San Francisco, AS, dikejutkan dengan fenomena hujan ikan teri yang terjadi pada Jumat (1/7) waktu setempat. Warga menemukan ikan teri berjatuhan di banyak tempat, mulai dari trotoar, atap rumah, hingga halte bus.

Mengutip Nature World News, laporan hujan ikan teri itu dituturkan oleh pengguna Reddit, Sanfrannie. Ia menemukan atap dan dek belakang rumah temannya di Outer Richmond dipenuhi puluhan ikan berukuran 8 inci (sekitar 20 cm).

Beberapa pengguna Reddit lainnya menyatakan mengalami fenomena serupa. Seorang saksi mata mengklaim mendengar bunyi "whoosh" dan percikan air di belakang mereka. 

Mereka kemudian melihat ikan-ikan memenuhi jalan. Beberapa yang lain juga mengaku hampir terkena ikan yang jatuh saat menunggu bus di daerah Castro. Saksi mata lainnya melihat fenomena serupa di trotoar Outer Richmond. 

Jim Ervin, pensiunan analis di San Jose's Environmental Services Department, mengklaim pada 11 Juni bahwa populasi ikan teri di Lower South San Francisco sudah berlebihan. Itu ditulisnya dalam sebuah unggahan di blog untuk Otolith Geochemistry & Fish Ecology Laboratory di University of California Davis. 

Mengutip Live Science, biang keladi dari hujan ikan teri itu sendiri adalah burung-burung laut. Persediaan yang banyak membuat mereka makan dengan rakus hingga ikan-ikan teri itu tumpah dari mulut.

"Dari Half Moon Bay hingga Point Reyes, orang-orang mengatakan kepada saya mereka tidak pernah melihat umpan (ikan teri) segemuk ini. Saya juga mendengar cerita pekan lalu dari orang yang melihat di pantai penuh ribuan burung dan mereka hanya duduk dengan ikan teri memenuhi mulutnya karena tak sanggup lagi makan," kata Larry Collins selaku presiden San Francisco Community Fishing Association.

Adam Ratner, Direktur Muda Marine Mammal Center di Sausalito, mengatakan fenomena ledakan populasi ikan teri disinyalir terjadi karena perubahan temperatur air laut. Air dengan temperatur lebih dingin menggantikan air yang temperaturnya lebih hangat.

Hal tersebut membuat stok makanan untuk ikan teri, burung-burung laut, dan para mamalia melimpah. Lamanya periode air dingin ini tidak diketahui. Perubahan iklim yang memicu perubahan temperatur air dinilai berperan di dalamnya.

"Tidak jelas, berapa lama fenomena air dingin ini akan berlangsung. Kita tahu bahwa perubahan iklim bahwa trennya mengarah kepada temperatur air yang lebih hangat itu lumrah. Tetapi untuk saat ini, fenomena tersebut sepertinya menyediakan dukungan tambahan untuk komunitas pemancing, paus yang bermigrasi atau singa laut lokal," ujar Adam.

[Gambas:Video CNN]

(can/lth)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER