Aktivis Pengkritik PSE Kominfo Kena Doxing dan Diserbu Spam Chat WA

CNN Indonesia
Rabu, 20 Jul 2022 18:05 WIB
Nomor WhatsApp aktivis siber pengkritik PSE Kominfo Resi Respati dibanjiri pesan spam. Ada apa? Ilustrasi. Ponsel aktivis Resi Respati diserang spam dan doxing. (Foto: Istockphoto/ Xijian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nomor ponsel aktivis siber Resi Respati diserang dengan pesan spam oleh orang-orang tak dikenal. Hal itu diduga karena dia vokal dalam memprotes aturan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto mengatakan nomor WhatsApp Resi mendapat banyak pesan spam dari sejumlah nomor tak dikenal, sejak Selasa (19/7) malam hingga Rabu (20/7) siang.

Selain itu, akun Telegram milik Resi juga diduga dicoba diambilalih beberapa kali.

"Karena cukup vokal di #ProtesNetizen dan #BlokirKominfo, kemarin malam hingga sekarang @resir014 menjadi korban doxxing. WhatsApp miliknya dispam oleh sekumpulan nomor tak dikenal dan ada percobaan pengambilalihan akun Telegram," tulis Teguh dalam akun Twitter @secgron pada Rabu (20/7).

Selain diserang melalui dua platform tersebut, nomor ponsel milik Resi juga sempat diambilalih dan tidak dapat menerima pesan singkat selama 12 jam.

"Nomor HP milik @resir014 sempat diambilalih dan tidak bisa menerima SMS selama 12 jam. Pelaku sempat memiliki akses ke SMS karena bisa mengakses OTP Telegram," tuturnya.

"Untungnya 2FA diaktifkan, jadi bisa mencegah," imbuhnya.

Teguh menyebut nomor ponsel milik Resi baru berhasil kembali normal setelah menghubungi call center Telkomsel.

Dikutip dari situs ITB, spam umumnya berbentuk pengiriman pesan secara bertubi-tubi tanpa diminta dan tidak dikehendaki oleh penerimanya. Sementara, doxxing atau doxing merujuk pada upaya mengumpulkan dan menyebarkan data pribadi (docs).

Sebelumnya, sejumlah aktivis mengkritik PSE yang mewajibkan perusahaan teknologi untuk mendaftar ke Kominfo selambat-lambatnya hari ini, Rabu (20/7). Jika tidak mendaftar, Kominfo akan memberikan teguran, denda administrasi, hingga pemblokiran.

Resi sendiri akan menjadi salah satu pembicara dalam diskusi bertajuk #ProtesNetizen dan #BlokirKominfo yang akan berlangsung pada Rabu (20/7) malam di platform Twitter Space bersama dengan perwakilan dari SAFENet, Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat (ELSAM), serta Kemudi.

Diskusi ini akan membahas pasal-pasal pada Peraturan Menteri Kominfo tentang PSE Lingkup Privat yang dianggap bermasalah dan mengancam kebebasan berekspresi, berpendapat, dan privasi.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan aturan PSE itu demi mengatasi masalah kejahatan, terutama oleh perusahaan itu sendiri.

"Binomo contohnya dan DNA Robot. Aparat harus bisa masuk ke sistemnya, karena secara sistem mereka melakukan kejahatannya," cetus dia, di Jakarta, Selasa (19/7)

Soal penertiban konten, Semuel menyebut "kita sudah ada tata kelolanya. Mereka (PSE) sudah tahu juga kok, kita enggak sembarangan, ada dialog".

(lom/lth)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER