Lubang Hitam Tak Kasat Mata Nongkrong di Galaksi Tetangga, Ancam Bumi?

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Jul 2022 15:32 WIB
Sebuah lubang hitam dengan massa sembilan kali Matahari diam-diam nongkrong di galaksi tetangga. Apakah ini bisa jadi ancaman buat Bumi? Ilustrasi. Lubang hitam tak kasat mata ditemukan di galaksi tetangga Bima Sakti. (Foto: iStockphoto/Cappan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah lubang hitam tak kasat mata, yang adalah hasil keruntuhan sebuah bintang, diam-diam tengah nongkrong di galaksi tetangga. Berpotensi jadi ancaman bagi Bumi?

Tantangan untuk menemukan lubang hitam jenis ini jauh lebih besar karena objek angkasa ini tidak secara aktif memakan materi seperti gas, debu, materi bintang, atau bahkan planet seperti Bumi.

Tanpa aktivitas melahap seperti itu, lubang hitam tidak mengeluarkan sinar-X yang digunakan para ilmuwan untuk mendeteksi lubang hitam biasa. Penemuan terbaru ini disebut dapat membantu para peneliti untuk memahami bagaimana akhir hidup bintang.

"Kami mengidentifikasi jarum di tumpukan jerami," ujar Tomer Shenar, astrofisikawan di Universitas Amsterdam di Belanda dan penulis utama penelitian baru dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Science Alert.

Lubang hitam yang ditemukan Shenar dan rekan-rekannya ini memiliki massa sekitar sembilan kali massa Matahari dan terletak di Nebula Tarantula, wilayah pembentuk bintang di galaksi tetangga kita, Awan Magellan Besar.

Lubang hitam tersebut mengorbit sebuah bintang biru besar dengan massa setara dengan 25 Matahari. Dua objek luar angkasa ini membentuk sistem biner yang oleh para ilmuwan diberi nama VFTS 243.

Miliaran lubang hitam yang tidak aktif diperkirakan ada di hampir setiap galaksi, tetapi ini adalah deteksi pertama yang sangat jelas dari lubang hitam tidak aktif di luar Bima Sakti.

Lubang hitam ini disebut menarik oleh para ilmuwan karena biasanya lubang hitam semacam ini biasanya terbentuk ketika bintang masif kehabisan bahan bakar yang dibutuhkan untuk melanjutkan fusi nuklir.

Periode akhir fusi mengakhiri gaya tekanan dari luar, sehingga membantu bintang melawan proses keruntuhan gravitasi pada bagian inti bintang.

Proses keruntuhan pada inti bintang sendiri biasanya disertai dengan ledakan kosmik besar yang disebut supernova.

Namun, situasi lubang hitam di VFTS 243 tampaknya berbeda. Pasalnya, lubang hitam ini tidak memiliki jejak supernova yang terlihat menyertai keruntuhan bintang tersebut.

"Bintang yang membentuk lubang hitam di VFTS 243 tampaknya telah runtuh seluruhnya, tanpa tanda-tanda ledakan sebelumnya," kata Shenar, seperti dikutip Space.

"Bukti untuk skenario 'runtuh langsung' ini telah muncul baru-baru ini, tetapi penelitian kami bisa dibilang memberikan salah satu indikasi paling langsung. Ini memiliki implikasi besar bagi asal mula penggabungan lubang hitam di kosmos," imbuhnya.

Lebih lanjut, pencarian VFTS 243 mengharuskan para ilmuwan untuk meneliti data selama enam tahun yang dikumpulkan Teleskop Sangat Besar (VLT) yang terletak di wilayah Gurun Atacama di Chili Utara.

Dalam data tersebut, para ilmuwan menyelidiki 1.000 bintang masif di wilayah Nebula Tarantula di Awan Magellan Besar untuk menemukan apakah salah satu dari bintang-bintang ini dapat memiliki pendamping lubang hitam yang tidak aktif.

Untuk setiap bintang, tim menganalisis spektrumnya dan mengukur seberapa banyak cahaya yang dipancarkan bintang pada panjang gelombang tertentu. Dan dalam data VFTS 243, para peneliti melihat keanehan di orbit bintang, seperti yang disebabkan oleh lubang hitam yang masif.

(lom/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER