Elon Musk Klaim Ditipu Soal Akuisisi, Twitter Sebut Tak Masuk Akal

CNN Indonesia
Sabtu, 06 Agu 2022 09:40 WIB
Miliarder Elon Musk menuding Twitter telah berbohong agar menandatanganani akuisisi senilai US$44 miliar. Perusahaan pun membantahnya. Twitter membantah klaim Musk bahwa mereka telah menipu sang miliarder. Foto: AFP/DENIS CHARLET
Jakarta, CNN Indonesia --

Twitter membantah klaim miliarder Elon Musk dalam dokumen di pengadilan negeri Delaware bahwa mereka menipu CEO Space X tersebut.

Sebelumnya, Musk dalam dokumen itu mengklaim telah ditipu Twitter agar menandatangani kesepakatan akuisisi.

"Berdasarkan klaim Musk--miliarder pendiri berbagai perusahaan, didampingi oleh para bankir dan pengacara Wall Street--telah ditipu oleh Twitter supaya menandatangani kesepakatan merger senilai US$44 miliar (sekitar Rp660 triliun)," tulis Twitter dalam dokumen yang dirilis pada Kamis (4/8) seperti dilansir Reuters.

"Cerita itu tidak masuk akal dan berlawanan dari fakta yang seharusnya," tulis Twitter lagi.

Dokumen dari Twitter merupakan langkah terkini mereka menuju pengadilan melawan Musk. Sidang antara kedua belah pihak akan berlangsung pada 17 Oktober nanti.

Keduanya harus berhadapan di pengadilan setelah Musk memutuskan menarik diri dari kesepakatan pembelian. Sebelumnya, Musk dilaporkan setuju mengakuisisi Twitter senilai US$44 milyar.

Namun dalam perjalanannya, Musk meminta Twitter membeberkan jumlah akun bot. Twitter pun sudah melakukannya dan mengklaim jumlah akun bot tak sampai 5 persen.

Akan tetapi, Musk merasa jumlahnya lebih tinggi. Ia pun lalu menarik diri dari kesepakatan.

Hal itu membuat Twitter geram dan memutuskan membawa Musk ke Chancery Court, Delaware.

Mengutip Washington Post, Twitter telah mengirim surat permintaan hadir di pengadilan (subpoena) ke beberapa rekan Elon Musk untuk hadir dalam persidangan Oktober nanti. Dalam surat yang dikeluarkan pada Senin (1/8) waktu setempat, sejumlah nama-nama papan atas di Silicon Valley masuk ke dalam surat pemanggilan yang dikeluarkan Twitter.

Nama-nama yang masuk dalam daftar itu adalah investor Chamath Palihapitiya, David Sacks, Steve Jurvetson, Marc Andreessen, Jason Calacanis, dan Keith Rabois. Beberapa nama sebetulnya belum diketahui keterlibatannya dalam kesepakatan antara Musk dan Twitter.

Calacanis dan Sacks diketahui merupakan teman Musk. Sacks bekerja dengan Musk ketika mereka mengoperasikan PayPal, bersama dengan bilioner Peter Thiel. Rabois juga merupakan eksekutif di PayPal dan teman dari Thiel.

Sementara itu, Jurvetson merupakan teman lama Musk yang juga ada di dewan Space X dan Tesla, dua perusahaan milik Musk. Selain nama-nama di atas, Twitter juga mengirim surat pemanggilan ke investor Joe Lonsdale, seorang rekan bisnis Musk dan Thiel.

Losndale diketahui ikut mendirikan Palantir dan pernah bekerja di PayPal. Lewat akun Twitternya, ia menyebut subpoena itu merupakan bagian dari pelecehan besar-besar.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER