Fenomena Langit Desember: Jupiter 'PDKT' ke Bulan hingga Hujan Meteor

CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 18:52 WIB
Bulan Desember diwarnai kehadiran sejumlah fenomena langit mulai dari Jupter yang berada dekat dengan Bulan hingga hujan meteor. Sejumlah fenomena langit akan terjadi pada pengujung tahun ini. Foto: REUTERS/AMIR COHEN
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena langit Desember akan dimulai langsung sejak pembukaan bulan di tanggal 1 lewat kehadiran Mars yang berada pada titik terdekat dengan Bumi dan Jupiter yang menempel dekat ke Bulan.

Total, ada enam fenomena langit yang akan menutup tahun 2022. Dua fenomena terjadi pada tanggal 1 Desember, sementara sisanya menyebar di berbagai tanggal. 

Di antara fenomena langit Desember, hujan meteor Geminids boleh jadi yang paling menarik. Pasalnya, ini akan menjadi hujan meteor terbesar dengan frekuensi 120-160 meteor per jam.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut daftar fenomena langit Desember. 

Jupiter menempel Bulan (1 Desember)

Jupiter akan berada dekat dengan Bulan pada Kamis (1/12) dan mulai dapat dilihat setelah Matahari terbenam. Jupiter bersama dengan Merkurius, Venus, Mars, dan Saturnus merupakan planet yang cukup terang sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Tingkat kecerahan kelima planet ini bahkan melebihi bintang yang paling terang di langit.

Sebagai catatan, Jupiter tidak benar-benar menempel atau dekat dengan Bulan, tetapi berada dekat ketika dilihat dari Bumi karena keduanya berada dalam posisi berdekatan dalam perspektif pengamat di Bumi.

Selain pada tanggal 1, Jupiter juga akan berada dekat dengan Bulan pada 29 dan 30 Desember. Dilansir dari Earth Sky, kedua objek langit ini juga akan berada berdekatan pada 25 Januari mendatang.

Mars terdekat dengan Bumi (1 Desember)


Mars yang dikenal sebagai planet merah akan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi dengan jarak 81,4 juta kilometer. Ini merupakan jarak terdekat Mars dengan Bumi setelah 2020 berada pada jarak 61,9 juta kilometer. Setelah ini, Mars baru akan berada pada jarak terdekat dengan Bumi pada 2033 dengan jarak 63,2 juta kilometer.

Mars dapat dilihat mulai 1 Desember di sepanjang bulan ini. Pada Kamis (1/12), Mars akan tampak di titik tertingginya di Cakrawala. Pengamat bisa menggunakan teropong atau teleskop untuk mengamati tetangga Bumi ini.

Bulan purnama Cold Moon (8 Desember)

Fenomena Bulan Purnama pada Desember disebut juga Cold Moon dalam Old Farmer's Almanac. Di budaya Amerika Utara, Bulan Purnama ini juga disebut sebagai Big Spirit Moon, Blue Moon, dan Snow Moon.

Bulan Purnama ini akan mencapai fase puncaknya pada Kamis (8/12).

Hujan meteor Geminids (14-15 Desember)

Hujan meteor Geminids merupakan salah satu hujan meteor paling besar pada 2022 dengan frekuensi 120 sampai 160 meteor per jam. Meteor ini sebagian berasal dari sisa-sisa komet yang dilewati oleh Bumi, dan sebagian lainnya berasal dari asteroid 3200 Phaethon.

"Dari semua aliran puing yang dilalui Bumi setiap tahun, Geminids adalah yang paling masif," kata astronom NASA Bill Cooke dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Tree Hugger.

"Ketika kita menjumlahkan jumlah puing di aliran Geminids, itu melebihi aliran lain dengan faktor 5 sampai 500," tambahnya.
Untuk menikmati fenomena ini, pengamat dapat mulai melihat ke langit pada 14 Desember sekitar pukul 9 atau 10 malam waktu setempat. Puncak hujan meteor ini diperkirakan akan terjadi pada pukul 2 dini hari.

Titik balik Matahari musim dingin (21 Desember)

Titik balik Matahari musim dingin adalah momen singkat ketika Matahari tepat berada di atas Tropic of Capricorn. Fenomena ini akan berlangsung pada 21 Desember pukul 16:47. EST atau 22 Desember 04:47 WIB.

Titik balik Matahari musim dingin menampilkan malam terpanjang dalam setahun bagi masyarakat yang berada di Belahan Bumi Utara. Kemudian, fenomena ini merupakan penanda akan ada lebih banyak cahaya Matahari di hari-hari dan bulan-bulan berikutnya, karena Matahari berada pada busur terendahnya di langit.

Hujan meteor Ursids (21-22 Desember)

Hujan meteor Ursids merupakan fenomena hujan meteor tahunan dengan frekuensi 10 meteor per jam. Meski tak semasif hujan meteor Geminids, hujan meteor Ursids sempat beberapa kali memukau peneliti dengan intensitas lebih dari 100 meteor per jam.

Pengamat hanya perlu mencari tempat tergelap untuk dapat mengamati hujan meteor yang terjadi pada 21 hingga 22 Desember ini. Pada tahun ini, meteor yang paling redup bahkan dapat dilihat oleh mata telanjang.

Hujan meteor Ursids berasal dari komet 8P/Tuttle dan dilihat di arah konstelasi Ursa Minor.

[Gambas:Video CNN]

(lom/lth)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER