Parasit Seperti di Film Venom Ternyata Ada, Bisa Ubah Serigala

CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 19:52 WIB
Parasit yang membuat inangnya agresif seperti di film Venom ternyata ada di dunia nyata. Parasit yang mirip dengan di film Venom ternyata ada di dunia nyata. Foto: REUTERS/ANDREW COULDRIDGE
Jakarta, CNN Indonesia --

Parasit yang bisa membuat inangnya lebih agresif seperti di film Venom ternyata ada di dunia nyata. Bedanya, parasit itu menjangkiti serigala dan bukan manusia.

Di film Venom, diceritakan sebuah parasit dari luar angkasa menjangkiti Eddie Brock. Parasit itu lalu mengubahnya menjadi semacam monster laba-laba yang agresif dan berkekuatan luar biasa.

Melansir Live Science, parasit sel tunggal yang disebut Toxoplasma gondii bisa membuat serigala yang dijangkitinya lebih agresif dan menjadi pemimpin kelompok atau malah meninggalkannya. Hal itu diketahui para ahli lewat analisa terhadap lebih dari 200 serigala abu-abu di Taman Nasional Yellowstone.

"Kami mengidentifikasi peningkatan yang substansial dalam kemungkinan penyebaran dan menjadi pemimpin kelompok. Kedua perilaku itu termasuk berisiko, di dalam tubuh serigala yang menunjukkan tanda-tanda infeksi T. gondii," tulis para ahli dalam studinya.

"Dua histori perilaku hidup itu mewakili beberapa dari kebanyakan keputusan penting yang dibuat serigala sepanjang hidupnya dan mungkin saja punya dampak dramatis terhadap kebugaran dan distribusi serigala abu-abu serta tingkat kelahiran dan kematian rata-rata di sebuah populasi," tulisnya lagi.

Para ahli tersebut menerbitkan hasil penelitian mereka di jurnal Communications Biology. Toxoplasmosis, penyakit yang disebabkan infeksi T. gondii sebetulnya ada di mana-mana. Meski parasit itu hanya bisa bereproduksi secara seksual dan menuntaskan siklus hidupnya dalam kucing liar (singa, harimau dll), T. gondii juga bisa ada di inang yaang berdarah hangat termasuk 33 persen manusia.

T. gondii bisa memiliki dampak jangka panjang semisal infeksi kronis yang memicu peningkatan testosteron dan perubahan perilaku di manusia. Namun sistem imun yang sehat biasanya cukup untuk menangkal tanda-tanda penyakit serta orang yang biasanya tidak tahan imun hanya memiliki gejala semisal pilek.

Pada kasus serigala abu-abu di Yellowstone, mereka terjangkiti T. gondii lewat berkeliaran di sekitar gunung vulkanis yang sama dengan kucing cougar yang terinfeksi serta lewat memakan feses kucing lain.

Para ahli memeriksa data setara hampir tiga dekade di serigala yang telah ditangkap, dilepas, dan dimonitor di Yellowstone. Mereka menemukan bahwa serigala yang terinfeksi lebih sering terlibat dalam perilaku yang berisiko seperti meninggalkan kelompoknya untuk memulai lagi yang baru.

Selain itu, para serigala yang terinfeksi cenderung dua kali lebih tinggi mengidentifikasi diri mereka sebagai pemimpin kelompok. Alhasil, mereka sering berkelahi dengan serigala lain yang juga menjadi kandidat.

Meski menjadikan inangnya lebih agresif, T. gondii tak lantas membuat serigala itu menjadi pemenang. Serigala hamil yang terinfeksi biasanya malah keguguran, dan serigala yang tak punya rasa takut lebih sering menderita cedera fatal.

Lebih lanjut, serigala yang terinfeksi juga lebih cenderung menimbulkan berbahaya bagi kelompoknya. Itu lantaran mereka tanpa takut memimpin serigala yang lain ke teritori kucing cougar, di mana mereka juga bisa terinfeksi.

"Studi ini menunjukkan level interaksi di dalam komunitas bisa berdampak kepada perilaku individu dan menimbulkan potensi peningkatan ke level pembuat keputusan untuk kelompok," tulis para ahli.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER