Twitter Cekoki Pengguna dengan Akun Tak Dikenal: Demi Konten Terbaik

lth | CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 21:00 WIB
Twitter akan semakin sering menampilkan akun yang tak dikenal ke linimasa pengguna. Twitter akan semakin sering merekomendasikan akun yang tidak dikenal. Foto: AFP/DENIS CHARLET
Jakarta, CNN Indonesia --

Twitter akan semakin sering menampilkan rekomendasi dari akun yang tak diikuti pengguna. Alasannya, Twitter ingin "melebarkan rekomendasi ke seluruh pengguna".

"Kami ingin memastikan setiap orang di Twitter melihat konten terbaik di platform ini. Alhasil, kami melebarkan rekomendasi ke semua pengguna, termasuk yang mungkin tidak melihatnya di masa lalu," tulis Twitter lewat akun Twitter Support seperti dikutip dari Tech Crunch.

"Anda bisa mempelajari hal-hal tentang ini dan bagaimana mengontrol pengalaman Anda dengan baik," tulisnya lagi.

Twitter tak menyediakan informasi detail soal perubahan rekomendasi ini. Namun ada informasi di unggahan mereka sebelumnya yang menyebut, "rekomendasi bisa muncul di linimasa Home Anda, tempat tertentu di dalam kolom Explore, dan di mana pun di Twitter"

Pengguna pun bisa beralih antara lini masa di Home dan "latest tweets" dengan cara mengklik tombol berkilau (sparkle) pada kanan atas linimasa mereka.

Twitter sendiri belum menjelaskan apakah mereka ingin menyodorkan lebih banyak twit rekomendasi ke lini masa home pengguna, ada ada hal lain yang lebih agresif. Terlepas dari hal itu, beberapa pengguna Twitter sudah merasakan perubahan di lini masa home mereka.

Twitter menyediakan dua feeds berbeda: twit terakhir (latest tweets) yang menampilkan secara kronologis twit dari orang yang Anda ikuti, dan "home" yakni koleksi terkurasi dari twit populer orang yang Anda ikuti.

Biasanya, rekomendasi muncul pada jenis feed yang kedua. Meskipun, pengguna tetap akan lebih sering melihat twit dari akun yang mereka ikuti.

Lebih lanjut mengutip The Verge, perubahan ini disebut bisa mendongkrak pertumbuhan Twitter, yang sempat diklaim Elon Musk mencapai rekor tertingi sejak akuisisi. Peningkatan itu merupakan cara penting untuk mengembalikan para pengiklan.

Sebelumnya, beberapa perusahaan besar memutuskan hengkang dari Twitter karena sejumlah akun palsu yang meniru mereka. Selain itu, mereka khawatir dengan kepemimpinan Musk di Twitter.

Di sisi lain, Twitter mengikuti jejak Meta untuk lebih menyodorkan konten berbasis algoritma. Perubahan ini pun menjadi salah satu dari sekian langkah yang dibuat Musk sejak akuisisi 28 Oktober lalu.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER