Ahli Sebut Prediksi Tsunami Jepang Imbas Erupsi Semeru Tak Relevan

CNN Indonesia
Senin, 05 Des 2022 06:44 WIB
Para pakar menilai prediksi Jepang bahwa erupsi Gunung Semeru memicu tsunami tak relevan dan hoaks. Warga Lumajang menyaksikan erupsi Gunung Semeru, Minggu (4/12). Jepang sempat memantau potensi tsunami akibat erupsi ini. (Foto: AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pakar mengungkap erupsi Gunung Semeru tak terkait dengan potensi tsunami, apalagi di Jepang. Apa sebabnya?

Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, sempat mengalami 22 kali letusan usai statusnya naik menjadi Awas, Minggu (4/12) siang. Rangkaian erupsi itu beramplitudo 10-35 mm dengan lama gempa 60-140 detik.

Awan panas guguran Gunung Semeru pun menjangkau kurang lebih 13 kilometer ke arah tenggara meski tidak sampai ke laut.

Pakar Sistem Informasi Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Sandy Budi Wibowo mengatakan erupsi Gunung Semeru tak relevan jika dikaitkan dengan prakiraan tsunami di Jepang karena berbagai sebab.

"Melihat lokasi geografis Gunung Semeru, arah letusan dan magnitude-nya, nampaknya tidak bisa dikaitkan dengan perkiraan tsunami di Jepang," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Minggu (4/12).

Senada, Koordinator Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Oktory Prambada mengatakan erupsi gunung ini tak ada hubunganya dengan tsunami lantaran Semeru berada di darat.

"Tidak ada tsunami ya, erupsi semeru ini kejadiannya di darat dan hanya mendampak 13 kilometer ke arah tenggara semeru," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (4/12).

Bahkan, kata dia, awan panas yang dihasilkan oleh Gunung Semeru ini tak sampai berhembus ke laut. Sehingga tidak ada potensi bencana hingga ke Jepang. Sandy pun tidak tahu dasar perkiraan Jepang yang bersiaga tsunami imbas terjadinya erupsi di Gunung Semeru.

Via media sosial, PVMBG menilai erupsi Gunung Semeru dapat menyebabkan tsunami adalah hoaks.

"Dampak erupsi saat ini adalah abu vulkanik yang dapat mendampak bagian barat daya, barat, dan selatan Gunung Semeru," kicau akun twitter PVMBG.

"Kabar yang beredar bahwa erupsi Semeru dapat menyebabkan tsunami adalah tidak benar," lanjut keterangan tersebut.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang memantau ancaman gelombang tsunami yang meningkat di daerah pesisir negaranya imbas Gunung Semeru

Stasiun Televisi Jepang NHK melaporkan gelombang tsunami bisa mencapai pesisir Prefektur Okinawa secepat-cepatnya sekitar pukul 05.30 GMT atau sekitar 12.30 WIB hari ini.

Okinawa, prefektur di bagian paling selatan Jepang, terdiri dari ratusan pulau yang disebut Kepulauan Ryukyu. Daerah ini juga menjadi basis pangkalan militer Amerika Serikat di Pasifik.

Belakangan, dikutip dari NHK oleh Reuters, Badan Meteorologi Jepang mengatakan tidak ada dampak tsunami dari erupsi Semeru itu.

(can/arh)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER