BMKG Ungkap Potensi Sumber Gempa Tasikmalaya, Sesar Baru?

CNN Indonesia
Selasa, 06 Des 2022 08:56 WIB
Gempa di Tasikmalaya, Jabar, diduga berasal dari sesar aktif yang belum resmi terpetakan sebelumnya. Ilustrasi. Pakar membuka kemungkinan sesar baru di sekitar Tasik. (Foto: iStockphoto/ElsvanderGun)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa di sekitar Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga berasal dari sesar aktif yang belum terpetakan secara resmi sebelumnya. Di manakah itu?

Diberitakan, gempa bumi dengan Magnitudo 2,8 mengguncang Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (4/12) pukul 04.39 WIB. Pusatnya di 7,38 Lintang Selatan dan 108,23 Bujur Timur, atau 8 kilometer Tenggara Kota Tasikmalaya. Kedalamannya 19 kilometer.

Sehari sebelumnya, gempa dengan M 6,4 mengguncang Garut, Jawa Barat, Sabtu (3/12) pukul 16.49 WIB. Lokasinya berada pada 7.49 LS, 107,58 BT, tepatnya 46 km Barat Daya Kabupaten Garut dengan Kedalaman 106 Km.

"Rentetan 3 gempa di Tasikmalaya hari ini menarik dicermati, tjd Pkl 04:34:49 WIB (M2,9) Pkl 04:39:54 WIB (M2,8) & Pkl 09:57:36 WIB (M3,0)," kicau Daryono, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam kicauannya, Senin (5/12).

"Gempa dangkal ini dipicu sesar aktif. Lihatlah peta sumber gempa ini, fokus Tasikmalaya sptny mmg ada struktur sesar arah baratdaya-tenggara," lanjut dia.

Sejauh ini, berdasarkan sejumlah hasil kajian BMKG, ada enam sesar aktif di Jabar, yakni Sesar Cimandiri, Sesar Baribis, Sesar Cipamingkis, Sesar Garsela, Sesar Citarik, dan Sesar Lembang.

Yang paling dekat dari Tasikmalaya adalah sesar Garsela (Garut Selatan). Berbeda dari yang ada, potensi sesar yang ditunjukkan Daryono dalam peta Jawa Barat menunjukkan peta garis sesar baru yang memanjang secara diagonal dari utara (Garut) lalu agak menurun ke selatan (Tasik).

Pakar lainnya juga sempat mengungkap potensi sesar baru di bagian selatan Jabar. Hal ini terkait gempa bumi dengan Magnitudo 5,6 di Cianjur, Senin (21/11). BMKG sempat mengungkap itu dipicu oleh pergerakan Sesar Cimandiri.

Namun demikian, beberapa ahli skeptis. Pasalnya, lokasi episenter gempa berada jauh dari bentangan Sesar Cimandiri.

"Saya yakin ini bukan bagian dari sesar Cimandiri, meskipun arahnya sama," kata Dosen Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Ismawan dikutip dari laman Unpad, Selasa (22/11).

Dia menjelaskan kawasan Cugenang yang menjadi episenter gempa Cianjur berjarak sekitar 10 kilometer di sebelah utara jalur patahan Cimandiri.

Sementara, jalur sesar Cimandiri sendiri bermula dari Palabuhanratu lalu membentang ke arah timur dan berbelok ke utara di sekitar kawasan episenter gempa kemarin.

Dugaan ini juga diperkuat dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa lebar dari sesar Cimandiri adalah berkisar 8-10 meter. Selain itu, kontur dari sesar Cimandiri memiliki kemiringan ke arah selatan, sehingga lokasi episenter gempa dengan kedalaman 10 kilometer dipastikan berada di luar jalur sesar tersebut.

Dia mengungkapkan kemungkinan gempa ini diakibatkan oleh pergerakan sesar baru yang belum banyak diketahui. Jejak-jejak pelurusan sesar tersebut kemungkinan tertutupi oleh endapan gunung api.

"Ini dimungkinkan karena kalau sesar lama biasanya ada jejak-jejak pelurusan yang menunjukkan bahwa di situ ada sesar. Di sana karena batuan vulkanik, jejak pelurusannya itu kelihatan tidak ada," ujarnya.

Ismawan mengatakan, berdasarkan focal mechanism (mekanisme di sumber deformasi) gempa Cianjur, jalur sesar yang belum teridentifikasi tersebut kemungkinan mengarah barat-timur atau utara-selatan.

(tim/arh)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER