Kominfo Ungkap Penyebab Lonjakan Traffic Data Natal dan Tahun Baru

CNN Indonesia
Senin, 26 Des 2022 17:53 WIB
Traffic data diprediksi melonjak di periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Dipakai untuk apa? Ilustrasi. Komunikasi meningkat di era Natal dan Tahun Baru. (Istockphoto/Getty Images/Milan Markovic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) traffic data atau lalu lintas jaringan melonjak di periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Apa alasannya?

"Terjadi peningkatan komunikasi yang meningkat karena ucapan selamat dan sebagainya," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo Ismail, dalam konferensi pers daring, Senin (26/12).

Dia memprediksi lonjakan traffic di tahun ini antara 3 sampai 17 persen dari traffic normal. Jika dibandingkan dengan Nataru tahun sebelumnya, kata Ismail, lonjakan traffic tahun ini bahkan melonjak 4 sampai 19 persen.

Pihaknya pun melakukan koordinasi dengan operator-operator seluler untuk mengantisipasinya.

"Dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan trafik sebagaimana kita ketahui bahwa setiap event nasional atau hari-hari besar selalu terjadi adanya pergerakan masyarakat yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan terjadinya komunikasi yang meningkat," kata dia.

Ismail juga menyebut sudah ada penyiapan fasilitas tambahan agar dapat menampung lonjakan traffic dan pergerakan masyarakat itu.

Bentuknya, penambahan kapasitas jaringan internet untuk fasilitas backbone. Telkom menyiapkan 28,270 Gbps dan ekspansi kapasitas backbone sebesar 5,68 Gbps.

Sementara, Telkomsel meningkatkan kapasitas internet gateway-nya dari 88,812 Gbps menjadi 11,052 Gbps, Indosat Ooredoo Hutchison meningkatkan jaringan dari 5,466 Gbps menjadi 7,273 Gbps, XL Axiata sampai dengan 6 Gbps dan Smartfren dari 3,48 menjadi 4,35 Gbps.

"Untuk periode Natal dan Tahun Baru ini terutama posisi Natal kemarin tanggal 25 Alhamdulillah kita melihat tidak ada terjadinya gangguan yang signifikan yang terjadi akibat dari lonjakan traffic tersebut," ujar Ismail.

"Semoga seluruh rekan-rekan operator telekomunikasi tetap mampu mengatasi dan mengantisipasi terjadinya lonjakan trafik tersebut," sambungnya.

Di luar itu, ada penyiapan infrastruktur telekomunikasi untuk memperkuat layanan saat lonjakan traffic terjadi. Misalnya, optimasi kualitas dan kapasitas di jaringan di titik-titik keramaian, menambah BTS baru, dan menyiapkan mobile BTS, serta proses rehearsal atau tes jaringan dan melakukan drive test.

Sebelumnya, sejumlah operator selular seperti Telkomsel dan XL Axiata sudah memprediksi lonjakan trafik jelang peringatan Nataru.

Group Head Corporate Communication XL Axiata memprediksi ada dua sampai tiga kali lipat dibandingkan trafik harian, atau naik 25 persen dari Nataru tahun lalu.

"XL Axiata memprediksi akan terjadi peningkatan trafik mencapai 2-3 kali lipat dibandingkan rata-rata trafik pada kondisi normal hari biasa, dan naik sekitar 25 persen dibandingkan trafik Nataru tahun lalu," ujar dia lewat keterangan tertulis, Selasa (20/12).

Sedangkan Telkomsel memprediksi adanya lonjakan trafik pengguna selama momen perayaan Nataru sebesar 17,6 persen dibandingkan dengan rerata hari biasa, dengan total payload mencapai 52,5 petabyte.

"Diproyeksikan nanti trafik data kita akan naik 17,6 persen jika dibandingkan dengan normal day dan jika dibandingkan dengan natal dan tahun baru tahun lalu, kenaikannya cukup lumayan yaitu 19,1 persen," kata Vice President Network Assistant, Security, and Operations Center Telkomsel Galumbang Pasaribu saat konferensi pers di kantornya, Senin (19/12).

(can/arh)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER