Gelombang Panas Terjang Asia, Indonesia Ikut Merasakan
CNN Indonesia
Kamis, 20 Apr 2023 14:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Negara-negara di Asia tengah dilanda cuaca panas imbas gelombang panas April yang terjadi. (iStock/PraewBlackWhile)
Jakarta, CNN Indonesia --
Cuaca belakangan kian terasa panas. Negara-negara di Asia tengah dilanda cuaca panas imbas gelombang panas April yang terjadi. Indonesia juga turut merasakan panasnya cuaca akhir-akhir ini.
CNN melaporkan sejumlah negara di Asia Tenggara bahkan memecahkan rekor suhu terpanasnya. Sejarawan Cuaca Maximiliano Herrera menyebut suhu di Luang Prabang, Laos baru mencetak rekor baru dengan menyentuh 42,7 derajat celcius pada Selasa (18/4) lalu.
Dalam kicauan di Twitter, Herrera menyebut Myanmar juga mencetak rekor suhu pada Senin saat daerah Kalewa di Sagaing Tengah mencapai 44 derajat celcius.
Kemudian Thailand mencapai suhu 45 derajat celcius selama akhir pekan. Berdasarkan data dari Departemen Meteorologi Thailand, Herrera mengatakan Kota Tak di bagian barat laut negara itu juga mencapai 45,4 derajat celcius pada Sabtu (15/4).
Pemerintah Thailand mengeluarkan peringatan kesehatan untuk beberapa provinsi karena indeks panas diperkirakan mencapai 50,2 derajat Cclcius di distrik Bang Na di ibu kota Bangkok.
Pada Selasa (18/4), Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha menyatakan keprihatinan atas suhu tinggi yang berbahaya di berbagai bagian Thailand. Dalam pernyataan Kantor Perdana Menteri, disebutkan suhu dapat mencapai 52,3 derajat celcius.
Adapun kondisi panas di Thailand diperparah oleh musim kabut asap yang intens dan menyebabkan tingkat polusi melonjak.
Kota Chiang Mai menduduki peringkat kota paling tercemar di dunia selama tujuh hari berturut-turut. Hal itu dikarenakan asap dari kebakaran hutan dan pembakaran tanaman yang meluas memperburuk kualitas udara.
Setidaknya, ada satu rumah sakit yang mengatakan kapasitas bangsal mereka telah penuh karena diisi pasien dengan masalah pernapasan.
Selanjutnya, suhu panas juga telah menyebar luas di seluruh China. Pada Selasa (18/4), negara itu mencatat suhu 42,4 derajat celcius di Yuanyang atau hanya selisih 0,3 derajat dari rekor seluruh bagian negara sebulan terakhir.
Ahli Iklim Jim Yang mengatakan pada Senin (17/4) bahwa lebih dari 100 stasiun cuaca di 12 provinsi mencatat rekor suhu dalam sebulan terakhir.
Sementara itu, setidaknya 13 orang meninggal dunia karena tersengat gelombang panas setelah menghadiri salah satu upacara penghargaan kenegaraan di Maharashtra, India, pada Minggu (16/4).
Seorang pejabat polisi kota mengonfirmasi jumlah korban itu. Selain itu, sekitar 50 hingga 60 orang juga dirawat di rumah sakit di Navi Mumbai, kota tempat upacara digelar.
CNN melaporkan jumlah total korban terpaan suhu dahsyat itu diyakini jauh lebih tinggi karena banyak warga diduga sudah mencari perawatan medis di daerah tempat tinggal masing-masing.
Kala itu, lebih dari satu juta orang mengikuti upacara untuk Maharashtra Bhushan, sebuah penghargaan sipil yang diberikan oleh pemerintah negara bagian, pada Minggu.
Belakangan, suhu di negara bagian India itu belakangan memang sedang tinggi-tingginya. Suhu di Maharashtra pada Minggu tercatat mencapai 38 derajat Celsius.
Lanjut ke sebelah..
Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) juga mengalami cuaca panas belakangan ini.
BMKG mengungkap Jabodetabek belum masuk musim kemarau. Adapun yang tengah terjadi saat ini adalah pancaroba atau masa peralihan. Karenanya, masih ada yang hujan dan ada pula yang kering.
"Jakarta sendiri diprakirakan masuk musim kemarau pada bulan Juni, untuk Bekasi utara masuk bulan Mei," jawab Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto pada Rabu (12/4).
Guswanto menjelaskan cuaca panas di Jabodetabek ini didorong sejumlah faktor, termasuk pancaroba atau peralihan musim
"Untuk Panas di Jabodetabek saat ini lebih cenderung disebabkan oleh kondisi Pancaroba menuju musim kemarau," ujar dia.
Menurut Guswanto, kondisi seperti ini berpotensi terjadi hingga Puncak Musim Kemarau bulan Agustus atau September 2023.
Selain itu, Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko menambahkan paparan UV yang tinggi berpotensi terjadi di daerah yang cerah.
"Memang untuk lokasi yang kondisi umum cuacanya diperkirakan cerah-berawan pada pagi sampai dengan siang hari untuk beberapa hari ke depan dapat berpotensi menyebabkan indeks ultraviolet pada kategori 'very high' dan 'extreme' di siang hari," jelas Hary, Rabu (12/4).
Hary menjelaskan pola UV ini dipengaruhi pula oleh posisi dan waktu pergerakan Matahari serta kondisi tutupan awan di suatu wilayah.
"Bulan April, posisi semu Matahari masih ada di sekitar dekat ekuator, dan menunjukkan fase gerak semu ke utara hingga Juni nanti, yang berdampak penyinaran matahari lebih optimum ke wilayah Indonesia," terang Hary.
Menurut situs Edusainsa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena ekuinoks, yakni posisi Matahari tepat di khatulistiwa, sempat terjadi di RI dengan puncak pada 21 Maret.
Saat itu, durasi siang dan malam di seluruh bagian dunia sama panjang, Matahari terbit tepat di timur dan tenggelam di barat.
Saat ekuinoks, peneliti Pusat Riset dan Antariksa BRIN Andi Pangerang mengatakan, "intensitas radiasi Matahari yang diterima di ekuator Bumi bernilai maksimum."
Selain itu, dia pun mengakui secara tidak langsung posisi Matahari ini memang dapat meningkatkan kenaikan suhu karena radiasinya berbanding lurus terhadap suhu permukaan Bumi.
Jakarta, CNN Indonesia --
Cuaca belakangan kian terasa panas. Negara-negara di Asia tengah dilanda cuaca panas imbas gelombang panas April yang terjadi. Indonesia juga turut merasakan panasnya cuaca akhir-akhir ini.
CNN melaporkan sejumlah negara di Asia Tenggara bahkan memecahkan rekor suhu terpanasnya. Sejarawan Cuaca Maximiliano Herrera menyebut suhu di Luang Prabang, Laos baru mencetak rekor baru dengan menyentuh 42,7 derajat celcius pada Selasa (18/4) lalu.
Dalam kicauan di Twitter, Herrera menyebut Myanmar juga mencetak rekor suhu pada Senin saat daerah Kalewa di Sagaing Tengah mencapai 44 derajat celcius.
Kemudian Thailand mencapai suhu 45 derajat celcius selama akhir pekan. Berdasarkan data dari Departemen Meteorologi Thailand, Herrera mengatakan Kota Tak di bagian barat laut negara itu juga mencapai 45,4 derajat celcius pada Sabtu (15/4).
Pemerintah Thailand mengeluarkan peringatan kesehatan untuk beberapa provinsi karena indeks panas diperkirakan mencapai 50,2 derajat Cclcius di distrik Bang Na di ibu kota Bangkok.
Pada Selasa (18/4), Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha menyatakan keprihatinan atas suhu tinggi yang berbahaya di berbagai bagian Thailand. Dalam pernyataan Kantor Perdana Menteri, disebutkan suhu dapat mencapai 52,3 derajat celcius.
Adapun kondisi panas di Thailand diperparah oleh musim kabut asap yang intens dan menyebabkan tingkat polusi melonjak.
Kota Chiang Mai menduduki peringkat kota paling tercemar di dunia selama tujuh hari berturut-turut. Hal itu dikarenakan asap dari kebakaran hutan dan pembakaran tanaman yang meluas memperburuk kualitas udara.
Setidaknya, ada satu rumah sakit yang mengatakan kapasitas bangsal mereka telah penuh karena diisi pasien dengan masalah pernapasan.
Selanjutnya, suhu panas juga telah menyebar luas di seluruh China. Pada Selasa (18/4), negara itu mencatat suhu 42,4 derajat celcius di Yuanyang atau hanya selisih 0,3 derajat dari rekor seluruh bagian negara sebulan terakhir.
Ahli Iklim Jim Yang mengatakan pada Senin (17/4) bahwa lebih dari 100 stasiun cuaca di 12 provinsi mencatat rekor suhu dalam sebulan terakhir.
Sementara itu, setidaknya 13 orang meninggal dunia karena tersengat gelombang panas setelah menghadiri salah satu upacara penghargaan kenegaraan di Maharashtra, India, pada Minggu (16/4).
Seorang pejabat polisi kota mengonfirmasi jumlah korban itu. Selain itu, sekitar 50 hingga 60 orang juga dirawat di rumah sakit di Navi Mumbai, kota tempat upacara digelar.
CNN melaporkan jumlah total korban terpaan suhu dahsyat itu diyakini jauh lebih tinggi karena banyak warga diduga sudah mencari perawatan medis di daerah tempat tinggal masing-masing.
Kala itu, lebih dari satu juta orang mengikuti upacara untuk Maharashtra Bhushan, sebuah penghargaan sipil yang diberikan oleh pemerintah negara bagian, pada Minggu.
Belakangan, suhu di negara bagian India itu belakangan memang sedang tinggi-tingginya. Suhu di Maharashtra pada Minggu tercatat mencapai 38 derajat Celsius.
Lanjut ke sebelah..
Indonesia juga alami cuaca panas
Ilustrasi. Negara-negara di Asia tengah dilanda cuaca panas imbas gelombang panas April yang terjadi. (iStock/fizkes)
Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) juga mengalami cuaca panas belakangan ini.
BMKG mengungkap Jabodetabek belum masuk musim kemarau. Adapun yang tengah terjadi saat ini adalah pancaroba atau masa peralihan. Karenanya, masih ada yang hujan dan ada pula yang kering.
"Jakarta sendiri diprakirakan masuk musim kemarau pada bulan Juni, untuk Bekasi utara masuk bulan Mei," jawab Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto pada Rabu (12/4).
Guswanto menjelaskan cuaca panas di Jabodetabek ini didorong sejumlah faktor, termasuk pancaroba atau peralihan musim
"Untuk Panas di Jabodetabek saat ini lebih cenderung disebabkan oleh kondisi Pancaroba menuju musim kemarau," ujar dia.
Menurut Guswanto, kondisi seperti ini berpotensi terjadi hingga Puncak Musim Kemarau bulan Agustus atau September 2023.
Selain itu, Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko menambahkan paparan UV yang tinggi berpotensi terjadi di daerah yang cerah.
"Memang untuk lokasi yang kondisi umum cuacanya diperkirakan cerah-berawan pada pagi sampai dengan siang hari untuk beberapa hari ke depan dapat berpotensi menyebabkan indeks ultraviolet pada kategori 'very high' dan 'extreme' di siang hari," jelas Hary, Rabu (12/4).
Hary menjelaskan pola UV ini dipengaruhi pula oleh posisi dan waktu pergerakan Matahari serta kondisi tutupan awan di suatu wilayah.
"Bulan April, posisi semu Matahari masih ada di sekitar dekat ekuator, dan menunjukkan fase gerak semu ke utara hingga Juni nanti, yang berdampak penyinaran matahari lebih optimum ke wilayah Indonesia," terang Hary.
Menurut situs Edusainsa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena ekuinoks, yakni posisi Matahari tepat di khatulistiwa, sempat terjadi di RI dengan puncak pada 21 Maret.
Saat itu, durasi siang dan malam di seluruh bagian dunia sama panjang, Matahari terbit tepat di timur dan tenggelam di barat.
Saat ekuinoks, peneliti Pusat Riset dan Antariksa BRIN Andi Pangerang mengatakan, "intensitas radiasi Matahari yang diterima di ekuator Bumi bernilai maksimum."
Selain itu, dia pun mengakui secara tidak langsung posisi Matahari ini memang dapat meningkatkan kenaikan suhu karena radiasinya berbanding lurus terhadap suhu permukaan Bumi.