Salah satu pameran lukisan karya AI. Ilustrasi. Berikut beberapa cara untuk mengenali foto hasil rekayasa kecerdasan buatan. (AFP via Getty Images/SIMON WOHLFAHRT)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kemampuan kecerdasan buatan (AI) mengolah foto kerap membuat orang terkecoh dan gagal membedakan yang asli dan yang palsu. Lantas, bagaimana cara menghindari hal tersebut?
Beberapa foto karya AI sudah beredar luas di internet misalnya foto Donald Trump di balik penjara, foto Vladimir Putin berlutut di hadapan Xi Jinping dll. Sepintas, foto-foto itu terlihat asli dan bisa mengecoh mata.
AFP melaporkan AI seperti Midjourney, DALL-E, Craiyon, atau Stable Diffusion dapat menghasilkan jumlah foto yang tak terhingga dari basis data yang besar.
"Ketika AI menghasilkan foto (dari awal), umumnya ia tidak mengambil dari satu sumber foto saja," kata David Fischinger, spesialis dan insinyur AI di Institut Teknologi Austria. "Ada ribuan bahkan jutaan foto yang menjadi basis untuk AI mempelajari parameternya," katanya menambahkan.
Kebanyakan orang menggunakan AI itu untuk tujuan humor atau artistik. Namun bisa juga AI digunakan untuk menghasilkan foto yang berdampak politis.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar tak terkecoh foto rekayasa AI dikutip dari AFP:
Kembali ke sumber foto
Para ahli mengatakan satu petunjuk penting adalah menemukan foto pertama ketika diunggah ke jagat maya. Dalam beberapa kasus, sebagian kreator mengakui foto itu dibuat oleh AI dan menunjukkan alat yang digunakan.
Pencarian foto terbalik atau reverse image dapat membantu melihat apakah foto tersebut telah ada di indeks mesin pencari dan menemukan unggahan lama dengan foto yang sama.
Metode ini cukup ampuh saat digunakan untuk menemukan foto dugaan pertengkaran hebat antara mantan presiden AS Donald Trump dan petugas polisi yang menangkapnya.
Jika Anda tidak dapat menemukan foto aslinya, reverse image dapat menghasilkan versi foto dengan kualitas lebih baik jika foto itu telah dipotong atau dimodifikasi saat dibagikan. Foto yang lebih tajam akan lebih mudah dianalisis untuk kesalahan yang mungkin menunjukkan montase.
Pencarian reverse image juga akan menemukan foto serupa, yang dapat bermanfaat untuk membandingkan foto potensial yang dihasilkan AI dengan foto dari sumber yang dapat dipercaya.
Untuk satu foto viral yang diduga menunjukkan Putin berlutut di depan Xi, pengguna Twitter seperti jurnalis Italia David Puente menunjukkan bahwa dekorasi di ruangan itu berbeda dari foto yang diterbitkan oleh media yang meliput acara tersebut.
Watermark hingga inkonsistensi di halaman berikutnya...
Petunjuk visual: Watermark
Bahkan tanpa mengetahui sumber foto, Anda juga dapat menganalisis foto itu sendiri menggunakan petunjuk visual lain. Terkadang petunjuk tersembunyi di dalam foto, seperti watermark atau tanda air digunakan oleh beberapa AI.
DALL-E, misalnya, secara otomatis menghasilkan bilah warna-warni di kanan bawah semua fotonya. Crayion menempatkan pensil merah kecil di tempat yang sama.
Tetapi tidak semua foto yang dihasilkan AI memiliki watermark dan ini dapat dihapus, dipotong, atau disembunyikan.
Tina Nikoukhah, seorang mahasiswa doktoral yang mempelajari pemrosesan foto di ENS Paris-Saclay University mengatakan jika ragu, seseorang bisa melihat grain pada foto yang akan sangat berbeda untuk foto yang dihasilkan AI dengan grain foto asli.
Terlepas dari kemajuan meteorik dalam AI Generatif, kesalahan kerap muncul dalam konten yang dihasilkannya. Hal tersebut merupakan cara terbaik untuk mengenali foto palsu.
"Beberapa karakteristik, seringkali sama, menimbulkan masalah bagi AI. Ketidakkonsistenan dan artefak inilah yang harus diteliti dengan cermat, seperti dalam permainan menemukan perbedaannya," kata Terrasi dari Draft & Goal.
Namun Verdoliva dari Frederick II University of Naples memperingatkan metode moderasi terus meningkat dari waktu ke waktu dan menunjukkan semakin sedikit artefak inkonsistensi visual.
"Jadi saya tidak akan bergantung pada petunjuk visual dalam jangka panjang," kata dia.
Contoh inkonsistensi visual terjadi saat jurnalis AFP menunjukkan pada Februari 2023 foto seorang polisis memiliki enam jari sedang memeluk seorang demonstran. Foto itu diklaim diambil pada demonstrasi menentang reformasi Prancis 7 Maret 2023.
Cara yang baik untuk mengenali anomali ini adalah dengan mengintip latar belakang (background) foto. Meskipun pada pandangan pertama foto tampak normal, foto yang dihasilkan AI sering menampilkan kesalahan.
"Semakin jauh suatu elemen, semakin banyak objek yang kabur, terdistorsi, dan memiliki perspektif yang salah," kata Terrasi.
Dalam foto palsu pertemuan antara Xi dan Putin, garis pada kolom tidak lurus. Kepala pemimpin Rusia itu juga tampak tidak proporsional dibandingkan bagian tubuhnya yang lain yang menjadi salah satu temuan ketidakkonsistenan gambar yang dihasilkan AI.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kemampuan kecerdasan buatan (AI) mengolah foto kerap membuat orang terkecoh dan gagal membedakan yang asli dan yang palsu. Lantas, bagaimana cara menghindari hal tersebut?
Beberapa foto karya AI sudah beredar luas di internet misalnya foto Donald Trump di balik penjara, foto Vladimir Putin berlutut di hadapan Xi Jinping dll. Sepintas, foto-foto itu terlihat asli dan bisa mengecoh mata.
AFP melaporkan AI seperti Midjourney, DALL-E, Craiyon, atau Stable Diffusion dapat menghasilkan jumlah foto yang tak terhingga dari basis data yang besar.
"Ketika AI menghasilkan foto (dari awal), umumnya ia tidak mengambil dari satu sumber foto saja," kata David Fischinger, spesialis dan insinyur AI di Institut Teknologi Austria. "Ada ribuan bahkan jutaan foto yang menjadi basis untuk AI mempelajari parameternya," katanya menambahkan.
Kebanyakan orang menggunakan AI itu untuk tujuan humor atau artistik. Namun bisa juga AI digunakan untuk menghasilkan foto yang berdampak politis.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar tak terkecoh foto rekayasa AI dikutip dari AFP:
Kembali ke sumber foto
Para ahli mengatakan satu petunjuk penting adalah menemukan foto pertama ketika diunggah ke jagat maya. Dalam beberapa kasus, sebagian kreator mengakui foto itu dibuat oleh AI dan menunjukkan alat yang digunakan.
Pencarian foto terbalik atau reverse image dapat membantu melihat apakah foto tersebut telah ada di indeks mesin pencari dan menemukan unggahan lama dengan foto yang sama.
Metode ini cukup ampuh saat digunakan untuk menemukan foto dugaan pertengkaran hebat antara mantan presiden AS Donald Trump dan petugas polisi yang menangkapnya.
Jika Anda tidak dapat menemukan foto aslinya, reverse image dapat menghasilkan versi foto dengan kualitas lebih baik jika foto itu telah dipotong atau dimodifikasi saat dibagikan. Foto yang lebih tajam akan lebih mudah dianalisis untuk kesalahan yang mungkin menunjukkan montase.
Pencarian reverse image juga akan menemukan foto serupa, yang dapat bermanfaat untuk membandingkan foto potensial yang dihasilkan AI dengan foto dari sumber yang dapat dipercaya.
Untuk satu foto viral yang diduga menunjukkan Putin berlutut di depan Xi, pengguna Twitter seperti jurnalis Italia David Puente menunjukkan bahwa dekorasi di ruangan itu berbeda dari foto yang diterbitkan oleh media yang meliput acara tersebut.
Watermark hingga inkonsistensi di halaman berikutnya...
Water Mark dan Background yang Inkonsisten
Ilustrasi. Kecerdasan buatan jadi tren usai kemunculan ChatGPT. (Istockphoto/metamorworks)
Petunjuk visual: Watermark
Bahkan tanpa mengetahui sumber foto, Anda juga dapat menganalisis foto itu sendiri menggunakan petunjuk visual lain. Terkadang petunjuk tersembunyi di dalam foto, seperti watermark atau tanda air digunakan oleh beberapa AI.
DALL-E, misalnya, secara otomatis menghasilkan bilah warna-warni di kanan bawah semua fotonya. Crayion menempatkan pensil merah kecil di tempat yang sama.
Tetapi tidak semua foto yang dihasilkan AI memiliki watermark dan ini dapat dihapus, dipotong, atau disembunyikan.
Tina Nikoukhah, seorang mahasiswa doktoral yang mempelajari pemrosesan foto di ENS Paris-Saclay University mengatakan jika ragu, seseorang bisa melihat grain pada foto yang akan sangat berbeda untuk foto yang dihasilkan AI dengan grain foto asli.
Terlepas dari kemajuan meteorik dalam AI Generatif, kesalahan kerap muncul dalam konten yang dihasilkannya. Hal tersebut merupakan cara terbaik untuk mengenali foto palsu.
"Beberapa karakteristik, seringkali sama, menimbulkan masalah bagi AI. Ketidakkonsistenan dan artefak inilah yang harus diteliti dengan cermat, seperti dalam permainan menemukan perbedaannya," kata Terrasi dari Draft & Goal.
Namun Verdoliva dari Frederick II University of Naples memperingatkan metode moderasi terus meningkat dari waktu ke waktu dan menunjukkan semakin sedikit artefak inkonsistensi visual.
"Jadi saya tidak akan bergantung pada petunjuk visual dalam jangka panjang," kata dia.
Contoh inkonsistensi visual terjadi saat jurnalis AFP menunjukkan pada Februari 2023 foto seorang polisis memiliki enam jari sedang memeluk seorang demonstran. Foto itu diklaim diambil pada demonstrasi menentang reformasi Prancis 7 Maret 2023.
Cara yang baik untuk mengenali anomali ini adalah dengan mengintip latar belakang (background) foto. Meskipun pada pandangan pertama foto tampak normal, foto yang dihasilkan AI sering menampilkan kesalahan.
"Semakin jauh suatu elemen, semakin banyak objek yang kabur, terdistorsi, dan memiliki perspektif yang salah," kata Terrasi.
Dalam foto palsu pertemuan antara Xi dan Putin, garis pada kolom tidak lurus. Kepala pemimpin Rusia itu juga tampak tidak proporsional dibandingkan bagian tubuhnya yang lain yang menjadi salah satu temuan ketidakkonsistenan gambar yang dihasilkan AI.