Menyapa Burung-burung Hingga Patung di Tempat Riset Kekinian Animalium
CNN Indonesia
Jumat, 30 Jun 2023 06:54 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Animalium BRIN, Cibinong, berkonsep eduwisata. (CNN Indonesia/Chandra Erlangga)
Kabupaten Bogor, CNN Indonesia --
Fasilitas riset tak selalu sekaku gambaran umum di film-film. Animalium, laboratorium hidup milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberi warna yang bisa membuatnya jadi alternatif wisata keluarga saat libur panjang.
Wahana edukasi wisata satwa ini terletak di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno BRIN, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare, operasionalnya baru dibuka untuk pengunjung pada Maret 2023.
Marketing Public Relation Animalium Rica Crystaliani mengatakan Animalium merupakan fasilitas untuk meriset satwa-satwa liar yang di dalamnya terdapat patung peraga satwa hingga hewan hidup sekaligus.
"Di dalamnya ini ada museum dan juga satwa-satwa yang hidup, jadi kita gabungkan menjadi edukasi wisata. Jadi ini konsepnya untuk beredukasi sambil berwisata," kata dia kepada wartawan di lokasi, Selasa (27/6).
Yang membedakan Animalium dengan wisata lainnya adalah satwa-satwa liar ini dirawat dan ditampilkan kepada pengunjung sebagai bahan pembelajaran sekaligus diteliti para periset.
"Pengunjung yang membeli paket edukasi akan mendapatkan binder, di mana, di dalam binder tersebut isinya terdapat soal-soal, pertanyaan tentang satwa, dan jawabannya ada di Animalium," tutur dia.
Animalium juga memiliki 5 lobi, 5 exhibit, dan 5 kandang burung aviary.
"Untuk aviary-nya sendiri, kita membuat kandang yang sama persis dengan habitat aslinya, ada forest floor, river stream, bird of prey, dan macam-macam lainnya," papar Rica.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, Selasa (27/6), sejumlah rumah hewan tersusun rapi di tiap kluster. Mulai dari burung (aves), ikan (pisces), reptil (herpetofauna), serangga (invertebrata), hingga mamalia.
Pengunjung juga dapat menikmati deretan unggas liar yang terbilang lengkap dari berbagai daerah Nusantara.
Namun, beberapa kandang satwa tampak masih kosong. Di samping itu, ada yang tanpa keterangan jenis hewan, seperti di kluster musang.
Fasilitas umum di dalamnya pun terbilang lengkap. Toliet umum, sarana ibadah dan pendingin ruangan juga sudah tersedi di berbagai sela bangunan.
Hanya saja, di Animalium terlihat baru ada satu restoran. Jadi, pengunjung bisa membawa makanan dan minuman dari rumah untuk mengantisipasi keterbatasan layanan.
Satwa BRIN
Rica menjelaskan hewan yang dipajang merupakan hewan riset milik peneliti BRIN. Jika para ilmuwan ingin melakukan penelitian pada satwa, maka mereka bisa langsung mendatangi Animalium.
"Punya BRIN," kata Rica saat ditanya soal kepemilikan satwa ini.
"Kalau peneliti ingin melakukan penelitian BRIN-nya yang ke lokasi kami. Ini kan masih satu kawasan riset, menelitinya di Animalium. Kan kita difasilitasi oleh BRIN gitu," terangnya.
Rica belum bisa merinci dengan pasti berapa banyak jenis satwa yang dipamerkan. Namun, ia menyebut akan menambah koleksi satwa hingga nanti Grand Opening dilangsungkan pada Juli 2023.
"Untuk perampungannya kira-kira Insyallah bulan Juli dibarengi grand opening kami. Kita membuat kandang yang sama persis dengan [habitat] yang aslinya," tutur dia.
Tiket dan jalur di halaman berikutnya...
Tiket
Animalium buka setiap hari, kecuali Senin, pukul 9 pagi hingga 5 sore. Untuk Senin, terang Rica, dilakukan perawatan (maintenance) untuk satwa dan lingkungan.
Tarif masuk Animalium terbilang murah. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek mulai dari Rp75 hingga Rp100 ribu.
"Tergantung paket edukasi. Jadi kita tidak menjual tiket, tapi kita menjual paket edukasi, di mana isinya ada binder juga," kata Rica.
Dikutip dari akun Instagram-nya, Animalium mengaku "tidak menjual tiket masuk ya, namun kami menawarkan Paket Edukasi berupa Modul Binder berisi soal-soal tentang satwa beserta alat tulisnya (untuk TK A - Universitas)."
Binder itu berisi soal-soal yang jawabanya bisa diisi sembari membaca lembar informasi dari setiap jenis satwa.
"Dan utk dewasa / orang tua mendapatkan modul berupa Booklet," lanjut keterangan itu.
Rixa menjelaskan animo masyarakat untuk berkunjung ke Animalium terbilang baik. Terlebih dengan adanya sesi libuean sekolah dan Idul Adha pada pekan ini.
Pada saat awal buka, ia menyebut pengunjung hanya sekitar 30-50 orang. Kini, angka pengunjung bisa tembus ratusan pengunjung per harinya terlebih di masa libur sekolah.
"Awal-awal kita buka, pengunjung hanya 30 sampai 50-an orang. Sekarang bisa tembus lebih dari 500 orang pada weekend," terang Rica.
Salah satu pengunjung, Novianto, mengaku hendak mengenalkan anaknya yang masih berusia 2 tahun ke satwa liar.
"Saya ke sini karena ingin mengenalkan hewan-hewan sejak dini kepada anak saya. Menurut saya bagus. Cuma fasilitasnya belum lengkap," kata dia, yang berdomisili di Depok ini, dikutip dari keterangan BRIN.
Dia mengaku mendapatkan informasi terkait Animalium dari media sosial Instagram.
Cara ke lokasi
Animalium boleh dijadikan list sebagai wisata edukasi bagi anak-anak. Jarak tempuh menggunakan mobil dari Jakarta Pusat hanya sekitar 1 jam.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, Tol Jagorawi jadi rute terpendek dari Jakarta. Dari Exit Tol Sirkuit Sentul, jarak ke lokasi tinggal sekitar 5 menit lagi.
Sebagai patokannya, saat keluar tol, Anda akan melihat Tugu Pancakarsa. Pilih belok kanan, masuk underpass, lalu lurus terus sampai bertemu lampu merah pertama.
Ambil belokan ke kanan sampai bertemu gerbang BRIN Cibinong untuk kemudian putar balik di U Turn terdekat menuju lokasi.
Sementara, pengunjung yang memakai transportasi umum harus sedikit berolahraga. Memang, masih ada angkot dari Stasiun Cibinong ke depan gerbang Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno BRIN.
Namun, belum ada angkutan dari depan pintu masuk utama ke Animalium yang jaraknya sekitar 800 meter atau 10 menit berjalan kaki.
Tertantang? Tak ada salahnya jajaki Animalium bersama keluarga!
Fasilitas riset tak selalu sekaku gambaran umum di film-film. Animalium, laboratorium hidup milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberi warna yang bisa membuatnya jadi alternatif wisata keluarga saat libur panjang.
Wahana edukasi wisata satwa ini terletak di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno BRIN, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare, operasionalnya baru dibuka untuk pengunjung pada Maret 2023.
Marketing Public Relation Animalium Rica Crystaliani mengatakan Animalium merupakan fasilitas untuk meriset satwa-satwa liar yang di dalamnya terdapat patung peraga satwa hingga hewan hidup sekaligus.
"Di dalamnya ini ada museum dan juga satwa-satwa yang hidup, jadi kita gabungkan menjadi edukasi wisata. Jadi ini konsepnya untuk beredukasi sambil berwisata," kata dia kepada wartawan di lokasi, Selasa (27/6).
Yang membedakan Animalium dengan wisata lainnya adalah satwa-satwa liar ini dirawat dan ditampilkan kepada pengunjung sebagai bahan pembelajaran sekaligus diteliti para periset.
"Pengunjung yang membeli paket edukasi akan mendapatkan binder, di mana, di dalam binder tersebut isinya terdapat soal-soal, pertanyaan tentang satwa, dan jawabannya ada di Animalium," tutur dia.
Animalium juga memiliki 5 lobi, 5 exhibit, dan 5 kandang burung aviary.
"Untuk aviary-nya sendiri, kita membuat kandang yang sama persis dengan habitat aslinya, ada forest floor, river stream, bird of prey, dan macam-macam lainnya," papar Rica.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, Selasa (27/6), sejumlah rumah hewan tersusun rapi di tiap kluster. Mulai dari burung (aves), ikan (pisces), reptil (herpetofauna), serangga (invertebrata), hingga mamalia.
Pengunjung juga dapat menikmati deretan unggas liar yang terbilang lengkap dari berbagai daerah Nusantara.
Namun, beberapa kandang satwa tampak masih kosong. Di samping itu, ada yang tanpa keterangan jenis hewan, seperti di kluster musang.
Fasilitas umum di dalamnya pun terbilang lengkap. Toliet umum, sarana ibadah dan pendingin ruangan juga sudah tersedi di berbagai sela bangunan.
Hanya saja, di Animalium terlihat baru ada satu restoran. Jadi, pengunjung bisa membawa makanan dan minuman dari rumah untuk mengantisipasi keterbatasan layanan.
Satwa BRIN
Rica menjelaskan hewan yang dipajang merupakan hewan riset milik peneliti BRIN. Jika para ilmuwan ingin melakukan penelitian pada satwa, maka mereka bisa langsung mendatangi Animalium.
"Punya BRIN," kata Rica saat ditanya soal kepemilikan satwa ini.
"Kalau peneliti ingin melakukan penelitian BRIN-nya yang ke lokasi kami. Ini kan masih satu kawasan riset, menelitinya di Animalium. Kan kita difasilitasi oleh BRIN gitu," terangnya.
Rica belum bisa merinci dengan pasti berapa banyak jenis satwa yang dipamerkan. Namun, ia menyebut akan menambah koleksi satwa hingga nanti Grand Opening dilangsungkan pada Juli 2023.
"Untuk perampungannya kira-kira Insyallah bulan Juli dibarengi grand opening kami. Kita membuat kandang yang sama persis dengan [habitat] yang aslinya," tutur dia.
Tiket dan jalur di halaman berikutnya...
Harga Tiket dan Rute ke Animalium
Animalium tak jauh dari Exit Tol Sirkuti Sentul. (CNN Indonesia/Chandra Erlangga)
Tiket
Animalium buka setiap hari, kecuali Senin, pukul 9 pagi hingga 5 sore. Untuk Senin, terang Rica, dilakukan perawatan (maintenance) untuk satwa dan lingkungan.
Tarif masuk Animalium terbilang murah. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek mulai dari Rp75 hingga Rp100 ribu.
"Tergantung paket edukasi. Jadi kita tidak menjual tiket, tapi kita menjual paket edukasi, di mana isinya ada binder juga," kata Rica.
Dikutip dari akun Instagram-nya, Animalium mengaku "tidak menjual tiket masuk ya, namun kami menawarkan Paket Edukasi berupa Modul Binder berisi soal-soal tentang satwa beserta alat tulisnya (untuk TK A - Universitas)."
Binder itu berisi soal-soal yang jawabanya bisa diisi sembari membaca lembar informasi dari setiap jenis satwa.
"Dan utk dewasa / orang tua mendapatkan modul berupa Booklet," lanjut keterangan itu.
Rixa menjelaskan animo masyarakat untuk berkunjung ke Animalium terbilang baik. Terlebih dengan adanya sesi libuean sekolah dan Idul Adha pada pekan ini.
Pada saat awal buka, ia menyebut pengunjung hanya sekitar 30-50 orang. Kini, angka pengunjung bisa tembus ratusan pengunjung per harinya terlebih di masa libur sekolah.
"Awal-awal kita buka, pengunjung hanya 30 sampai 50-an orang. Sekarang bisa tembus lebih dari 500 orang pada weekend," terang Rica.
Salah satu pengunjung, Novianto, mengaku hendak mengenalkan anaknya yang masih berusia 2 tahun ke satwa liar.
"Saya ke sini karena ingin mengenalkan hewan-hewan sejak dini kepada anak saya. Menurut saya bagus. Cuma fasilitasnya belum lengkap," kata dia, yang berdomisili di Depok ini, dikutip dari keterangan BRIN.
Dia mengaku mendapatkan informasi terkait Animalium dari media sosial Instagram.
Cara ke lokasi
Animalium boleh dijadikan list sebagai wisata edukasi bagi anak-anak. Jarak tempuh menggunakan mobil dari Jakarta Pusat hanya sekitar 1 jam.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, Tol Jagorawi jadi rute terpendek dari Jakarta. Dari Exit Tol Sirkuit Sentul, jarak ke lokasi tinggal sekitar 5 menit lagi.
Sebagai patokannya, saat keluar tol, Anda akan melihat Tugu Pancakarsa. Pilih belok kanan, masuk underpass, lalu lurus terus sampai bertemu lampu merah pertama.
Ambil belokan ke kanan sampai bertemu gerbang BRIN Cibinong untuk kemudian putar balik di U Turn terdekat menuju lokasi.
Sementara, pengunjung yang memakai transportasi umum harus sedikit berolahraga. Memang, masih ada angkot dari Stasiun Cibinong ke depan gerbang Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno BRIN.
Namun, belum ada angkutan dari depan pintu masuk utama ke Animalium yang jaraknya sekitar 800 meter atau 10 menit berjalan kaki.
Tertantang? Tak ada salahnya jajaki Animalium bersama keluarga!