Jakarta, CNN Indonesia -- Bos Twitter Elon Musk dan Bos Meta Mark Zuckerberg dikabarkan akan menggelar pertarungan di Colosseum, Italia. Namun, para ahli sepakat arena pertarungan sebenarnya sedang terjadi di ranah media sosial.
Usai pertukaran pesan di media sosial terpisah yang difasilitasi follower keduanya, rencana pertarungan dua miliarder itu fix terlaksana. Yang jadi pertanyaan adalah arena dan detil waktunya.
Belakangan, Musk dan Zuckerberg dikabarkan akan menggelar pertarungan di Colosseum, Italia, layaknya pertarungan gladiator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kemungkinan pertarungan terjadi di Colosseum," tulis Musk pada Jumat (30/6).
Dikutip dari TMZ, seorang sumber menyebut Musk dan Zuckerberg setuju untuk melakukan pertarungan di arena Colosseum.
Sumber ini menyebut staf Zuckerberg telah menyampaikan pesan tersebut kepada Presiden UFC, Dana White, yang kemudian menghubungi Menteri.
Selain itu, Menteri Kebudayaan Italia juga dikabarkan telah menghubungi Zuckerberg untuk menggelar pertarungan di situs bersejarah tersebut.
Namun, kabar ini dibantah oleh pemerintah Italia. Kantor Kementerian Kebudayaan membantah pihaknya telah mengundang para CEO perusahaan teknologi untuk bertarung di arena ikonik tersebut.
"Tidak ada kontak resmi dari kementerian atau dokumen tertulis apapun, bahkan jika berita itu tampak menarik, itu tidak berdasar," kata mereka, via ET Canada.
"Jika Zuckerberg dan Musk ingin tampil di Colosseum, mereka harus membuat pertarungan tanpa kekerasan," tambahnya.
Gagasan soal pertarungan antara Musk dan Zuckerberg pertama kali muncul di media sosial setelah Meta dilaporkan sedang menggarap pesaing Twitter, yang disebut "Threads". Threads sendiri dijadwalkan akan meluncur pada Kamis (6/7).
Jika adu jotos antara Musk dan Zuckerberg tidak benar-benar terjadi, maka persaingan Twitter dan Threads akan menjadi bentuk adu jotos lain yang dilakukan keduanya.
Dilansir The Guardian, Meta milik Zuckerberg yakin ada celah di pasar untuk jejaring sosial bergaya Twitter untuk postingan pendek berbasis teks.
Threads yang dilabeli sebagai "aplikasi percakapan berbasis teks Instagram" akan hadir dengan nuansa yang mirip dengan Twitter.
Menurut tangkapan layar di laman toko aplikasi Apple, pengguna dapat login dengan menggunakan akun Instagram yang sudah dimiliki untuk memudahkan proses pendaftaran.
Celah pasar akibat ambruknya Twitter di halaman berikutnya...
Celah Pasar saat Twitter Anjlok
Sempat muncul rumor bahwa pertarungan Musk vs Zuckerberg akan digelar di Colosseum, Italia. (AP/Domenico Stinellis)
Namun, seperti media sosial baru lainnya, Threads perlu perlahan meraup kepercayaan pengguna agar beralih ke platformnya dan benar-benar meninggalkan Twitter.
Twitter mengklaim telah memiliki sekitar 250 juta pengguna global, jauh lebih sedikit daripada miliaran pengguna Facebook dan Instagram. Meski begitu, Twitter telah lama memiliki pengaruh lebih besar dalam hal agenda berita global.
Sayangnya, Twitter belakangan banyak mendapat komplain dari pengguna karena sederet pembaruan yang dibawa Musk, mulai dari verifikasi berbayar hingga yang terbaru pembatasan konten yang bisa dilihat dan diposting.
Pada akhir pekan lalu Twitter bahkan mengalami down untuk sebagian besar pengguna. Musk berdalih pihaknya melakukan pembatasan konten yang berujung error bagi sebagian pengguna.
Wakil presiden di perusahaan riset pasar Forrester Mike Proulx mengatakan kekacauan yang terjadi pada akhir pekan tersebut "sangat buruk" bagi pengguna dan pengiklan.
"Pengiklan bergantung pada jangkauan dan keterlibatan, namun Twitter saat ini sedang menghancurkan keduanya," katanya.
Musk juga telah memecat sebagian besar staf Twitter, membatalkan kebijakan yang dirancang untuk menghentikan ujaran kebencian, dan membuat sejumlah pengiklan utama meninggalkan platform tersebut.
[Gambas:Photo CNN]
Sederet langkah Musk tersebut menimbulkan banyak pertanyaan. Sayangnya, untuk mencari penjelasan mengenai kebijakan-kebijakan tersebut tidak mungkin dilakukan, karena Musk telah memecat semua staf komunikasi Twitter.
Jurnalis yang meminta perusahaan untuk menjelaskan tindakannya sekarang malah menerima balasan otomatis yang menampilkan emoji kotoran.
Di sisi lain, Zuckerberg telah lama terpesona oleh pengaruh Twitter dan mendiskusikan untuk membeli situs tersebut pada 2008.
Salah satu tantangan untuk Threads adalah apakah orang-orang bersedia untuk memadukan profil Instagram mereka yang sering kali menampilkan pembaruan kehidupan pribadi dan foto-foto keluarga dengan postingan yang lebih bersifat publik di situs-situs seperti Twitter.
Masalah yang lebih besar adalah apakah orang-orang yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun banyak pengikut di Twitter dapat dibujuk untuk memulai lagi citra mereka di platform yang baru.