Jakarta, CNN Indonesia -- Air zamzam, yang pertama kali ditemukan 2000 tahun sebelum Masehi, dipercaya memiliki berbagai khasiat. Simak penelitian ilmiah terkait manfaat air 'temuan' Nabi Ismail ini.
Kisah mengenai air zamzam telah tertulis di berbagai kitab suci, mulai dari Taurat, Alkitab, hingga Alquran. Dalam sejarah singkatnya, air zamzam bermula dari kegelisahan Hajar bersama putranya, Ismail, yang ditinggal Nabi Ibrahim di wilayah gurun yang kering dan tandus.
Air yang disucikan umat Muslim ini dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Sejumlah penelitian menyebut air ini efektif mengobati kanker dan menghambat pertumbuhan tumor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking percaya khasiat 'ajaib' air tersebut, jemaah haji selalu termotivasi membawakan air zamzam buat keluarga dan kerabatnya di tanah air bahkan hingga menyelundupkannya di koper.
Lantas, benarkah khasiat tersebut secara ilmiah?
Dalam jurnal ilmiah bertajuk 'Composition, hydrology, and health benefits of Zamzam Water' yang terbit terbit di jurnal ResearchGate pada 2021, sejumlah ahli dan praktisi kesehatan dari Arab Saudi hingga Sudan mengungkap kandungan mineral unik pada air zamzam yang berpotensi berkhasiat dan tidak berkhasiat tubuh.
Studi tersebut merangkum berbagai penelitian dan ditulis oleh 11 pakar bidang kesehatan dari berbagai universitas dan lembaga di dunia Arab.
Di antaranya, Amira Y. Boshra dari Majmaah University; Abdalbasit A. Mariod, University of Jeddah; Fatima A. Ali Massad, Sudanese Researchers Foundation; dan Eshraga M. Abdalrahman, Sudan University of Science and Technology.
"Air zamzam berbeda dengan air biasa. Endapan mineral menunjukkan bersifat basa dan secara biologis tidak memiliki pertumbuhan biotik, serta tidak menunjukkan tanda-tanda toksisitas (kemampuan buat meracuni badan)," kata para peneliti.
Kandungan air zamzam
Dibanding air biasa, air zamza memiliki daya tahan dan komposisi yang lebih unggul.
Merujuk penelitian B. Shomar berjudul 'Zamzam water: Concentration of trace elements and other characteristic' (2012), kualitas air zamzam tidak berubah selama 24 bulan.
Selain itu, air zamzam terdeteksi bersifat basa dengan tingkat pH rata-rata 8, sementara air minum biasa pH sekitar 7. Kemudian konsentrasi NO3 air zamzam menunjukkan nilai tiga kali lebih tinggi dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tidak hanya itu, rata-rata kalsium (Ca) dan Kalium (K) di air zamzam masing-masing adalah 95 dan 50 mg/L.
Penelitian lainnya mengungkap konsentrasi 34 unsur yang ada di air zamzam, termasuk Ca, Magnesium (Mg), Natrium (Na), dan Chlorine (Cl), lebih tinggi daripada air alami. Bukan itu saja, ditemukan juga jejak langka kromium (Cr), mangan (Mn), dan titanium (Ti) di air zamzam.
Sedangkan, unsur-unsur berbahaya buat makhluk hidup seperti arsenik, kadmium, timbal, dan selenium ditemukan di bawah tingkat risiko untuk air minum manusia.
Antimikroba
Mikroorganisme merupakan penyebab paling umum infeksi pada manusia. Bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella menyebabkan kematian organ-organ lunak. Selain itu, penyakit jamur seperti Candida albicans juga menjadi penyebab utama kematian.
Para peneliti mengatakan dengan komposisi kandungan tersebut, termasuk kalsium dan magnesium, air zamzam memiliki komposisi yang unggul dibandingkan jenis air lainnya.
"Air ini juga mengandung fluorida yang memiliki efek pembasmi kuman, yang membuat pertumbuhan alga sangat sulit untuk menghasilkan perubahan rasa dan bau," kata studi tersebut.
"Kriteria ini memberikan karakteristik air zamzam tidak ada pertumbuhan bakteri dan menjadikannya antioksidan untuk melawan begitu banyak penyakit dan komplikasinya."
Penelitian turut menggarisbawahi tidak ada pencemaran bakteri E.coli pada semua sampel zamzam.
"Banyak penelitian melaporkan tidak ada tanda-tanda pertumbuhan mikroba dalam air zamzam. Pertumbuhan rata-rata dan flora biasanya terdapat di sebagian besar sumber daya air," kata para peneliti.
Anti-kanker di halaman berikutnya...
Antikanker hingga Manfaat untuk Kesehatan Gigi
Sumur zamzam berada di Makkah. (Mohammad Bahareth via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-2.0))
Antikanker
Air zamzam bersifat basa dan mengandung banyak minerl air. Oleh karenanya, air zamzam dianggap mampu berperan sebagai antikanker yang efektif.
Penelitian menyelidiki efek sitotoksik air zamzam pada sel kanker paru-paru manusia, dan mereka membandingkannya dengan fibro-blast kulit manusia (HSF).
Hasilnya ditemukan penurunan viabilitas sel, sehingga menjamin efektivitas penggunaan air zamzam dalam mengobati tumor paru-paru.
Kemungkinan penyebab hilangnya kanker adalah komposisi alami air Zamzam. Air zamzam mengandung 34 komponen berbeda. Konsentrasi natrium (Na), kalsium (Ca), klorida (Cl), dan magnesium (Mg) lebih tinggi dibandingkan air biasa.
Bahkan jejak langka kromium (Cr), mangan (Mn), dan titanium (Ti) ada di air Zamzam.
Buat diabetes
Mengutip studi dari Al Juwale dkk berjudul 'Effects of Zamzam water on glycemic status, lipid profile, redox homeostasis, and body composition in rats' (2020), para penulis menyebut air zamzam juga berpengaruh untuk pasien diabetes.
Tikus percobaan diberi makanan dengan air keran dengan air zamzam sebagai satu-satunya sumber cairan.
Sepuluh minggu kemudian, para peneliti mengukur glukosa darah puasa dan insulin serum, resistensi insulin, kolestrol low-density lipoprotein (LDL), kolestrol high-density lipoprotein (HDL), super-dismutase, dan oksidasi lipid.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa mengonsumsi air zamzam selama sepuluh minggu dapat mengurangi gula darah puasa, insulin darah, dan resistensi insulin.
Kendati begitu, penelitian itu juga mengungkap bahwa air zamzam tidak mempengaruhi lemak hingga komposisi tubuh.
Kesehatan gigi
Sebuah studi perbandingan antara air zamzam dengan air lainnya menunjukkan pengaruh air tersebut terhadap kesehatan gigi.
Respondennya adalah siswi sekolah yang terbagi dalam dua kelompok.Kelompok pertama pertumbuhan gigi bercampur dan kelompok kedua gigi permanen.
Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada kelompok pertama. Sementara, skor rata-rata gigi busuk hilang yang ditambal (DMFT) adalah yang terendah di antara semua anak yang menggunakan air zamzam.
"Alasan yang mungkin mendasari hal ini adalah tingginya kadar fluorida dalam air zamzam," lanjut peneliti.
Penulis menyebut 1 per juta (ppm) fluorida dalam air minum mengurangi kejadian karies atau gigi berlubang sebesar 50 persen.