Menilik Dampak Kerusakan Jika Sesar Lembang "Goyang"

CNN Indonesia
Minggu, 31 Agu 2025 08:30 WIB
Sesar Lembang tengah menjadi sorotan karena cukup aktif selama beberapa waktu terakhir, yang berujung kekhawatiran akan memicu gempa besar.
Sesar Lembang tengah menjadi sorotan karena cukup aktif selama beberapa waktu terakhir, yang berujung kekhawatiran akan memicu gempa besar. (Foto: dok. Eka Santhika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sesar Lembang tengah menjadi sorotan karena cukup aktif selama beberapa waktu terakhir, yang berujung kekhawatiran akan memicu gempa besar. Simak seberapa besar potensi kerusakan yang mungkin terjadi.

Kekhawatiran pada gempa Sesar Lembang langsung direspons oleh otoritas lokal. Pemerintah Kota Bandung menyiapkan enam titik atau lokasi untuk evakuasi apabila terjadi gempa akibat aktivitas Sesar Lembang.

"Dampak gempa bisa meluas ke infrastruktur, ekonomi, hingga sosial masyarakat. Oleh karena itu, arah kebijakan kami lebih pada upaya preventif dan kesiapsiagaan, bukan hanya responsif," kata Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Minggu (24/8) sebagaimana dilansir Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Enam titik evakuasi tersebut meliputi Taman Tegalega, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gasibu, Alun-Alun Kota Bandung, Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), dan Lapangan Olahraga Arcamanik.

Sesar Lembang merupakan satu dari 81 sesar yang aktif di Indonesia. Ia berlokasi di 8 hingga 10 kilometer sebelah utara kota Bandung.

Sesar Lembang memiliki patahan sepanjang 29 kilometer yang masih aktif bergerak. Kecepatan pergerakannya mencapai 6 milimeter per tahun.

Terdapat enam segmen patahan yang tidak lurus di Sesar Lembang. Enam patahan itu adalah Cimeta, Cipogor, Cihideung, Gunung Batu, Cikapundung, dan Batu Lonceng.

Sesar Lembang sendiri membentang dari Kecamatan Padalarang (Kab. Bandung Barat) di bagian barat hingga Kecamatan Cilengkrang (Kab. Bandung) di sebelah timur. Pada sisi barat, ketinggian sesar Lembang semakin landai dan saat ini daerahnya didominasi oleh persawahan dan rumah warga.

Sementara di sisi timur, sesar Lembang memiliki struktur mencuat dengan kecuraman hingga 40 derajat. Karena menyerupai dinding raksasa, ia menjadi salah satu daya tarik wisata di kota Bandung.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG Rahmat Triyono pernah menskenariokan gempa dan potensi dampak yang disebabkan oleh Sesar Lembang. Hal ini disampaikan dalam acara diskusi daring bertajuk 'Pemetaan Sesar Pulau Jawa Serta Mitigasi Risiko Bencana Geologi' pada 2024.

Berdasarkan Pemetaan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), sesar dengan panjang 30 km ini memiliki potensi magnitudo maksimum 6,8.

"Kita skenariokan dengan kedalaman [pusat gempa]-nya 10 km, maka dampaknya kalau ini terjadi, di Bandung Barat, Kota Cimahi, Bandung, Purwakarta dengan skala MMI (Modified Mercalli intensity)-nya adalah VI sampai VII," ujar Rahmat pada April 2024.

Ia pun menggarisbawahi soal pentingnya rumah yang memenuhi syarat tahan gempa.

"Itu dampaknya itu kerusakan sedang, dengan catatan apabila bangunannya ini memang memenuhi kaidah-kaidah yang semestinya, maksudnya ada kolom, ada struktur, dan lain sebagainya. Tapi kalau tidak ada struktur, tentunya dengan VI-VII MMI ya sudah rata dengan tanah ini," tutur dia.

Terpisah, peneliti di Pusat Riset Kebencanaan Geologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nuraini Rahma Hanifa mengatakan parahnya potensi kerusakan imbas Sesar Lembang ini terkait dengan kondisi batuan di lokasi tersebut yang termasuk lunak.

Pasalnya, kata dia, Bandung berdiri di atas bekas danau purba.

"Jadi walaupun Sesar Lembang dengan Kota Bandung, misalkan, jaraknya lebih dari 7 kilometer, tetapi bisa jadi yang berada di Kota Bandung ini merasakan goncangan yang sangat kuat karena dia berada di atas tanah yang lunak," tuturnya.

(lom/dmi)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER