Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Ini Daerah Berpotensi Terdampak

CNN Indonesia
Jumat, 27 Feb 2026 09:30 WIB
Ilustrasi. BMKG peringatkan potensi hujan lebat di RI akibat fenomena atmosfer seperti MJO dan sirkulasi siklonik. Wilayah terdampak termasuk Jawa, Bali, dan Sulawesi. (Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) hingga sirkulasi siklonik berpotensi memicu hujan lebat di sejumlah wilayah Tanah Air selama sepekan ke depan.

"Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan bahwa fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia," tulis BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 27 Februari-5 Maret.

Pada skala global, BMKG menyebut La Niña dalam kategori lemah masih terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.

Sementara itu, fenomena MJO diprediksi masih terus mempengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan berada fase 3 (Indian Ocean) dan fase 4 (Maritime Continent), yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Kombinasi antara MJO, Gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin serta Gelombang dengan frekuensi rendah (Low Frequency) diperkirakan aktif di sejumlah wilayah seperti Samudera Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Kalimantan, Laut Sulawesi, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian besar Papua.

Kombinasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.

"Selain itu, Sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung, dan di Samudra Pasifik Timur Laut Papua Nugini," terang BMKG.

Sistem-sistem tersebut, kata BMKG, membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudra Hindia Barat Daya Banten, dan di Samudra Pasifik Timur Laut Papua.

Kondisi tersebut dapat mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.

Selama beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di Bali mencapai 216,9 mm/hari. Selain itu, hujan dengan intensitas sangat lebat juga tercatat di Sulawesi Selatan mencapai 146,5 mm/hari.

Pada periode yang sama, di wilayah lainnya juga tercatat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, yang menunjukkan bahwa hujan masih mendominasi di sebagian wilayah dengan intensitas yang bervariasi.

Berikut daftar wilayah berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat sepekan ke depan:

27 Februari-1 Maret

Hujan lebat-sangat lebat

- Jawa: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Sulawesi Selatan
- Maluku

Angin kencang

- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Sulawesi: Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.
- Maluku: Maluku, Maluku Utara.
- Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Selatan.

2-5 Maret

Hujan lebat-sangat lebat

- Kepulauan Bangka Belitung
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Timur

Angin kencang

- Lampung
- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
- Kalimantan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.
- Sulawesi: Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.
- Maluku: Maluku, Maluku Utara.
- Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan.

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK