Prediksi Cuaca Jakarta 2 Maret 2026: Waspada Hujan Lebat-Angin Kencang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya akan mengalami hujan sedang hingga lebat pada hari ini, Senin (2/3).
Dalam Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek periode 1-5 Maret, BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam prediksi ini, BMKG tidak menemukan wilayah berpotensi hujan sangat lebat atau ekstrem.
Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di Kota dan Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota Depok.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan bahwa fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.
Pada skala global, La Niña dengan kategori lemah masih terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.
Sementara itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus mempengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan berada fase 3 (Indian Ocean) dan fase 4 (Maritime Continent), yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Kombinasi antara MJO, Gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin serta Gelombang dengan frekuensi rendah (Low Frequency) diprakirakan aktif di wilayah Samudera Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Kalimantan, Laut Sulawesi, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian besar Papua, yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.
Selain itu, Sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung, dan di Samudra Pasifik Timur Laut Papua Nugini. Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudra Hindia Barat Daya Banten, dan di Samudra Pasifik Timur Laut Papua.
"Kondisi tersebut dapat mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 27 Februari hingga 5 Maret 2026.
(dmi/dmi)[Gambas:Video CNN]

