Mahasiswa Jember Bikin Laboratorium AI Canggih, Apa Fungsinya?

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 13:15 WIB
Ilustrasi. Tiga mahasiswa Unej menciptakan EntoSphere, laboratorium pintar berbasis digital untuk mencegah kepunahan serangga langka dan mendukung kelestarian alam. (Foto: felixioncool/pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga mahasiswa asal Jember, Jawa Timur merancang inovasi bernama EntoSphere, sebuah konsep laboratorium pintar berbasis teknologi digital untuk mencegah kepunahan serangga langka juga menjaga kelestarian alam.

Ketiga mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember (Unej) tersebut adalah Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri.

Mereka mengatakan inovasinya hadir sebagai solusi edukatif karena kekhawatiran menurunnya populasi serangga. Selain itu, mereka juga ingin menciptakan pembelajaran biologi yang aplikatif dalam menjaga ekosistem.

"Kepedulian kami terhadap kelestarian serangga ini datang dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Nadzar Thariqy Achsan di Jember, Kamis (12/3), mengutip Antara.

EntoSphere bukan sekadar kandang biasa, melainkan laboratorium interaktif. Laboratorium ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things).

Laboratorium tersebut memanfaatkan sensor suhu dan kamera khusus untuk memantau serangga tanpa mengganggu aktivitas alaminya.

"Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis," terangnya.

Nadzar menjelaskan integrasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time, sehingga pemantauan populasi serangga menjadi lebih akurat dan terstandar.

Ketika diimplementasikan di sekolah, katanya, konsep EntoSphere akan mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan lewat program Insecta Cops.

Di sini, siswa diajak menganalisis hubungan antara lingkungan dan perilaku serangga berdasarkan data lapangan yang nyata.

"Pendekatan itu memperkuat literasi sains, kemampuan analitis, dan integrasi multidisipliner antara biologi, teknologi, serta analisis data, sehingga proses belajar tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan berbasis bukti dan pengalaman langsung," tuturnya.

Ia berharap gagasan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. Ia juga mengapresiasi dukungan kampus yang memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka.

"Lingkungan yang suportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi," katanya.

Lebih lanjut, ia turut memotivasi mahasiswa lain agar tidak ragu memulai dan tidak takut gagal, karena proses mencoba, belajar, dan konsisten itulah yang akhirnya membawa pada prestasi.

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK