Ilmuwan Ciptakan QR Code Terkecil di Dunia, Lebih Kecil dari Bakteri

CNN Indonesia
Jumat, 10 Apr 2026 09:17 WIB
Ilmuwan menciptakan kode QR terkecil di dunia, hanya 1,977 mikrometer persegi. Dapat dipindai dengan mikroskop elektron, menyimpan data dalam keramik stabil.
Ilustrasi. Ilmuwan menciptakan kode QR terkecil di dunia, hanya 1,977 mikrometer persegi. Dapat dipindai dengan mikroskop elektron, menyimpan data dalam keramik stabil. (Foto: iStockphoto/Diy13)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ilmuwan belum lama ini berhasil menciptakan kode QR terkecil di dunia yang begitu mungil hingga harus menggunakan mikroskop elektron agar dapat dipindai melalui ponsel.

Kode batang berbentuk matriks ini memiliki luas hanya sekitar 1,977 mikrometer persegi, menjadikannya lebih kecil dibandingkan sel bakteri maupun partikel polutan udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tanggal 3 Desember 2025, ketujuh ilmuwan yang menciptakannya dianugerahi Rekor Dunia Guinness. Hasil ciptaan mereka berukuran sekitar sepertiga dari pemegang rekor dunia sebelumnya.

Tim tersebut dipimpin oleh para peneliti dari Universitas Teknologi Wina (TU Wien) di Austria, bekerja sama dengan perusahaan teknologi penyimpanan data Cerabyte.

"Struktur yang telah kami ciptakan di sini begitu halus sehingga sama sekali tidak dapat dilihat dengan mikroskop optik," kata ilmuwan material Paul Mayrhofer dari TU Wien, mengutip Science Alert, Senin (2/3).

"Namun, itu bukanlah hal yang paling menakjubkan. Struktur berskala mikrometer bukanlah hal yang luar biasa saat ini, bahkan sudah mungkin untuk membuat pola yang terdiri dari atom-atom tunggal. Namun, hal itu saja tidak cukup untuk menghasilkan kode yang stabil dan dapat dibaca," lanjutnya.

Meskipun ukurannya sangat kecil, kode QR yang dibuat oleh Mayrhofer dan rekan-rekannya berhasil berfungsi saat diuji. Proses verifikasi Guinness World Records dilakukan di hadapan para saksi dan dikonfirmasi oleh Universitas Wina sebagai pihak verifikator independen.

Kunci untuk membuat kode QR sekecil itu adalah dengan mencetaknya pada lapisan keramik tipis yang dirancang untuk melapisi alat potong berkinerja tinggi. Dengan memfokuskan sinar ion pada bahan ini, tim tersebut berhasil memotong kode QR menjadi piksel berukuran hanya 49 nanometer.

Ukuran ini sepuluh kali lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya tampak, yang berarti kode tersebut sama sekali tidak terlihat oleh mata manusia.

"Dengan media penyimpanan keramik, kami menerapkan pendekatan yang serupa dengan yang dilakukan oleh peradaban kuno, yang prasastinya masih dapat kita baca hingga saat ini," kata Alexander Kirnbauer, ilmuwan material dari Tu Wien.

"Kami menyimpan informasi ke dalam bahan yang stabil dan tidak reaktif, yang mampu bertahan melawan laju waktu dan tetap dapat diakses sepenuhnya oleh generasi mendatang," lanjutnya.

Tim di balik kode QR tersebut kini berharap dapat menciptakan perangkat penyimpanan data keramik mini lainnya yang sangat tahan lama dan memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan opsi penyimpanan yang ada saat ini.

Kirnbauer, Mayrhofer, dan rekan-rekan mereka memperkirakan bahwa metode mereka dapat menyimpan lebih dari 2 terabyte data hanya pada satu lembar kertas ukuran A4.

(wpj/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]