Misi Artemis II Keliling Bulan Pulang ke Bumi, 4 Astronaut Buka-bukaan

CNN Indonesia
Minggu, 12 Apr 2026 12:50 WIB
Misi Artemis II keliling bulan 10 hari pulang ke bumi. (Bill Ingalls/NASA via Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Empat orang astronaut dalam misi Artemis II telah kembali ke Bumi pada Sabtu (11/4) usai menjalankan misi ke mengitari Bulan selama 10 hari.

Para astronaut tiba di Ellington Field, Johnson Space Center, Houston, disambut sorak-sorai, tepuk tangan meriah, dan pelukan dari Administrator NASA Jared Isaacman.

Para awak pesawat ini juga bertemu kembali dengan keluarga mereka di lokasi tersebut untuk pertama kalinya setelah perjalanan bersejarah yang mereka lakukan.

Awak misi yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta astronaut Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen telah menyelesaikan penerbangan melintasi Bulan yang memecahkan rekor.

Para astronaut tersebut menjelajah lebih jauh ke luar angkasa daripada yang pernah dilakukan manusia sebelumnya.

Misi Artemis II merupakan penerbangan uji coba yang berfungsi sebagai eksperimen untuk meletakkan landasan bagi misi-misi antariksa di masa depan.

Usai misi selesai, momen reuni para astronaut dengan orang-orang terkasihnya menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan dalam perjalanan mereka.

"Victor, Christina, dan Jeremy, kita, kita terikat selamanya, dan tak seorang pun di sini yang akan pernah tahu apa yang baru saja kita alami berempat," kata Wiseman, dikutip dari CNN.

"Dan itu adalah hal paling istimewa yang pernah terjadi dalam hidupku," tambahnya.

Wiseman mengakui bahwa tak ada yang benar-benar tahu apa yang dialami oleh keluarga para awak misi ini.

"Ini tidak mudah, berada lebih dari 200.000 mil jauhnya dari rumah," kata Wiseman.

"Misalnya, sebelum diluncurkan rasanya seperti mimpi terindah di dunia, tapi begitu berada di luar sana, yang kamu inginkan hanyalah kembali ke keluarga dan teman-teman mu. Menjadi manusia adalah hal yang istimewa, dan berada di planet Bumi juga merupakan hal yang istimewa," ujar Wiseman terharu. 

Sementara itu, Glover mengaku dirinya belum sepenuhnya mencerna seluruh misi dan apa yang baru saja dilakukannya.

"Saat ini dimulai, saya ingin mengucap syukur kepada Tuhan di depan umum, dan saya ingin mengucap syukur kepada Tuhan lagi, karena rasa syukur atas apa yang kami lihat, apa yang kami lakukan, dan berada bersama orang-orang yang bersama saya, jauh lebih besar daripada tantangan saya dalam mencoba menggambarkan apa yang kami alami; rasa syukur itu terlalu besar untuk hanya muat dalam satu tubuh," kata Glover.

"Dan aku ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga kita atas segalanya," tambahnya.

Lebih lanjut, Koch menceritakan bahwa perawatnya di kapal pemulihan Angkatan Laut meminta pelukan darinya tadi malam. Ia menggambarkan pelukan tersebut sebagai salah satu dari banyak momen indah manusia untuk menandai awal dan akhir misi tersebut.

Koch mengatakan Artemis II benar-benar mengajarkannya arti sesungguhnya dari menjadi bagian dari sebuah kru.

"Sebuah kru adalah kelompok yang selalu ada bersama, apa pun yang terjadi, yang terus berjuang bersama setiap saat dengan tujuan yang sama, yang rela berkorban tanpa pamrih demi satu sama lain, yang saling memberi kelonggaran, dan yang saling menuntut pertanggungjawaban," kata Koch.

"Sebuah kru memiliki kepedulian dan kebutuhan yang sama, dan sebuah kru terikat secara tak terpisahkan dengan indah dan penuh tanggung jawab," imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa salah satu pencerahan terkuatnya muncul saat ia mengamati Bumi yang tampak begitu kecil dari jendela Orion, serta kegelapan yang mengelilinginya.

Hansen juga mengatakan bahwa ini merupakan pengalaman yang luar biasa baginya dan rekan-rekannya. Ia tampak sangat gembira saat mengetahui bahwa hal yang sama juga dirasakan oleh semua orang di Bumi yang mengikuti misi tersebut.

"Kami punya istilah di kru kami yang kami ciptakan sejak lama, yaitu 'joy train','" kata Hansen.

"Dan sepertinya kalian melihat banyak kebahagiaan di sana. Memang ada banyak kebahagiaan. Kami tidak selalu berada di kereta kebahagiaan, kru ini, ada banyak kali kami tidak berada di kereta kebahagiaan, tetapi kami berkomitmen untuk kembali ke kereta kebahagiaan secepat mungkin. Dan itu adalah keterampilan hidup yang berguna bagi kru mana pun yang berusaha mencapai sesuatu," lanjutnya.

Selama perjalanan, para astronaut dapat berbicara dengan pasangan dan anak-anak mereka melalui panggilan jarak jauh yang singkat.

Komandan misi Wiseman mengatakan bahwa pengalaman mendengarkan percakapan rekan-rekan awaknya saat berdesakan di dalam pesawat ruang angkasa Orion yang berdiameter hanya 5 meter merupakan pengalaman yang sangat mempererat ikatan di antara mereka.

Dalam kata-kata penutupnya, Wiseman meminta publik bersiap untuk misi-misi antariksa di masa depan.

"Sudah waktunya untuk berangkat dan bersiap-siap," kata Wiseman.

"Karena hal itu membutuhkan keberanian. Membutuhkan tekad yang kuat. Dan kalian semua pasti akan berangkat, dan kami akan selalu ada di sana untuk mendukung kalian di setiap langkahnya dengan segala cara yang mungkin," pungkasnya.

(lmy/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK