Pakar Ungkap Bahaya Hidrogen yang Diduga Picu Api di Rumah Fia

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 10:13 WIB
(Foto: CNN Indonesia/Tunggul)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM mengungkap potensi bahaya dari gas hidrogen (H2) yang diduga memicu fenomena kebakaran berulang di kediaman Mutfiana alias Fia di daerah Seyegan, Sleman, DIY.

Tim pakar multidisiplin dari UGM ini sebelumnya mengungkap kesimpulana sementara bahwa munculnya api berasosiasi dengan temuan gas hidrogen (H2) di lokasi. Gas hidrogen diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam di rumah Fia.

"Terkait seberapa bahaya [gas hidrogen], ini terkait dengan volume," kata Dosen sekaligus Asisten Profesor di Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi yang juga tergabung PKPE saat ditemui di Kantor Kecamatan Seyegan, Sleman, DIY, Kamis (4/6).

Sarju dan tim menganalisa, karakteristik gas hidrogen di rumah Fia keluar secara lambat, volumenya tidak besar dan sporadis titik kemunculannya atau berpindah-pindah.

"Jumlahnya kami duga tidak besar karena hari ini kami lakukan pemboran dangkal sekitar satu meteran, kami masukan alat tidak terdeteksi anomali yang sangat tinggi sekali. Jadi rilisnya pelan dan jumlahnya diperkirakan tidak terlalu besar," paparnya.

Menurut Sarju, tipe rembesan gas di rumah Fia juga tidak keluar dari permukaan tanah secara kontinyu layaknya Api Abadi Mrapen atau Kayangan Api di Jawa Timur.

Gas di rumah Fia terakumulasi dan melayang di udara hingga terjebak benda-benda seperti baju atau sofa. Tekanan atau kuantitas gas minim ini pula yang menyulitkan tim melakukan proses sampling, kecuali menggunakan alat detektor untuk mendeteksi anomali.

"Kalau gas hidrogen itu dalam jumlah yang banyak, dengan saturasi di udara yang tinggi itu sangat berbahaya. Mudah terbakar dan di kita menimbulkan efek," ujar Sarju.

"Tapi kalau sekarang bahayanya adalah ketika dia nempel dalam jumlah tertentu, ada pemicu, ya listrik statis, bahkan gesekan orang, atau teori kami (di lokasi) ada gas fosfin ya, itu bisa memicu (api). Jadi kalau ditanya bahaya adalah ketika ada barang yang mudah terbakar," sambungnya.

Tim PKPE sejauh ini berasumsi jika gas hidrogen baru terlokalisasi di area rumah Fia saja. Belum ada data yang kuat bahwa gas keluar di tempat lain.

Kejadian triplek tersulut api di bangunan lain setelah dikroscek oleh tim ternyata benda itu sebelumnya dipindahkan dari dalam rumah Fia. Kemungkinan ada gas hidrogen menempel di situ.

"Jadi potensi bahaya sejauh ini kami belum menemukan adanya potensi yang bisa lebih luas. Seberapa bahaya, bahayanya kalau ada barang yang mudah terbakar. Seberapa luas bahayanya, sejauh ini kami belum menemukan potensi itu. Jadi kami fokus penanganan lokal di rumah itu," ujar dia.

Teror api misterius di kediaman Fia ini sudah berlangsung selama hampir dua pekan. Terhitung kejadian api secara tiba-tiba membakar benda di dalam rumah sudah sebanyak 97 kali per hari ini.

Bahkan, sejak dua hari lalu sebaran titik api meluas hingga ke area bangunan ruko yang dipakai Fia sekeluarga mengungsi. Lokasi ruko ini ada di sebelah utara kediaman Fia.

Keluarga Fia telah memetakan setidaknya lebih dari 65 titik api sejak kejadian ini muncul.

(kum/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK