Pertama Kalinya, Ilmuwan Berhasil Ciptakan Sel dari Nol
Menurut para peneliti, salah satu pencapaian utama dari karya mereka adalah menunjukkan bahwa sel sintetis ini tunduk pada seleksi alam, yaitu proses di mana sifat-sifat tertentu menjadi lebih umum atau berkurang.
Ketika mereka memasukkan perubahan gentik yang meningkatkan produksi protein pertumbuhan, sel yang membawa sifat tersebut tumbuh dan membelah diri lebih cepat.
Namun, karena perubahan ini dimasukkan secara sengaja ke dalam sistem dan bukan muncul sebagai mutasi genetik yang spontan, SpudCell belum bisa dikatakan 'berevolusi'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adamala, karena SpudCell dibangun dari nol, ilmuwan nantinya dapat merekayasa sistem pengaman dan pelindung di dalam genol sel tersebut untuk mencegahnya menimbulkan risiko keselamatan jika terlepas ke lingkungan.
Selain itu, ada cara yang jauh lebih mudah bagi pihak tidak bertanggung jawab jika ingin membuat organisme patogen (pembawa penyakit).
Terobosan baru
Selama puluhan tahun, para ilmuwan telah merekayasa sel alami untuk menyelesaikan masalah. Salah satu contoh paling terkenal adalah bagaimana gen insulin manusia dapat dimasukkan ke dalam sel bakteri E. coli untuk memproduksi insulin guna mengobati diabetes.
Para ilmuwan berpendapat bahwa sel sintetis adalah babak baru. Teknologi ini berpotensi memicu pengembangan pengobatan kanker, serta metode baru untuk menangkap karbon atau memproduksi bahan kimia.
Sel adalah unit dasar penyusun kehidupan, tapi strukturnya jauh lebih rumit. Tubuh manusia misalnya, memiliki 37 triliun sel, dan para ilmuwan masih belum mengetahui cara kerja atau kandungan pasti dari setiap jenis sel yang berbeda tersebut.
Yuval Elani, profesor teknologi biokimia di Imperial College London yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa sel buatan yang diciptakan Adamala dan tim merupakan sebuah pencapaian.
"Membangun sel dari nol berarti kita tidak lagi terikat oleh batasan dan beban evolusi dari biologi alami. Hal ini membuka peluang untuk merancang dan memprogram sistem guna melakukan hal-hal yang tidak dilakukan dengan mudah oleh sel hidup, atau bahkan tidak bisa dilakukan sama sekali," jelas Elani.
"Bagi saya ini adalah kemajuan nyata dalam upaya panjang untuk membuktikan apakah bahan kimia dapat diatur sedemikian rupa hingga kita mulai bisa menyebutnya sebagai sebuah kehidupan," lanjut dia.
(dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

