Banjiri LinkedIn, Hampir Setengah Unggahan Panjang Pengguna Dibuat AI

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 19:30 WIB
Ilustrasi. Riset menemukan lebih dari 40 persen unggahan panjang di LinkedIn dibuat oleh AI. (Foto: istockphoto/SasinParaksa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Riset firma pendeteksi konten AI Pangram Labs menemukan lebih dari 40 persen unggahan panjang, atau di atas 250 kata, di LinkedIn dibuat sepenuhnya oleh kecerdasan buatan (AI).

Angka itu menjadikan LinkedIn sebagai platform dengan proporsi konten AI tertinggi dalam penelitian tersebut.

Pangram Labs menganalisis lebih dari satu juta unggahan dari LinkedIn, X, Substack, Medium, dan Reddit.

"LinkedIn merupakan platform yang paling jenuh AI, dengan lebih dari 40 persen ungggahan panjang ditandai sebagai konten yang sepenuhnya dibuat AI," tulis Pangram Labs dalam laporannya, seperti dikutip TechRadar, Selasa (14/7).

Secara keseluruhan, satu dari empat unggahan panjang di berbagai platform yang diteliti ditandai sebagai konten buatan AI sepenuhnya. Pangram Labs menyebut konten yang lebih panjang lebih berpeluang dibuat AI dibandingkan unggahan pendek.

Meski unggahan LinkedIn hanya mencakup sekitar sepertiga dari materi yang dipindai, platform tersebut menyumbang hampir dua pertiga atau 62 persen dari seluruh konten AI yang ditandai sistem Pangram Labs.

Substack menjadi platform yang paling sedikit terdampak dalam studi itu. Unggahan panjang di platform tersebut disebut lebih jarang dibuat AI dibandingkan platform lain yang dianalisis.

Jika konten campuran buatan manusia dan AI ikut dihitung, X menjadi platform dengan proporsi konten AI tertinggi.

Studi tersebut menemukan 23,9 persen artikel di X sepenuhnya dibuat AI dan 22,9 persen lainnya merupakan konten campuran AI-manusia. Sementara itu, sebanyak 53,2 persen artikel di X ditandai sebagai tulisan manusia.

"Data kami menunjukkan konten buatan AI menjadi masalah di seluruh platform, dan dampaknya besar terutama pada konten panjang," tulis Pangram Labs.

Lebih lanjut, Pangram Labs menyebut pengguna lebih bersedia memakai AI untuk berbicara atas nama mereka di ruang profesional yang terhubung dengan identitas asli. Penggunaan tersebut disebut lebih rendah di platform kasual dan anonim.

"Tulisan AI kini menjadi masalah di seluruh media sosial," kata CEO sekaligus salah satu pendiri Pangram Labs Max Spero.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK