Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 08:30 WIB
Ilustrasi. Perusahaan China, Moonshot AI, meluncurkan model Kimi K3 yang menghasilkan performa tinggi dengan biaya rendah. (Foto: istockphoto/Wasan Longthara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan rintisan asal China, Moonshot AI, mengejutkan industri kecerdasan buatan (AI) setelah merilis model terbaru bernama Kimi K3. Model ini disebut-sebut mampu menyaingi model AI buatan OpenAI maupun Anthropic.

Kehadiran Kimi K3 menjadi sinyal terbaru bahwa startup AI China yang mengembangkan model open-source semakin mampu bersaing dengan perusahaan AI besar asal Amerika Serikat (AS).

Peluncuran Kimi K3 juga kembali mengingatkan industri pada kemunculan DeepSeek pada awal 2025 yang sempat mengguncang pasar AI global.

"Ini mungkin menjadi peluncuran terbesar tahun ini," kata pendiri sekaligus CEO Arena, platform evaluasi sistem AI, Anastasios Angelopoulos, dikutip dari AP, Selasa (21/7).

Menurutnya, kemunculan Kimi K3 menjadi sorotan ketika model AI open-source dari China mulai melampaui model AI closed-source asal AS pada sejumlah pengujian.

Arena mencatat Kimi K3 menempati posisi teratas dalam pengujian kemampuan front-end coding, yakni salah satu tolok ukur performa model bahasa besar (LLM).

Peluncuran Kimi K3 berlangsung menjelang pidato pembukaan Presiden China Xi Jinping pada World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai pada Jumat (17/7).

Dalam pidatonya, Xi mengatakan pengembangan AI seharusnya tidak menjadi "pertunjukan tunggal" satu negara, melainkan hasil kerja sama global.

Kemajuan AI China terjadi di tengah pembatasan ekspor teknologi canggih yang diberlakukan AS. Kebijakan tersebut mendorong perusahaan-perusahaan China mengembangkan teknologi AI dan perangkat keras secara mandiri.

Saingi OpenAI dengan harga lebih murah

Moonshot belum mengungkap perangkat keras yang digunakan untuk melatih Kimi K3. Namun, perusahaan tersebut diketahui menjalin kemitraan dengan Huawei.

Menurut laporan analis Bank of America, biaya penggunaan Kimi K3 merupakan yang tertinggi di antara model AI China saat ini. Kendati demikian, tarifnya disebut masih sekitar setengah dari biaya penggunaan model GPT-5.6 Sol milik OpenAI.

Sebelum Kimi K3, startup AI China lain, Zhipu atau Z.ai, juga meluncurkan model GLM-5.2 yang diklaim telah banyak digunakan pengembang perangkat lunak dan mampu memberikan performa yang mendekati model AI terdepan asal AS dengan biaya lebih rendah.

Di balik kemajuannya, Moonshot dan sejumlah perusahaan AI China masih menghadapi tuduhan dari perusahaan AI AS.

Anthropic sebelumnya menuduh DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax menggunakan teknik distillation secara tidak sah untuk mengekstraksi kemampuan model Claude agar dapat meningkatkan model AI mereka sendiri.

Anthropic menjelaskan teknik tersebut pada dasarnya merupakan metode yang sah dalam pengembangan AI. Namun, menurut perusahaan itu, praktik tersebut menjadi masalah apabila digunakan untuk memperoleh kemampuan model pesaing dalam waktu lebih singkat dan biaya yang jauh lebih murah.

Pemerintah China telah membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.

(lom)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: AI Forward 2026: What's Next For AI?

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK