Riset: Fitur AI Mulai Jadi Pertimbangan Konsumen Sebelum Beli HP
Sebuah riset terbaru mengungkap bahwa saat ini fitur kecerdasan buatan (AI) jadi salah satu pertimbangan konsumen sebelum membeli HP baru. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pabrikan memang menjual kemampuan fitur AI mereka.
Riset dari IndSight mengungkap bahwa fitur AI makin dilirik pengguna HP. Sekitar 31 persen obrolan tentang HP masa depan membahas soal AI, dan 19 persen konsumen merasa fitur AI sudah jadi kebutuhan wajib yang ada di smartphone.
Kemudian, dari semua fitur AI yang ada, kamera berteknologi AI jadi yang paling sering dipakai sehari-hari (71 persen).
"Perubahan tersebut menunjukkan bahwa konsumen semakin melihat teknologi dari manfaatnya, bukan sekadar kecanggihan fitur. Smartphone dinilai berdasarkan seberapa relevan teknologi yang ditawarkan dengan kebutuhan sehari-hari," kata IndSight dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8).
Hasil riset IndSight juga mengungkap bahwa minat konsumen smartphone kini bergeser secara signifikan. Konsumen makin tertarik pada pengalaman AI, bukan sekadar spesifikasi hardware.
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, urutan faktor yang paling menarik perhatian mereka berubah cukup drastis. Riset Indsight menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2026, fitur AI menjadi pemikat utama dengan persentase 26 persen, naik dari 17 persen dibanding kuartal pertama 2025.
Sementara itu, dominasi kamera yang sebelumnya menduduki posisi teratas (29 persen) pada kuartal kedua tahun 2025, kini tergeser oleh AI. Pada kuartal pertama tahun 2026, pertimbangan konsumen terkait spesifikasi kamera hanya 21 persen.
Lihat Juga : |
Semakin selektif
Riset ini juga menemukan bahwa perjalanan konsumen sebelum membeli smartphone semakin panjang. Artinya, semakin banyak pertimbangan yang dipikirkan sebelum mereka benar-benar memutuskan untuk membeli smartphone.
Menurut IndSight, porsi fase Research & Review meningkat dari 22 persen menjadi 27 persen, sementara fase Comparison naik dari 15 persen menjadi 22 persen.
Di tengah proses tersebut, kreator semakin berperan sebagai sumber validasi. Konsumen tidak hanya mencari informasi produk, tetapi juga review, perbandingan, dan pengalaman penggunaan sebelum menentukan pilihan.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa brand tidak cukup hanya memenangkan awareness. Mereka perlu membangun kepercayaan melalui informasi yang relevan, pengalaman nyata, serta komunikasi yang konsisten sepanjang consumer journey," jelasnya.
(dmi)