Bos OpenAI Sebut Kuliah 4 Tahun Terlalu Lama, Ungkap Alasannya

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 14:56 WIB
CEO OpenAI Sam Altman menilai masa kuliah empat tahun terlalu lama. Ia berbagi pandangan tentang pendidikan, AI, dan pentingnya fokus pada proyek yang tepat. (Foto: REUTERS/Ken Cedeno)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO OpenAI Sam Altman menilai bahwa masa kuliah selama empat tahun terlalu lama. Ia merasa keputusannya untuk meninggalkan Stanford setelah dua tahun perkuliahan adalah keputusan yang tepat, dan mengatakan bahwa empat tahun perkuliahan tidak dibutuhkan oleh semua orang.

Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada para peserta magang teknologi di acara jejaring yang diselenggarakan oleh investor Cory Levy di Internapalooza.

Dalam sesi yang sama, ia juga menyinggung kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pembuatan produk dengan sumber daya yang jauh lebih sedikit dan bagaimana pengusaha muda harus mulai beradaptasi.

Melansir Firstpost (17/8), Altman keluar dari Stanford pada tahun 2005 setelah dua tahun berkuliah untuk ikut mendirikan Loopt, sebuah aplikasi yang memungkinkan penggunanya berbagi lokasi keberadaan mereka dengan teman-teman. Startup tersebut kemudian menjadi bagian dari angkatan pertama di Y Combinator, perusahaan investasi startup.

Altman menyatakan dirinya menghargai dua tahun waktunya di universitas, terutama kesempatan untuk bertemu orang-orang, hidup mandiri, dan mengerjakan proyek. Namun, ia merasa jika bertahan dua tahun lebih lama tidak akan menambah lebih banyak pengalaman baginya.

"Saya rasa saya telah belajar banyak, dan hasilnya akan jauh berbeda jika tetap bertahan," kata Altman.

Altman tidak menganjurkan anak muda untuk sama sekali menolak pendidikan tinggi. Ia meyakini perubahan cara orang bekerja dan belajar, lalu mempertanyakan apakah universitas masih membutuhkan empat tahun waktu perkuliahan.

Ia menyebut beberapa nama yang berhasil meraih kesuksesan tanpa berkuliah sebelumnya. Pandangan ini juga sejalan dengan mentornya, salah satu pendiri PayPal Peter Thiel, yang menawarkan investasi untuk anak muda yang memilih mengejar proyek-proyek daripada mengikuti jalur perkuliahan konvensional.

Namun, Altman menegaskan ketidakmampuannya untuk membuktikan apakah dengan empat tahun perkuliahan akan membuahkan hasil yang lebih baik.

"Anda tidak dapat menjalankan eksperimen dua kali," katanya.

Altman mendorong para calon pengusaha untuk tidak terlalu memedulikan penilaian orang lain. Meskipun pada akhirnya reputasi tetap penting ketika berurusan dengan perusahaan-perusahaan lain, dalam pandangannya, membangun sesuatu lebih berarti daripada membangun kredibilitas.

Ia berpendapat kemunculan AI memudahkan pendirian sebuah startup dengan mengurangi jumlah sumber daya yang dibutuhkan. Seorang pengusaha dapat mengembangkan perusahaannya dengan bantuan AI tanpa membutuhkan tim besar di awal.

Ia juga menentang anggapan pengusaha harus berkonsentrasi pada satu proyek sejak awal. Pada awal karier, mengembangkan beberapa ide sekaligus dapat membantu seseorang menemukan mana yang paling menarik minat dan memiliki prospek paling kuat.

Altman menegaskan, setelah seseorang pada akhirnya memilih proyek yang paling mereka yakini, ia harus siap untuk mengesampingkan distraksi dan sepenuhnya berkomitmen pada proyek tersebut.

Pada akhirnya, inti pesan Altman bukan soal pilihan lanjut atau putus kuliah, melainkan tentang mengenali kapan keadaan berubah. Kapan seharusnya seseorang bereksplorasi dan kapan seharusnya mulai fokus berkomitmen.

(fta/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK