Pakar Ungkap Dugaan Pemicu Kemunculan Ta'i Sano Pasca Gempa NTT

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 14:27 WIB
Anggota Ikatan Ahli Kebencaan Indonesia (IABI) Daryono menduga gempa M7,7 di NTT memicu fenomena Ta'i Sano di Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat, NTT. (Foto: CNN Indonesia/Chandra Erlangga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar menduga munculnya fenomena Ta'i Sano di tepian Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berkaitan dengan gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan kemunculan meterial gelap di tepian Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat pasca gempa bumi berkekuatan M7.7 mengguncang wilayah NTT.

Dalam video yang diunggah oleh akun X bernama @Updatesofwworld pada Minggu (17/8) tersebut, fenomena ini disebut sebagai Ta'i Sano.

"Gambar-gambar materi gelap muncul di Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat, Indonesia, setelah gempa bumi berkekuatan M7,7. Fenomena yang secara lokal dikenal sebagai "Ta'i Sano" tersebut dilaporka," tulis akun tersebut.

"Pihak berwenang belum mengonfirmasi apakah gempa bumi tersebut secara langsung menyebabkan munculnya bahan berwarna gelap tersebut," tambahnya.

Merespons video tersebut, Anggota Ikatan Ahli Kebencaan Indonesia (IABI) Daryono menduga guncangan gempa yang kuat memicu proses likuifaksi atau pembentukan gunungan lumpur maupun gunungan pasir di dasar danau.

Fenomena ini menyebabkan sedimen anoksik di dasar danau yang tadinya terperangkap menjadi terdorong naik ke permukaan melalui retakan dan terdampar di pantai. Umumnya, lumpur dasar perairan ini berwarna hitam pekat dan berbau menyengat.

"Dugaan saya, guncangan gempa kuat memicu proses likuifaksi atau pembentukan sand/mud volcanoes di dasar danau. Sedimen anoksik (kaya bahan organik terdekomposisi) di bawah dasar danau yang tadinya terperangkap, terdorong naik ke permukaan melalui retakan dan terdampar di pantai," ungkap Daryono dalam cuitannya di X pada Selasa (18/8).

Menurut Daryono, meski bukan mud volcano sedimen murni, interaksi air danau dengan sistem geotermal di bawahnya dapat melepaskan uap gas CO2 dan H2S.

Ia menjelaskan, tekanan gas yang naik mendadak dapat mengaduk endapan lumpur hitam dasar danau (lake bottom mud) ke permukaan atau meterial hitam di dasar danau kaldera geotermal yang biasanya mengandung sulfida besi hasil reaksi gas vulkanik H2S dengan mineral batuan atau endapan lumpur teralterasi hidrotermal yang terangkat saat degassing.

"Wai Sano adalah sistem Hydrothermal/Geotermal Kaldera, bukan sedimentary mud volcano. Namun, adukan lumpur panas (mud pool/salse) tetap bisa muncul," imbuh Daryono.

Gempa berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi. Aktivitas Sesar Naik Flores diketahui menjadi pemicu gempa tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.119 gempa susulan terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Selasa pagi (18/8) sekitar pukul 05.00 WIB.

Gempa susulan diperkirakan baru akan berakhir dalam 3 hingga 4 pekan mendatang.

(nad/lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK