China Kerahkan Robocop untuk Atur Lalu Lintas, Ini Kemampuannya
China mulai mengerahkan robocop bernama T2 besutan SUPCON Information untuk mengatur arus lalu lintas. Robot ini bisa ditemukan di persimpangan jalan kota Hangzhou.
Robot ini memiliki tugas utama untuk mengambil alih pekerjaan rutin kepolisian yang berulang. Ia dilengkapi dengan kamera dan radar yang berfungsi mendeteksi pelanggaran, seperti pengendara tanpa helm, sepeda listrik berboncengan melebihi kapasitas, mobil yang berhenti melewati garis stop, hingga pejalan kaki yang menerobos lampu merah.
Robocop akan memberikan teguran suara dan menggerakkan tujuh engselnya secara presisi sesuai dengan sinyal lampu lalu lintas. Ia juga dapat menjawab pertanyaan para pengendara dan pejalan kaki mengenai arah jalan, lokasi tempat parkir sampai aturan lalu lintas.
Meski bekerja seperti polisi, robot dengan tinggi 1,88 meter dengan bobot 98 kg ini tidak memiliki kewenangan untuk menangkap orang maupun dibekali senjata.
Lihat Juga : |
Ketika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat menekan tombol khusus pada robot supaya terhubung langsung dengan kantor polisi terdekat.
"Robot pengatur lalu lintas ini mewakili dorongan industri China yang lebih luas untuk mengalihkan peran mesin dari akrobatik di lantai pameran dan penyambutan di showroom ke pekerjaan praktis," jelas Kepala Pusat Inovasi Sistem tanpa Awak Cerdas SUPCON Cao Hui dalam sebuah wawancara, dikutip dari Reuters, Kamis (20/8).
Sejauh ini, SUPCON telah mengerahkan 15 robot di Hangzhou sejak bulan Mei. Robot berhasil mengeluarkan lebih dari 170.000 peringatan, membantu menurunkan kasus bulanan pengendara tanpa helm maupun kendaraan yang menerobos garis berhenti lebih dari 40 persen.
Cao mengklaim robot ini tidak membutuhkan waktu istirahat dan dapat bekerja terus-menerus untuk jangka waktu yang lama.
Menurutnya, robot-robot ini beroperasi secara mandiri mulai pukul 7 pagi hingga 6 sore. Mereka bergerak di antara posisi yang telah ditentukan di persimpangan tanpa dikendalikan dari jarak jauh.
Sebelumnya, Robocop telah diuji oleh perusahaan selama ribuan jam di beberapa tempat seperti daerah wisata, zona sekolah, kawasan bisnis, lalu lintas jam sibuk dan cuaca buruk.
Meski SUPCON mengklaim akurasi pengenalan pelanggarannya melebihi 95 persen, kamera dan radar masih dapat terpengaruh oleh sinar matahari yang kuat, hujan dan suhu ekstrem.
Sebanyak 50 robocop dari SUPCON Information yang beroperasi di sekitar delapan kota di tiga provinsi China. Perusahaan memperkirakan jumlah robot yang digunakan mendekati 200 pada akhir tahun.
(nad/dmi)