Pentagon kini Punya ChatGPT dan Grok Versi Militer

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 19:30 WIB
Ilustrasi. Pentagon luncurkan ChatGPT Mil dan Grok for Government untuk kebutuhan militer. (Foto: istockphoto/gorodenkoff)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pentagon meluncurkan versi ChatGPT dan Grok yang disesuaikan dengan kebutuhan militer untuk 3 juta personel sipil dan militer di Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS).

Perangkat kecerdasan buatan (AI) generatif khusus ChatGPT Mil dan Grok for Government kini menjadi bagian dari portal terpusat GenAI.mil yang diluncurkan tahun lalu.

Melansir Techcrunch, GenAI.mil sebelumnya telah memberikan layanan Google Gemini yang dirancang agar personel Departemen Pertahanan dapat mengakses teknologi AI generatif tanpa membocorkan data pemerintah yang sensitif.

Lebih dari 1,7 juta dari total 3 juta personel Departemen Pertahanan telah mendaftarkan akun di portal tersebut.

Sebelumnya, Pentagon juga meminta Claude dari Anthropic untuk bekerja sama. Namun, mereka menolak untuk memberikan akses tidak terbatas dan tetap bersikeras menerapkan batasan keselamatan pada teknologi AI mereka.

Dikarenakan perselisihan tersebut, model Claude milik Anthropic tidak dimasukkan ke dalam portal GenAI.mil dan Pentagon memilih untuk mengalihkan kerja sama ke OpenAI dan xAI.

Departemen Pertahanan menjelaskan bahwa ChatGPT Mil akan menawarkan pengalaman familiar bagi pengguna ChatGPT yang biasa. Alat ini berfokus pada obrolan, file, proyek, dan GPT yang disesuaikan.

Alat ini juga akan mendukung pekerjaan rutin yang melibatkan banyak dokumen seperti tugas administratif, logistik, perencanaan, dan kebijakan. Seiring waktu, fitur-fitur lain juga akan dikembangkan.

Sementara itu, Grok for Government akan memanfaatkan jaringan satelit Starshield AI milik SpaceX yang menggunakan teknologi Starlink milik perusahaan tersebut.

"Grok for Government dari Starshield AI akan memberikan peningkatan produktivitas langsung kepada prajurit, kesinambungan pengetahuan yang lebih kuat, dan kolaborasi yang lebih aman dan efisien," kata Departemen Pertahanan dalam siaran persnya, Senin (31/8).

Grok for Government akan memungkinkan pekerjaan dilaksanakan lebih cepat dan presisi pada berbagai konteks operasional, seperti analisis riset pasar untuk bagian pengadaan, serta manajemen rantai pasok untuk bagian logistik.

Pentagon juga telah menjalin kesepakatan dengan sejumlah perusahaan teknologi lain dalam upaya meningkatkan kemampuan AI mereka, termasuk Amazon Web Services, Microsoft, Nvidia, dan Reflection AI.

(fta/lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK