KRISIS IKLIM

Gunung Himalaya Mencair, Ahli Khawatir Banjir Nepal Cuma Permulaan

dmi | CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2026 12:45 WIB

Aspek yang paling mengkhawatirkan dari temuan ini adalah kemungkinan terjadinya bencana besar yang menimbulkan banyak korban jiwa. Laporan ini memperkirakan dari sekitar 40.000 glester di Himalaya dan Pegunungan Karakoram, hanya sekitar 21 glester yang dipantau secara terperinci oleh para ilmuwan.

Dengan kata lain, sejumlah danau glester yang tidak diketahui jumlahnya pasti terus membesar secara perlahan, tanpa adanya sistem peringatan dini untuk menghadapi jebolnya danau-danau tersebut yang hampir tidak terhindarkan. Beberapa di antaranya berada di perbatasan dua negera dengan senjata nuklir di kawasan tersebut yang tidak memiliki hubungan terlalu baik.

Meski masih banyak hal yang belum diketahui, para ilmuwan khawatir karena air lelehan glester terus menumpuk di balik bendungan alami yang terbentuk dari tumpukan batuan dan bisa sewaktu-waktu runtuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, Pegunungan Karakoram berada di sebelah barat laut Gunung Himalaya yang berbatasan dengan Pakistan, China dan India.

"India kini memliki hampir 200 danau gletser yang telah diidentifikasi berisiko tinggi dan hampir seperempatnya berada dalam kategori 'berisiko sangat tinggi', sehingga jutaan orang di wilayah hilir terpapar bahaya," ungkap laporan Systemiq.

Berdasarkan analisis lainnya, India sudah merasakan dampak mematikan dari ancaman pencairan Gunung Himalaya. Wilayah Himalaya mencakup sekitar 18 persen dari India, kawasan ini kini menyumbang hingga 35 persen dari bencana alam yang terjadi di negara tersebut.

Salah satu banjir bandang terbesar yang terjadi di India pada 2023 lalu disebabkan oleh runtuhnya danau glester South Lhonak. Bencana tersebut menghancurkan bendungan, mengubur jalur lalu lintas oleh longsoran lumpur dan menewaskan sedikitnya 70 orang.

Selain kerusakan, laporan mencatat bahwa dampak ekonomi jangka panjangnya juga tidak kalah besar. Air dari Himalaya menyokong sekitar 20 persen PDB tahunan India, dengan menyediakan tenaga hidroelektrik dan mengairi tanaman gandum, beras, dan teh, serta memenuhi kebutuhan dasar lainnya.

"Pegunungan Himalaya merupakan satu sistem yang saling terhubung. Tetapi manfaat dan risikonya tersebar jauh melampaui pegunungan itu sendiri, dengan dampak berantai yang dirasakan di Asia Selatan, dan berpotensi ke seluruh dunia melalui gangguan rantai pasok, migrasi akibat iklim atau risiko geopolitik," kata para peneliti.

(nad/dmi)

HALAMAN:
1 2