Jakarta, CNN Indonesia -- Keamanan di perjalanan menjadi faktor terpenting bagi pengguna perempuan dalam menggunakan platform transportasi online. Mereka menginginkan layanan yang dapat melindungi saat bepergian di malam hari.
Aplikasi ride-hailing Grab menyediakan sejumlah fitur keamanan yang membuat perempuan nyaman saat bepergian di malam hari. Mulai dari AudioProtect, SOS Button, Trip Monitoring, penyamaran nomor lewat GrabChat, dan Woman Passenger Preferred.
Natassha Anjani, pengguna aplikasi Grab sejak tahun 2017, menjelaskan dirinya lebih merasa aman saat menggunakan layanan transportasi online tersebut dibandingkan dengan aplikasi lainnya. Terutama ketika harus bepergian di malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, aplikasi Grab telah dilengkapi dengan fitur keamanan yang lengkap sesuai kebutuhan para pengguna perempuan. Sebab, rasa aman selama dalam perjalanan merupakan faktor terpenting bagi mereka.
Natassha melihat bahwa perempuan membutuhkan sejumlah fitur yang memungkinkan pengguna berbagi perjalanan dengan kontak darurat, mendeteksi secara otomatis jika terjadi penyimpangan rute, tombol bantuan, serta perekaman terenkripsi untuk perlindungan tambahan. Fitur-fitur ini penting untuk digunakan pada malam hari dengan rute perjalanan yang sepi.
"Kalau aku pribadi, merasa cukup aman naik Grab sendiri di malam hari, apalagi sekarang banyak fitur yang bisa membantu kita selama perjalanan. Aku tipe yang lumayan parnoan, jadi adanya ShareTrip, Trip Monitoring, AudioProtect, SOS, sampai opsi driver perempuan tuh bikin lebih tenang," tuturnya saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Selasa (15/9).
Selain fitur-fitur keamanannya yang lengkap, ia mengaku lebih memilih Grab karena mitra pengemudinya yang sopan dan lebih cepat dapat pengemudi ketika hujan.
Dari sejumlah fitur keamanan yang ada di Grab, Natassha paling sering menggunakan fitur ShareTrip dan Trip Monitoring. Khususnya, saat bepergian di malam hari.
Menurutnya, fitur ShareTrip sangat membantunya dalam membagikan lokasi terkini kepada kontak darurat berprofesi sebagai pekerja kantoran yang harus pulang malam.
Sementara itu, fitur Trip Monitoring juga membuatnya merasa lebih tenang sebab sistem dapat mendeteksi jika terjadi perubahan rute yang tidak terduga bagi Natassha.
"Trip Monitoring juga bikin lebih tenang karena kalau ada perubahan rute yang nggak biasa, ada sistem yang ngecek," tambahnya.
Natassha lebih menganggap fitur SOS Button sebagai langkah untuk berjaga-jaga selama di perjalananan. Ia berharap tidak pernah benar-benar menggunakannya.
Sementara itu, AudioProtect dinilainya cukup berguna meski bukan fitur yang selalu terpikirkannya untuk diaktifkan di setiap kali bepergian menggunakan Grab. Ia merasa lebih aman karena jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, ada rekaman terenkripsi yang dapat dijadikan bukti.
Natassha menilai Fitur Women Passenger Preferred juga sangat membantu pengemudi dan penumpang perempuan untuk saling terlindungi, terutama jika harus bepergian di malam hari. Menurutnya, pilihan untuk mendapatkan pengemudi perempuan bisa menjadi salah satu keamanan tambahan.
Meksi begitu, fitur ini dinilai tidak bisa menjadi satu-satunya solusi untuk persoalan keamanan perempuan di jalan. Baginya, fitur ini tetap membutuhkan beberapa lapisan perlindungan lainnya.
"Menurutku, fitur Women Passenger Preferred ini cukup masuk akal sebagai salah satu layer keamanan, terutama buat perempuan yang memang lebih nyaman kalau driver-nya perempuan. Jadi kalau ada pilihan kayak gini, aku personally bakal appreciate banget," kata Natassha.
"Yang gue suka justru pilihan buat perempuan. Kalau lagi pulang malam dan kebetulan bisa dapat driver perempuan, personally gue bakal merasa lebih comfortable. Jadi menurut gue ini helpful banget, cuma paling ideal kalau tetap dibarengin sama safety features lainnya," imbuhnya.
Annisa Nabila, pengguna Grab selama hampir sepuluh tahun, mengaku sejauh ini tidak pernah mengalami kejadian yang membuatnya merasa terancam saat menggunakan Grab. Aplikasi ini cukup aman dan nyaman ketika digunakan untuk bepergian di malam hari.
Kesadaran untuk tetap waspada menggunakan transportasi online justru terbentuk dari cerita yang ia temui di media sosial. Beberapa kasus yang melibatkan penumpang dan pengemudi membuatnya sadar bahwa rasa nyaman ketika menggunakan layanan transportasi online tidak berarti perjalanan sepenuhnya bebas risiko.
Menurutnya, keamanan di perjalanan juga menjadi hal paling penting untuk seluruh pengguna transportasi online. Khususnya, perempuan.
"Keamanan di perjalanan buat perempuan penting banget. Jadi ya, fitur-fitur keamanan ini sangat berguna. Enggak cuma buat perempuan doang, malah buat laki-laki kan juga. Jadi, semua harus merasa aman. Karena kita pakai transportasi online ini mengharapkan kenyamanan," kata Annisa.
Salah satu fitur keamanan di aplikasi Grab, AudioProtect menjadi fitur yang paling sering digunakan. Menurut Annisa, rekaman percakapan dapat menjadi bukti apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama perjalanan.
Berbeda dengan fitur SOS Button yang belum pernah ia gunakan. Meski demikian, menurutnya, fitur ini akan sangat membantu dalam kondisi darurat karena pengguna dapat terhubung langsung dengan pihak berwajib, tim keamanan Grab dan kontak daruratnya.
Hal serupa juga ia lihat pada fitur Women Passenger Preferred. Annisa menilai pilihan untuk mempertemukan penumpang perempuan dengan pengemudi perempuan dapat memberikan rasa nyaman tambahan bagi penumpang yang memang memiliki preferensi tersebut.
Menurutnya, fitur ini penting karena dapat memberi pilihan bagi perempuan yang ingin merasa lebih aman saat menggunakan transportasi online.
"Menurut aku oke, karena biar perempuan merasa lebih safe aja. Karena kan selama ini, kejahatan lebih banyak kayaknya targetnya perempuan ya dan driver kan memang kebanyakan laki-laki. Jadi kalau misalnya perempuan ingin merasa lebih safe dengan drivernya perempuan juga, ya menurut gue ini akan sangat useful sih fiturnya," jelas Annisa.
Meski demikian, mencocokkan penumpang dan pengemudi berdasarkan gender bukan berarti persoalan keamanan di perjalanan selesai. Kejahatan, menurutnya, tidak semata-mata berkaitan dengan gender sehingga tetap diperlukan berbagai bentuk perlindungan lain.
Ia juga menilai pelatihan pengemudi mengenai etika dan keselamatan perlu terus dilakukan, disertai sanksi apabila ada pengemudi yang terbukti melanggar.
"Sebenarnya sih, fitur ini dibilang tepat ya kalau kita ingin memberikan rasa aman yang lebih ke penumpang perempuan. Cuman balik lagi kan kejahatan itu juga tergantung orang ya, bukan tergantung gender. Bukan tergantung laki-laki atau perempuan juga," imbuhnya.
Ia melihat fitur keamanan di Grab sebagai bagian penting dari pengalaman menggunakan transportasi online. Namun, keberadaan banyak fitur belum cukup.
Menurutnya, tantangan selanjutnya bagi Grab adalah memastikan pengguna benar-benar mengetahui cara kerja setiap fitur keamanannya dan tahu kapan harus menggunakannya.
Pengalaman yang aman saat menggunakan layanan transportasi online dari Grab juga dirasakan oleh Nabila Deviana. Ia mengaku telah menggunakan layanan ini sekitar lebih dari delapan tahun.
Menurut Nabila, ia belum pernah mengalami kejadian yang membuatnya merasa terancam selama menggunakan Grab. Dalam beberapa perjalanan, ia merasa terbantu oleh pengemudi.
Salah satunya ketika ia salah menentukan titik turun. Beberapa pengemudi justru membantunya menuju lokasi yang seharusnya.
"Kalau malam hari, aku enggak pernah dapat pengemudi yang aneh-aneh sih, so far aman. Bahkan ada beberapa driver yang kalau aku salah menentukan titik drop-off sama mereka malah dibantu diturunin di lokasi yang seharusnya," jelas Nabila.
Pengalaman yang membuatnya lebih peduli soal keamanan justru datang ketika ia menggunakan aplikasi lain untuk bepergian di malam hari. Kala itu, ia pernah memesan layanan taksi online sekitar pukul 20.00 WIB.
Awalnya, perjalanan berlangsung biasa saja. Ia dan pengemudi sempit banyak mengobrol.
Namun, keesokan harinya, pengemudi tersebut menghubunginya dan mengirimkan sejumlah pesan yang mengganggu dalam aplikasi transportasi online tersebut. Sejak saat itu, Nabila lebih memilih untuk kembali menggunakan Grab di setiap perjalanannya.
"Aku agak takut sih jujur waktu itu, akhirnya email aja ke aplikasinya," tuturnya.
Meski demikian, salah satu hal yang masih mengusiknya hingga saat ini adalah kemampuan pengemudi untuk mengirimkan pesan pribadi melalui aplikasi tersebut, bahkan setelah perjalanan selesai. Pengalaman ini berbeda dari Grab maupun aplikasi lainnya, di mana komunikasi biasa terputus otomatis setelah perjalanan berakhir.
Meski tidak pernah mengalami kejadian serupa di Grab, pengalaman ini membuatnya menyadari pentingnya fitur keamanan dalam layanan transportasi online.
Selama di perjalanan menggunakan aplikasi Grab, Nabila paling sering memanfaatkan fitur Share Trip dengan anggota keluarganya. Fitur ini membantu anggota keluarganya untuk memantau keberadaan Nabila saat berada di perjalanan.
Ia menilai sejumlah fitur keamanan lainnya seperti AudioProtect, SOS Button dan Trip Monitoring dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan, terutama bagi penumpang perempuan.
Menurutnya, fitur AudioProtect dapat merekam percakapan selama perjalanan dan berguna ketika penumpang merasa tidak nyaman selama berada dalam perjalanan.
"Kalau kita ada di situasi ngerasa enggak nyaman sama obrolan driver, itu bisa jadi bukti buat kita aduin ke manajemen," kata Nabila.
Menurutnya, fitur SOS Button juga penting karena dalam situasi membahayakan, seseorang belum tentu bisa berpikir jernih untuk menentukan tindakan, serta Trip Monitoring dapat membantu mendeteksi ketika kendaraan mulai keluar dari rute.
Sementara itu, fitur Women Passenger Preferred dapat digunakan sebagai tambahan kenyamanan karena memungkinkan penumpang perempuan mendapatkan prioritas driver perempuan. Ia menilai fitur ini sebagai nilai tambah bagi rasa aman dan nyaman selama perjalanan.
"Fitur Women Passenger Preferred ini bisa jadi point plus untuk provide keamanan dan kenyamanan kita selama di perjalanan karena dapat driver sesama perempuan," kata Nabila.
Ia menyoroti ancaman keamanan tidak selalu datang dari pengemudi atau penumpang, melainkan bisa karena faktor eksternal. Nabila melihat, dalam skenario pengemudi perempuan dipasangkan dengan penumpang perempuan justru bisa menimbulkan kekhawatiran karena keduanya sama-sama berada dalam posisi rentan menghadapi ancaman dari luar.
"Justru bahayanya kalau dapat kejadian seram bukan salah satu pihak dalam perjalanan, namun dari pihak luar. Contoh begal, kalau kita sesama perempuan kan ngeri juga ya menghadapinya," tutur Nabila.
Meski demikian, Nabila menilai fitur-fitur keamanan Grab ini cukup penting bagi penumpang perempuan. Menurutnya, sejumlah fitur yang ada ini dapat membuat proses mengambil tindakan saat berada dalam situasi bahaya menjadi lebih efektif dan efisien.
Deret Fitur Keamanan Agar Perempuan Nyaman Naik Taksi Online Malam
Keamanan perjalanan penting bagi perempuan. Grab hadirkan fitur seperti AudioProtect, SOS Button, dan Women Passenger Preference untuk rasa aman. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Fitur AudioProtect
AudioProtect adalah fitur Grab yang memungkinkan perekaman audio selama perjalanan. Fitur ini dirancang untuk membantu mencegah insiden keselamatan dan menyediakan bukti pendukung apabila terjadi laporan atau kejadian yang tidak diinginkan.
Rekaman audio dapat membantu memberikan konteks dalam proses investigasi, misalnya ketika terjadi percakapan atau situasi yang berpotensi menimbulkan masalah antara penumpang dan mitra pengemudi.
Grab juga menggunakan teknologi untuk mendeteksi potensi risiko keselamatan selama perjalanan. Jika sistem mendeteksi pola atau kondisi perjalanan yang tidak wajar, fitur keselamatan dapat membantu mempercepat respons terhadap situasi tersebut.
Untuk mengaktifkan AudioProtect, pengguna dapat mengikuti langkah berikut:
- Buka aplikasi Grab.
- Pilih Akun.
- Masuk ke Pengaturan Keamanan.
- Pilih opsi AudioProtect.
- Geser tombol untuk mengaktifkan fitur.
- Ikuti instruksi konfirmasi yang muncul di layar.
Untuk menonaktifkan fitur, buka Pusat Keselamatan atau menu pengaturan keamanan, kemudian ikuti instruksi untuk menonaktifkan AudioProtect. Nama menu dan posisi pengaturan dapat berubah mengikuti pembaruan aplikasi.
SOS Button
SOS Button adalah fitur tombol darurat yang dapat digunakan penumpang maupun mitra pengemudi ketika menghadapi ancaman keselamatan atau situasi darurat selama perjalanan.
Dengan menekan tombol tersebut, pengguna dapat mengikuti opsi bantuan yang tersedia, seperti menghubungi tim keselamatan Grab atau layanan darurat nasional 110. Fitur ini dirancang agar pengguna dapat memperoleh bantuan dengan lebih cepat dalam kondisi yang membutuhkan respons segera.
Saat SOS Button ditekan, pengguna akan mendapatkan opsi untuk:
- Menghubungi layanan darurat nasional 110.
- Terhubung dengan tim keselamatan Grab.
- Mengirimkan detail perjalanan kepada pihak terkait.
- Membagikan lokasi terkini berdasarkan GPS.
- Menampilkan informasi pengemudi dan kendaraan.
- Mengirimkan notifikasi kepada kontak darurat yang telah didaftarkan.
- Kontak darurat dapat menerima informasi seperti lokasi perjalanan dan detail kendaraan, sesuai fitur serta pengaturan yang tersedia pada akun pengguna.
Kontak darurat dapat menerima informasi seperti lokasi perjalanan dan detail kendaraan, sesuai fitur serta pengaturan yang tersedia pada akun pengguna.
Jika merasa terancam atau menghadapi keadaan darurat selama perjalanan, lakukan langkah berikut:
- Buka layar perjalanan di aplikasi Grab.
- Pilih Pusat Keselamatan.
- Tekan Tombol Darurat atau SOS.
- Pilih opsi untuk menghubungi layanan darurat nasional 110 atau tim keselamatan Grab.
- Ikuti instruksi yang muncul di layar.
- Jika menghadapi ancaman langsung, prioritaskan keselamatan diri dan hubungi layanan darurat 110.
Grab juga mengembangkan sistem deteksi proaktif yang dapat mengenali anomali perjalanan, seperti:
- Perubahan rute yang tidak wajar.
- Kecelakaan yang terindikasi.
- Perjalanan yang berakhir secara tidak biasa.
- Pemberhentian yang berlangsung terlalu lama.
Jika sistem mendeteksi kondisi tertentu, aplikasi dapat menampilkan notifikasi keselamatan atau memberikan akses lebih cepat ke SOS Button. Namun, pengguna tetap perlu menekan tombol tersebut secara manual apabila merasa berada dalam bahaya.
SOS Button dapat digunakan oleh:
- Penumpang.
- Mitra pengemudi.
- Pengguna yang menghadapi ancaman keselamatan selama perjalanan.
Dengan demikian, fitur ini dirancang untuk membantu meningkatkan perlindungan bagi kedua pihak yang terlibat dalam perjalanan.
AudioProtect berfungsi sebagai lapisan perlindungan dan dokumentasi, sedangkan SOS Button digunakan sebagai respons langsung ketika pengguna membutuhkan bantuan.
Trip Monitoring dan Share My Ride
Salah satu keunggulan Grab adalah adanya pemantauan perjalanan yang bekerja secara otomatis. Melalui Trip Monitoring, sistem dapat mengenali kondisi tertentu, seperti:
- Penyimpangan rute.
- Pemberhentian yang tidak wajar.
- Perjalanan yang berakhir secara tidak biasa.
- Anomali lain selama perjalanan.
- Jika diperlukan, kondisi tersebut dapat memicu pengecekan dari Grab Support.
Grab juga menyediakan Share My Ride yang memungkinkan pengguna membagikan informasi perjalanan kepada keluarga atau teman. Informasi yang dapat dibagikan antara lain:
- Lokasi kendaraan secara real-time.
- Nama pengemudi.
- Informasi kendaraan.
- Rute perjalanan.
- Perkiraan waktu tiba.
Kombinasi pemantauan otomatis dan berbagi perjalanan membuat pengguna tidak harus menunggu sampai terjadi masalah untuk mendapatkan perhatian atau bantuan.
Number Masking untuk Melindungi Privasi
Keamanan perjalanan juga mencakup perlindungan data pribadi. Grab memiliki fitur Number Masking yang menyamarkan nomor telepon asli penumpang dan mitra pengemudi ketika keduanya berkomunikasi melalui aplikasi.
Dengan fitur ini:
- Penumpang tidak perlu membagikan nomor pribadi.
- Pengemudi tidak dapat melihat nomor asli penumpang.
- Komunikasi tetap dapat dilakukan selama perjalanan.
- Nomor sementara tidak lagi digunakan setelah perjalanan selesai.
- Perlindungan ini membantu mengurangi risiko penyalahgunaan nomor telepon setelah perjalanan berakhir.
Women Passenger Preference
Fitur Woman Passenger Preference ini membantu pengemudi perempuan untuk diprioritaskan bertemu dengan penumpang perempuan. Fitur ini ditujukan untuk memberi kenyamanan dan rasa aman.
Program Anti Kekerasan Seksual
Tak hanya dari sisi teknologi, Grab juga menghadirkan program pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bersama lembaga pemerintah serta organisasi pendamping perempuan untuk mitra pengemudinya. Program ini berfokus pada edukasi mitra pengemudi, pemutakhiran standar operasional dan penanganan kasus yang berpihak pada korban.
Grab menghadirkan program PAKEM (Pelatihan Keselamatan untuk Mitra Grab) yang memberikan modul pelatihan wajib meliputi anti kekerasan seksual, berkendara aman, kode etik, dan pelayanan yang inklusif. Modul ini disusun bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KemenPPA) dan UNFPA Indonesia.
Program PAKEM disebut telah diikuti oleh lebih dari 75.000 mitra pengemudi.
Dalam menangani dan mencegah insiden kekerasan seksual yang berpihak pada korban, Grab bekerja sama dengan Komnas Perempuan dan Forum Pengada Layanan (FPL). Grab juga menyediakan layanan pengaduan untuk perempuan dan anak melalui SAPA 129.