Sam Altman: Dunia Perlu Maklumi Dampak Buruk AI Demi Dapat Manfaatnya

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 07:30 WIB
CEO OpenAI Sam Altman percaya risiko AI perlu diterima untuk manfaat teknologi. Ia menanggapi kritik terkait keselamatan dan dampak negatif yang mungkin timbul. (Foto: Getty Images via AFP/HEATHER DIEHL)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO OpenAI Sam Altman meyakini bahwa dunia perlu menerima risiko timbulnya dampak buruk dari kecerdasan buatan (AI) untuk mendapat manfaat dari teknologi tersebut.

Hal tersebut disampaikan Altman dalam sebuah wawancara di podcast Decoded. Dalam podcast tersebut, ia sempat ditanya mengenai perbedaan pendekatan keselamatan OpenAI dan pesaingnya, Anthropic.

"Salah satu perbedaan antara kami dan pihak yang menetapkan standar keselamatan AI lebih ketat adalah kami percaya bahwa dunia harus menerima beberapa dampak negatif demi mendapat manfaat dari teknologi ini serta memberi kebebasan bagi masyarakat untuk menggunakannya secara luas," kata Altman menjawab pertanyaan tersebut, melansir The Guardian, Senin (5/10).

Altman menyebut peretasan, penipuan, dan dampak buruk lainnya yang ditimbulkan AI sebagai sesuatu yang harus ditoleransi. Pasalnya, ia percaya bahwa teknologi akal imitasi ini juga bisa memberikan manfaat yang lebih banyak bagi manusia.

Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa pendekatan regulasi yang lebih fleksibel menuntut penerimaan dari masyarakat luas terhadap kenyataan bahwa beberapa dampak buruk dari AI akan tetap terjadi selagi dunia membangun ketahanan terhadap laju perkembangan AI.

"Saya tidak akan mengambil opsi untuk menjamin tidak ada peretasan besar, tidak ada penyalahgunaan teknologi, tidak ada penipuan atau hal buruk lainnya, karena saya yakin masyarakat akan menghasilkan hal positif jauh lebih banyak dari dampak buruknya," jelas dia.

Pernyataan Altman ini langsung ditanggapi kritik dari berbagai pihak. Gubernur Florida Ron DeSantis menegaskan ia tidak setuju jika segelintir penguasa teknologi menentukan kebijakan keselamatan bagi masyarakat luas.

Pemerintah negara bagian Florida juga meminta hakim melarang OpenAI mengembangkan model AI baru tanpa batasan keselamatan yang disetujui pihak ketiga.

Gary Marcus, profesor emeritus di New York University, juga menilai bahwa Altman secara tidak langsung menyampaikan pesan agar masyarakat harus pasrah menerima para pengusaha teknologi semakin kaya dan berkuasa.

Masalah keselamatan penggunaan AI semakin disorot dunia. Pemicunya adalah kesaksian dari mantan ilmuwan Anthropic dan OpenAI, Jacob Coxon, yang menyebut bahwa teknologi akal imitasi ini bakal memusnahkan umat manusia.

Pernyataan Coxon memicu sejumlah pihak yang mengembangkan AI bersuara. Sejak saat itu, sejumlah karyawan dan mantan karyawan dari perusahaan-perusahaan AI besar turut menyampaikan kekhawatiran serupa.

Bahkan, Altman serta CEO Anthropic Dario Amodei juga menyerukan agar laju pengembangan AI direm untuk sementara. Usulan ini kemudian ditolak oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump bahkan menyebut bahwa pernyataan para pakar mengenai AI bakal musnahkan umat manusia dan menghancurkan dunia sebatas hoaks.

(dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK