Matahari Buatan China Segera Terwujud, Bakal Menyala 2027

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 07:30 WIB
China targetkan penyelesaian proyek fusi nuklir BEST pada 2027. (Foto: AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menargetkan pembangunan perangkat eksperimen fusi nuklir Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST), yang dijuluki "matahari buatan", rampung pada akhir 2027. Demonstrasi pembangkitan listrik ini direncanakan berlangsung sekitar 2030.

Kompleks proyek BEST di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, telah resmi diserahterimakan dan mulai digunakan. Namun, pembangunan mesin utamanya masih berlangsung.

Menurut laporan China Central Television (CCTV) pada Kamis (8/10), pembangunan mesin tersebut kini memasuki tahap penting berupa perakitan empat lapisan komponen yang dipasang secara bertingkat.

BEST merupakan perangkat eksperimen fusi generasi baru yang dikembangkan secara mandiri oleh China. Proyek ini bertujuan meniru prinsip reaksi fusi nuklir di dalam Matahari untuk mengembangkan sumber energi bersih yang berpotensi sangat melimpah.

Sejak Juli 2026, sejumlah komponen inti BEST telah dikirim ke lokasi pembangunan. Perakitannya terus berjalan dan pekerjaan tersebut kini telah selesai lebih dari separuh.

Mengutip Global Times, tahap perakitan utama dianalogikan seperti menyusun tabung raksasa menyerupai termos, dengan sejumlah lapisan yang membungkus bagian dalamnya.

Pada bagian paling dalam terdapat bejana vakum, yakni ruang tempat reaksi fusi berlangsung. Di sekelilingnya dipasang pelindung termal dan magnet medan toroidal. Tahap terakhir meliputi pemasangan komponen presisi di bagian dalam perangkat.

Bejana vakum berfungsi seperti ruang tungku, sedangkan pelindung termal menjadi lapisan isolasi untuk membatasi perpindahan panas.

Sementara itu, magnet medan toroidal menghasilkan medan magnet sangat kuat untuk mengurung plasma bersuhu tinggi agar tidak menyentuh dinding bejana.

Penyelesaian pembangunan pada akhir 2027 akan menjadi tahapan menuju demonstrasi pembangkitan listrik melalui fusi deuterium-tritium sekitar 2030.

Eksperimen tersebut dirancang untuk menguji kelayakan pembangkitan listrik komersial melalui reaksi fusi nuklir yang terkendali.

Lebih lanjut, China terus mempercepat pengembangan fusi nuklir dalam beberapa tahun terakhir. Selain BEST, negara tersebut memiliki Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), perangkat eksperimen yang telah berulang kali mencatatkan rekor dunia.

Menurut kantor berita Xinhua, BEST diharapkan dapat mendemonstrasikan pembangkitan listrik dari fusi untuk pertama kalinya dalam sejarah.

(nad/lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK