BMKG Ungkap 12 Wilayah Berpotensi Hujan Hari Ini
Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada hari ini, Senin (19/10). Simak daftarnya berikut ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk 18-20 Oktober 2026.
Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebut Kepulauan Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Tengah, dan Papua berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat atau berstatus Waspada.
Sementara itu, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau berstatus Siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Tidak ada wilayah yang berstatus Awas maupun mendapat peringatan dini angin kencang pada hari ini.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga sangat lebat:
Hujan sedang hingga lebat
- Kep. Riau
- Bengkulu
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Papua Tengah
- Papua
Hujan lebat hingga sangat lebat
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
Penyebab hujan di tengah kemarau
Musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar Zona Musim (ZOM) Indonesia tidak menutup peluang terjadinya hujan lebat. Aktivitas gelombang atmosfer serta pertemuan angin dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah daerah dalam waktu relatif singkat.
Dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 16-22 Oktober 2026, BMKG menyebut aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif di sebagian Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara.
Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra. Gelombang Kelvin juga berpotensi memengaruhi sebagian Sumatra Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Kalimantan, pesisir selatan Jawa, sebagian besar Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Aktivitas gelombang atmosfer tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal. Peluang hujan turut diperkuat pola pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua.
Pertemuan angin membantu memusatkan massa udara, sementara suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitarnya menunjang ketersediaan uap air di atmosfer.
"Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang secara lokal," tulis BMKG dalam prakiraan tersebut.
Di sisi lain, sekitar 76 persen ZOM di Indonesia masih mengalami musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Baru sekitar 8 persen ZOM yang telah memasuki musim hujan.
Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang kekeringan meteorologis di wilayah yang masih minim hujan, khususnya Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.
Oleh karena itu, meski curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, hujan signifikan tetap dapat terjadi pada skala harian di daerah yang mendapat dukungan dinamika atmosfer regional maupun lokal.
(lom)