Wamenkomdigi Ingatkan Risiko Penggunaan AI Berlebihan oleh Anak

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 15:50 WIB
Wamenkomdigi Nezar Patria ingatkan orang tua tentang risiko penggunaan AI berlebihan oleh anak. (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan soal risiko akibat penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berlebihan oleh anak. Ia menyebut orang tua perlu semakin aktif dalam melakukan pendampingan.

Nezar menjelaskan beberapa risiko penggunaan AI terhadap anak seperti kontak dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai, ancaman terhadap data pribadi, hingga kecanduan digital. Ia turut mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.

"Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan," ujar Nezar dalam keterangan resminya, Jumat (16/10).

Oleh karena itu, kata Nezar, pengasuhan digital perlu dilakukan melalui komunikasi terbuka, pendampingan, dan pemahaman terhadap fitur keamanan yang tersedia.

Nezar turut menyebut sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh di tengah ekosistem digital yang semakin kompleks, termasuk dengan kehadiran AI.

Menurutnya, kondisi ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan orang tua untuk memastikan anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan sehat.

Nezar juga menyoroti peran pemerintah dalam menerbitkan peraturan yang dapat dijadikan landasan membangun ekosistem digital yang aman dan sehat bagi anak, yaitu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

"Kita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita. Itu sebabnya pemerintah membuat PP Tunas dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban," tutup Nezar.

(nad/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK