Bangkai Kapal Berusia 4.700 Tahun Ditemukan, Tertua di Dunia

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 13:00 WIB
Menteri Kebudayaan Turki mengumumkan penemuan bangkai kapal tertua berusia 4.700 tahun di dekat Pulau Kekova, lengkap dengan guci kuno dari Zaman Perunggu. (Foto: Tangkapan layar X @MehmetNuriErsoy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kebudayaan Turki Mehmet Nuri Ersoy menyebut bahwa negaranya telah menemukan harta karun kuno dari bangkai kapal yang disebut sebagai "bangkai kapal tertua di dunia". Bangkai kapal itu diduga berusia 4.700 tahun.

Penemuan tersebut Ia umumkan melalui cuitannya di X pada Rabu (14/10). Ia menjelaskan, penemuan ini bermula ketika pemerintah Turki melakukan penggalian bawah laut di dekat Pulau Kekova, Provinsi Antalya, Turki bagian selatan.

Mereka kemudian menemukan sejumlah guci keramik untuk penyimpanan yang diperkirakan berusia 4.700 tahun, berasal dari Zaman Perunggu Awal. Meski badan kapal yang terbuat dari kayu tidak lagi bertahan, para arkeolog berhasil menemukan guci-guci kuno tersebut melalui proyek penggalian bawah laut yang dimulai awal tahun ini.

Menurut kementerian, guci-guci ini diyakini digunakan untuk mengangkut minyak zaitun atau anggur. Temuan tersebut menjadi bukti nyata perdagangan jalur laut dan pertukaran budaya sejak masa awal di kawasan Mediterania timur.

Mengutip Al Jazeera, analisis tanah liat menunjukkan bahwa wadah-wadah tersebut dibuat di bengkel-bengkel Lembah Yordan.

Hasil analisis ini sesuai dengan gaya wadah serupa yang sebelumnya ditemukan di Mesir, Turki dan Yunani. Temuan-temuan tersebut menggambarkan luasnya jalur perdagangan laut pada Zaman Perunggu.

Sebuah wadah menjadi perhatian khusus karena desainnya yang unik, yaitu memiliki sembilan tanda dan dua lubang pada bagian badannya. Menurut para peneliti, ciri-ciri ini menunjukkan bahwa wadah tersebut mungkin digunakan untuk mengolah susu menjadi mentega atau keju.

Lebih lanjut, para peneliti meyakini kapal tersebut sedang berlayar dari pesisir Levant menuju wilayah Hisarlik, yang kini berada di Turki, atau Pulau Kreta di Yuni, ketika kapal itu terbalik dan tenggelam.

Penggalian ini dipimpin oleh Hakan Oniz, associate professor arkeologi di Universitas Akdeniz.

Dalam wawancara bersama BBC, Oniz menyatakan bahwa ketika timnya pertama kali menemukan bangkai kapal tersebut empat tahun lalu, guci-guci yang ada di lokasi itu tampak hanya berusia sekitar satu atau dua abad.

"Namun, kami kemudian sangat antusias ketika melihat bentuk amphora yang sama dalam sebuah publikasi tentang arkeologi Mesir dan memutuskan untuk kembali ke lokasi tersebut," kata Oniz.

"Ternyata, bentuknya mirip dengan yang ditemukan di kawasan piramida Giza di Mesir. Kami sangat gembira," imbuhnya.

Menurut Ersoy, penemuan ini telah memberikan pemahaman baru tentang sejarah panjang perdagangan laut di sepanjang pesisir Anatolia.

(nad/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK