Apakah Ada Gunung yang Lebih Tinggi dari Everest? Ini Kata Pakar

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 09:20 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung Everest yang berada di Nepal selama ini dikenal sebagai gunung tertinggi di dunia, dengan ketinggian 8.849 meter di atas permukaan laut. Namun, adakah gunung yang lebih tinggi dari Everest?

Jawabannya masih menjadi misteri. Meski demikian, para ahli menyatakan bahwa sejumlah petunjuk geologi dapat membantu memperkirakan lokasi puncak-puncak gunung tertinggi pada masa lampau.

Para ahli geologi belum memiliki data yang cukup terperinci untuk menentukan secara pasti gunung tertinggi ratusan juta tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sayangnya, kita tidak akan pernah bisa mendapatkan tingkat perincian seperti itu," kata profesor geologi di University of Adelaide, Australia kepada Live Science pada Sabtu (17/10).

Namun, petunjuk dari sisa-sisa sedimen yang terperangkap di dalam kerak Bumi memberikan gambaran tentang kemegahan puncak dan gunung bersalju pada masa purba.

Para ilmuwan mempelajari lapisan kerak tersebut untuk mengetahui seberapa dalam lapisan itu membentang. Informasi ini dapat membantu mengungkap perkiraan ketinggian gunung-gunung purba.

Gunung terbentuk dari kerak benua yang terdorong ke atas ketika lempeng tektonik perlahan bertabrakan. Kerak ini sangat berat dan memiliki bagian yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

Puncak-puncak gunung yang sangat tinggi seperti Everest, ditopang oleh bagian kerak yang berada jauh di bawah permukaan Bumi.

Ketika sebagian kerak terdorong ke atas hingga membentuk puncak gunung, sebagian lainnya juga terdorong jauh ke bawah permukaan.

Collins dan Ziyi Zihu, ahli geokimia dari Curtin University di Australia membandingkan gunung dengan gunung es, yang hanya memperlihatkan sebagian kecil dari keseluruhan bagiannya di atas permukaan.

"Kita dapat berpendapat atau memperkirakan bahwa [gunung terbesar] berada di wilayah yang memiliki bagian kerak yang menjorok jauh ke bawah," kata Zhu.

Sebagai contoh, para ahli geologi memperkirakan bahwa kerak Bumi di bawah Himalaya membentang hingga kedalaman 50 mil atau 80 kilometer, sedangkan ketinggian Everest mencapai 29.000 kaki.

Dengan demikian, gunung tertinggi di dunia ini paling banyak hanya mewakili sekitar 14 persen dari keseluruhan massa batuan yang menjadi bagian darinya. Hal ini menunjukkan bahwa ada batas ketinggian yang dapat dicapai sebuah gunung sebelum akhirnya runtuh akibat beratnya sendiri.

Pegunungan Himalaya mulai terbentuk sekitar 50 juta hingga 40 juta tahun lalu akibat tumbukan antara lempeng benua India dan Eurasia.

Dalam sejarah pembentukan gunung, Himalaya tergolong relatif muda. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pegunungan tersebut masih sangat tinggi.

Gunung-gunung tertinggi dan memiliki bentuk puncak terjal mengalami erosi dengan cepat seiring waktu. Meski begitu, Himalaya masih terus bertambah tinggi karena kedua lempeng tersebut terus bertabrakan.

Jejak pegunungan purba raksasa

Namun, tumbukan antarbenua seperti ini telah terjadi berkali-kali sebelumnya. Pegunungan Super Transgondwana menjadi salah satu contohnya.

Gondwana merupakan rangkaian pegunungan purba yang dahulu berada di wilayah yang kini menjadi bagian dari Afrika Timur, mulai terbentuk sekitar 650 juta tahun lalu. Proses ini terjadi ketika Afrika dan Amerika Selatan bertabrakan dengan wilayah Arabia, India, Australia, dan Antartika hingga membentuk superbenua Gondwana.

Kemudian, Gondwana terpecah kembali. Meski demikian, bukti keberadaan pegunungan tersebut masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah seperti India bagian selatan, Sri Lanka, Tanzania dan Kenya.

Sejumlah bukti tersebut menunjukkan bahwa panjang rangkaian pegunungan tersebut mencapai tiga kali panjang Himalaya.

"Jika berjalan-jalan di wilayah itu sekarang, kita dapat melihat batuan yang dahulu berada di bagian dasar rangkaian pegunungan ini," kata Collins.

Secara rata-rata, ia memperkirakan kerak Bumi di wilayah tersebut lebih dalam daripada kerak Bumi di bawah Himalaya atau bahkan lebih besar.

Lapisan kerak yang ditemukan di wilayah-wilayah tersebut juga memberikan petunjuk terkait ketinggian pegunungan tersebut. Beberapa bagian kerak membentang hingga kedalaman 18 mil atau 30 kilometer, meskipun telah mengalami erosi selama sekitar setengah miliar tahun.

Misteri Batas Ketinggian Gunung Masa Lalu BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2