Makhluk-makhluk di laut dalam bisa bertahan hidup dalam kegelapan karena mereka berevolusi dengan cara unik, yaitu proses yang dikenal dengan bioluminesensi.
Bioluminesensi adalah cahaya yang dihasilkan dari penggunaan bahan kimia dalam tubuh makhluk hidup. Beberapa makhluk laut mengeluarkan cahaya terus menerus, tetapi ada juga yang cahayanya berkedip-kedip. Jadi, meskipun tidak dapat cahaya matahari, mereka punya cahaya lain sebagai pengganti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warna cahaya yang biasanya dihasilkan oleh biota laut adalah biru-hijau, karena mereka sensitif terhadap warna biru. Ada, sih, warna lain, contohnya cahaya merah yang dihasilkan Malacosteus atau ikan Loosejaws. Warna ini menguntungkan mereka karena cahayanya bisa digunakan untuk melihat mangsa tanpa disadari mangsa tersebut.
Beberapa makhluk lain menggunakan cahaya mereka untuk navigasi. Spesies Crustacea tertentu mengirimkan cahaya sebagai sinyal kode kepada lawan jenis selama musim kawin. Bahkan ada spesies ikan tertentu yang menggunakan bioluminesensi sebagai "lampu tidur". Unik banget, ya.
Oh iya, bioluminesensi ini nggak hanya ditemukan di laut, tapi ada di darat juga. Contohnya jamur dengan genus Mycena yang banyak ditemukan di Brazil dan kunang-kunang. (ded/ded)