Hal ini memang menarik. Tapi seperti yang diungkapkan Dr. Leo Q. Wan, asisten profesor Departemen Teknik Biomedis Rensselaer Polytechnic Institute dalam Ted-Ed, tubuh manusia yang asimetris ini juga nggak kalah menarik.
Dari luar, tubuh manusia memang terlihat simetris. Namun, beda cerita kalau kita melihatnya dari dalam. Kebanyakan organ penting dalam tubuh kita tidak simetris, contohnya paru-paru. Paru-paru kiri punya dua lobus, sedangkan paru-paru kanan punya tiga lobus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awalnya, bagian kiri dan kanan embrio terlihat sama. Kemudian ada bagian kecil dalam embrio yang disebut ‘node’ dengan rambut-rambut kecil bernama ‘cilia’ yang bergerak ke arah yang sama.
Gen-gen ini mengarahkan sel untuk membuat protein tertentu sehingga hanya dalam beberapa jam, kedua bagian embrio tidak lagi sama secara kimia meskipun bentuk fisiknya sama. Perbedaan kimia inilah yang nantinya akan menjadi organ asimetris.
Organ asimetris yang terbentuk pertama adalah hati. Awalnya, hati hanya berbentuk tabung lurus di sepanjang sisi bagian tengah embrio. Ketika embrio sudah berusia sekitar 3 minggu, tabung ini akan menekuk seperti huruf C dan berputar ke arah kanan tubuh, mengembangkan struktur yang berbeda pada setiap sisinya, dan terus berkembang hingga sampai ke bentuk hati yang kita kenal. (ded/ded)