“Geopark Batur merupakan warisan dunia yang harus kita pelihara, dan museum ini di samping menjadi sarana edukasi, diharapkan bisa berdampak kepada masyarakat," kata Sudirman Said saat berkeliling melihat berbagai macam alat peraga yang ada di dalam museum.
Museum Geopark Batur di Kintamani, Bangli, Bali ini berdiri setelah kawasan kaldera Batur diterima sebagai anggota jejaring dari Geopark Global Network (GGN) yang sekarang bernama UNESCO Global Geopark (UGG) pada bulan september tahun 2012 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Museum Geologi, Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Oman Abdurahman mengharapkan museum ini akan menjadi tempat belajar dan penelitian, yang pada gilirannya diharapkan menjadi center of excellent tentang Geopark Global Batur, geopark nasional, dan geopark global lainnya.
Adanya museum ini nantinya akan mendukung upaya pelestarian alam, sesuai kesepakatan Agenda 21 Dunia di Rio De Janeiro tahun 1992 lalu, Tentang pemanfaatan ilmu pengetahuan, untuk penyelamatan lingkungan.
Aktivitas di Museum Geopark Batur. (Dok. Edo Hary Purnawan) |
Aktivitas di Museum Geopark Batur. (Dok. Edo Hary Purnawan)