Semut telah mengembangkan teknik pertanian mereka selama 49.988.000 tahun lalu, sementara primata sendiri baru muncul pada masa itu, atau sekitar 10-15 juta tahun setelah kepunahan dinosaurus.
Tidak mengherankan jika koloni semut memiliki sistem pertanian yang canggih. Di puncak kemampuan pertanian mereka adalah kemampuan memotong daun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semut-semut bergotong royong menghindari tanaman mereka dari hama. Setiap semut memiliki tugasnya masing-masing. Semut kecil akan bertugas berkebun sambil memberi makanan kepada larva-larva semut lainya.
Jika dibandingkan dengan manusia, semut memiliki skala yang jauh lebih kecil terkait lahan pertanian manusia. Namun, mereka dapat memotong daun sebanyak yang dibutuhkan seekor sapi dewasa, lho.
Semut seperti insinyur dalam sebuah ekosistem. Semut memotong daun dan mendaur ulang nutrisi ke dalam tanah. Uniknya sistem pertanian mereka terbentuk berkelanjutan dan tumbuh secara alami.
Limbah dari kebun mereka dikumpulkan untuk kompos, oleh pekerja semut yang bertugas. Mereka menyusunnya secara rapi dan berurutan dengan pekerja yang lainnya. Semua yang dilakukan semut telah menjadikan mereka petani yang sukses dan tidak pernah merasakan kekurangan makanan. (ded/ded)