Kereta peluru yang dinamai Fuxing alias ‘Peremajaan’ sudah beroperasi pada 21 Agustus lalu, melayani rute Beijing-Tianjin Intercity Railway, seperti dilansir Xinhua.
Rutenya akan diperluas pada 21 September, dengan melayani perjalanan dari Beijing ke Shanghai dan sebaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah negeri Tirai Bambu pun menurunkan kecepatan maksimum kereta peluru dari 350 km/jam menjadi 300 km/jam.
Sebagai perbandingan, kereta peluru di Amerika Serikat, Amtrak, berkecepatan maksimum 241 km/jam, tapi hanya setengah saja armadanya yang beroperasi dengan kecepatan 161 km/jam ke atas.
Di Jepang sendiri, kereta peluru berkecepatan sampai 500 km/jam masih dalam pengujian. Teknologinya memakai magnetic levitation atau disebut juga teknologi maglev. Tapi kereta ini belum akan beroperasi sampai 2027.
Miliuner Elon Musk sendiri mengusulkan teknologi Hyperloop, kereta berbentuk tabung yang bisa membawa penumpang dalam kecepatan sampai 1.220 km/jam. Tapi teknologi ini masih akan menjalani tes kecepatan awal yaitu 322 km/jam.